Mantan Presiden Tunisia Sebut UEA Virus Kudeta
-
Moncef Marzouki
Mantan presiden Tunisia menyamakan campur tangan Uni Emirat Arab dengan virus, dan ia mengatakan, intervensi ini membuka peluang terjadinya kudeta berdarah di kawasan.
Fars News (23/5/2019) melaporkan, mantan presiden Tunisia, Moncef Marzouki di laman Facebooknya memprotes keras campur tangan UEA di kawasan.
Ia menuturkan, seluruh kawasan hari ini terancam bahaya penyebaran "Virus Emirat".
Moncef Marzouki menambahkan, virus ini sedang merusak Libya dan mencoba menyerang Tunisia, Aljazair, Maroko dan Mauritania, dan di garis terdepan pertempuran adalah Libya.
Pekan lalu mantan presiden Tunisia ini menyebut pertempuran di ibukota Libya, Tripoli menentukan, dan menyebutnya sebagai pertempuran melawan poros keburukan UEA, Arab Saudi dan Mesir.
"Kebijakan imperialisme keliru Abu Dhabi dan campur tangan memalukan negara itu di Yaman, Libya dan Somalia, membuka lebar kesempatan kudeta berdarah di kawasan," imbuhnya.
Ia menegaskan, rezim Saudi menjadi pemicu ketegangan di Afrika Utara dengan mendukung kelompok-kelompok teroris dan menyulut perang saudara. (HS)