Zakharova: Uni Eropa Gagal di Ujian Praktis JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i66447-zakharova_uni_eropa_gagal_di_ujian_praktis_jcpoa
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyatakan, Uni Eropa gagal di ujian independensi praktis di proses implementasi kesepakatan nuklir (JCPOA).
(last modified 2026-05-04T10:04:58+00:00 )
Jan 12, 2019 09:25 Asia/Jakarta
  • Maria Zakharova
    Maria Zakharova

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyatakan, Uni Eropa gagal di ujian independensi praktis di proses implementasi kesepakatan nuklir (JCPOA).

"Eropa karena tidak memiilki independensi dalam melaksanakan kebijakan luar negeri, gagal di ujuan praktis JCPOA," kata Zakharova Jumat (11/1) saat merespon keterlambatan Uni Eropa melaksanakan mekanisme finansial Iran-Eropa atau SPV seperti dilaporkan IRNA.

Iran-Eropa

 

Seraya menjelaskan bahwa Moskow berulang kali menggulirkan serta menekankan pembentukan SPV di setiap perundingan dengan Brussels dan negara-negara anggota Uni Eropa, Zakharova menambahkan, Uni Eropa lebih baik memainkan peran independen di kancah internasional.

 

Jubir Kemenlu Rusia ini seraya menekankan bahwa JCPA bukan sekedar kesepakatan bisnis atau bilateral, tapi sebuah kesepakatan multilateral yang didukung oleh Dewan Keamanan dan dokumennya mengikat, mengingatkan, Moskow akan melanjutkan upayanya untuk mempertahankan kesepakatan internasional ini.

 

Sementara itu, Juru bicara Kemenlu Iran Bahram Qasemi pada 5 Januari seraya mengkritik keterlambatan Uni Eropa melaksanakan SPV menekankan, kesabaran Iran ada batasnya.

 

Negara-negara Eropa setelah keluarnya AS dari JCPOA pada 8 Mei 2018 berjanji akan tetap mempertahankan kesepakatan ini dengan memberi jaminan bagi kepentingan ekonomi Iran.

 

Uni Eropa sejak beberapa bulan lalu mengumumkan berencana membentuk sebuah mekanisme finansial SPV untuk menghadapi sanksi AS terhadap Iran.

 

Mekanisme ini dibentuk untuk pembayaran sehingga peluang berlanjutnya kerja sama ekonomi dengan Iran akan terbuka lebar, namun negara-negara Eropa masih terus mengulang janjinya tanpa melakukan langkah praktis. (MF)