Maduro Respon Perusakan Jaringan Listrik di Negaranya
-
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menilai serangan siber sebagai kendala bagi perbaikan infrastruktur listrik di negara ini.
Seperti dilaporkan Russia today (RT), Nicolas Maduro Sabtu (9/3) mengkonfirmasikan serangan cyber ke negaranya untuk mencegah perbaikan sistem listrik dan mengatakan, ada oknum dari dalam yang menarget perusahaan listrik Venezuela.
Menurut laporan ini, lebih dari 15 negara bagian Venezuela hari Kamis sampai kini di waktu-waktu tertentu mengalami pemadaman listrik.
Menurut laporan perusahaan listrik Venezuela, terjadi aksi sabotase di pusat pembangkit listrik Guri dan sebagian besar wilayah negara ini mengalami pemadaman listrik.
Seiring dengan berlanjutnya pemadaman di Venezuela, aktivitas penting bandara internasional negara ini hari Sabtu diliburkan dan berbagai penerbangan dibatalkan.
Miguel Díaz-Canel, Presiden Cuba menyebut aksi sabotase terhadap pusat pembangkit listrik Venezuela yang berujung pada pemadaman luas di negara tersebut sebagai serangan teroris terhadap rakyat.
Krisis baru Venezuela meletus ketika Juan Guaido, pemimpin kubu oposisi pada 23 Januari lalu dengan dukungan terang-terangan Amerika dan sekutunya menyatakan diri sebagai presiden. Sebuah langkah yang dinilai sebagai pemberontakan terhadap Nicolas Maduro, Presiden pilihan rakyat. (MF)