FBI Mata-matai Warga Iran Setelah Tembak Jatuh Pesawat Iran Air
https://parstoday.ir/id/news/world-i71808-fbi_mata_matai_warga_iran_setelah_tembak_jatuh_pesawat_iran_air
Sebuah dokumen rahasia Biro Investigasi Federal AS (FBI) menunjukkan bahwa AS mematai-matai warga Iran setelah kapal perang USS Vincennes menembak jatuh pesawat sipil Iran di atas perairan Teluk Persia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 13, 2019 08:22 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi kejahatan AS menembak jatuh pesawat sipil Iran di Teluk Persia.
    Ilustrasi kejahatan AS menembak jatuh pesawat sipil Iran di Teluk Persia.

Sebuah dokumen rahasia Biro Investigasi Federal AS (FBI) menunjukkan bahwa AS mematai-matai warga Iran setelah kapal perang USS Vincennes menembak jatuh pesawat sipil Iran di atas perairan Teluk Persia.

Dokumen rahasia ini diterbitkan baru-baru ini berdasarkan Undang-undang Kebebasan Informasi AS. Demikian dikutip kantor berita Fars, Jumat (12/7/2019).

Seorang jurnalis Amerika, Paul Gottinger mengatakan pada hari-hari setelah penembakan jatuh pesawat Iran Air 655, FBI melakukan upaya yang disebut "Kampanye Musim Dingin," yang mencakup pengawasan terhadap warga Iran dan kelompok-kelompok Iran di Amerika.

Dokumen FBI menggambarkan “Kampanye Musim Dingin” sebagai upaya untuk mengumpulkan informasi guna mencegah tindakan balas dendam dari Iran.

Menurut Gottinger, program "Kampanye Musim Dingin" FBI kemudian diperluas untuk memata-matai kelompok-kelompok Muslim di Amerika.

Dokumen FBI tertanggal mulai 4 Juli 1988 atau hanya satu hari setelah AS menembak jatuh pesawat sipil Iran.

Dokumen FBI juga mencatat dukungan kelompok teroris munafikin (MKO) atas kejahatan AS itu.

Kapal perang USS Vincennes pada 3 Juli 1988 menembak jatuh pesawat sipil Iran di atas perairan Teluk Persia. Sebanyak 290 penumpang dan awak kabin gugur, di mana terdapat 66 anak, 53 wanita, dan 46 warga negara asing.

AS sampai sekarang tidak meminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Iran atas kejahatan mengerikan itu. (RM)