Ancaman Trump terhadap Turki
https://parstoday.ir/id/news/world-i66570-ancaman_trump_terhadap_turki
Keputusan Presiden AS, Donald Trump menarik pasukan negaranya dari Suriah yang disampaikan 19 Desember 2018 dinilai oleh sebagian analis sebagai langkah untuk menarik perhatian Turki.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Jan 14, 2019 21:49 Asia/Jakarta
  • Trump dan Erdogan
    Trump dan Erdogan

Keputusan Presiden AS, Donald Trump menarik pasukan negaranya dari Suriah yang disampaikan 19 Desember 2018 dinilai oleh sebagian analis sebagai langkah untuk menarik perhatian Turki.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan ancaman akan menyerang wilayah yang dikuasai milisi Kurdi di wilayah utara Suriah. Langkah tersebut akan mengancam keberadaan pasukan AS yang ditempatkan di daerah timur Furat.

Selain itu, Washington juga berupaya mengalihkan rencana Turki untuk membeli S-400 dari Rusia. Sebagai gantinya, AS mengajukan penjualan rudal patriot kepada Turki senilai 3,5 miliar dolar.

Keputusan keluarnya pasukan AS dari Suriah menimbulkan kejutan bagi milisi Kurdi Suriah yang mengharapkan dukungan Washington. Akhirnya mereka meminta bantuan militer Suriah untuk menghadapi potensi ancaman serangan pasukan Turki.

Koran New York Times dalam editorialnya yang dimuat 19 Desember 2018 menulis, "Keluarnya pasukan AS dari Suriah menyebabkan pasukan Kurdi menjadi salah satu pecundang terbesar,". Menyikapi dampak buruk keputusan Trump tersebut, para sekutu Eropa termasuk Perancis meminta Washington melanjutkan dukungannya terhadap Kurdi".

Mereaksi ancaman Ankara tersebut, Trump mengatakan bahwa pasukan Turki tidak boleh menyerang miliis Kurdi di Suriah. Trump balik mengancam Erdogan, jika Turki menyerang Kurdi Suriah, maka Washington akan menghancurkan perekonomian Turki.

Meskipun demikian, Trump juga meminta pihak Kurdi Suriah supaya tidak memprovokasi Turki, dan menegaskan akan membentuk daerah zona aman di perbatasan sepanjang 30 kilometer. Juru Bicara Presiden Turki mereaksi cuitan Trump dengan mengatakan, penyamaan Kurdi Suriah dengan milisi Kurdi merupakan kesalahan fatal. Kami menghargai mitra strategis, dan berharap supaya AS tidak menjadikan teroris sebagai sekutu dan mitranya.

Tampaknya, ancaman Trump terhadap Erdogan disampaikan setelah perundingan antara Penasehat Keamanan Nasional AS, John Bolton dengan pejabat tinggi Turki yang  tidak membuahkan hasil sebagaimana diharapkan Gedung Putih. Kunjungan Bolton ke Ankara untuk meminta jaminan dari pemerintah Turki bahwa pasukan negara ini tidak akan menyerang kelompok Kurdi Suriah, YPG.

John Bolton

Pihak Turki berulangkali menegaskan bahwa milisi Kurdi Suriah memiliki hubungan dengan PKK, dan senjata yang diberikan AS untuk menghadapi kelompok teroris Daesh saat ini berada di tangan milisi PKK. Oleh karena itu jubir pemerintah Eerogan mengungkapkan bahwa AS tidak bisa membedakan mana PKK dan kelompok reroris Daesh.

Bolton hari Selasa mengeluarkan peringatan keras kepada pejabat Turki bahwa AS tidak akan mentolelir aksi Turki di Suriah yang memanfaatkan keluarnya pasukan AS dari negara Arab ini. Penyataan Bolton tersebut memicu reaksi balik dari pihak Ankara.

Erdogan menentang persyaratan yang disampaikan Bolton mengenai keluarnya pasukan AS dari Suriah, terutama mengenai jaminan pasukan Turki tidak menyerang milisi Kurdi di Suriah. Erdogan mengatakan, Bolton melakukan kesalahan besar. Kini tampaknya ancaman baru Trump terhadap Ankara akan menyeret hubungan kedua negara di tepi jurang krisis.(PH)