Menlu Venezuela: Kudeta terhadap Maduro Dirancang Langsung di AS
-
Menlu Venezuela Jorge Arreaza
Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza saat diwawancarai Reuters menjelaskan, kudeta gagal Selasa (30/4) terhadap Presiden Nicolas Maduro dirancang langsung di Washington.
Mehr News melaporkan, Jorge Arreaza seraya menjelaskan hanya sekitar 30 tentara yang diprovokasi Juan Guaido dan terlibat dalam kudeta gagal tersebut mengungkapkan, kudeta ini merupakan fase lain dari upaya AS untuk menggulingkan Nicolas Maduro.
Arreaza menambahkan, kudeta kecil ini diorganisir oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.
Juan Guaido hari Selasa dalam pesan videonya meminta para pendukungnya serta angkatan bersenjata Venezuela melancarkan kudeta bersenjata terhadap Nicolas Maduro. Tapi seruan tersebut tidak mendapat respon dari militer Venezuela dan kudeta kecil Guaido berserta sekutunya ini gagal total.
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino López pasca kudeta gagal ini menekankan, angkatan bersenjata Venezuela membela tegas konstitusi dan pemerintah legal negara ini.
Selama beberapa bulan terakhir AS dan sekutunya serta dibarengi dengan perang media anti Caracas, berusaha memaksa militer Venezuela menghentikan dukungannya kepada pemerintahan Maduro melalui eskalasi sanksi dan represi militer negara ini. Namun menurut pengakuan media AS, sampai saat ini seluruh rencana Washington untuk membentuk pemerintahan bonekanya di Venezuela gagal.
Juan Guaido Rabu 23 Januari 2019 dengan dukungan nyata AS dan sekutunya mengangkat dirinya sebagai presiden Venezuela, sebuah langkah yang dinilai rakyat dan pemerintah Caracas sebagai kudeta terhadap Nicolas Maduro, presiden pilihan rakyat.
Mayoritas negara dunia, seperti Republik Islam Iran, Rusia dan Cina juga mengecam perilaku AS dan menekankan pentingnya penghormatan kedaulatan dan integritas wilayah Venezuela. (MF)