Uni Eropa Tolak Koalisi Maritim AS-Inggris
https://parstoday.ir/id/news/world-i72550-uni_eropa_tolak_koalisi_maritim_as_inggris
Naiknya suhu ketegangan di Teluk Persia yang disulut aksi provokatif AS dan juga penyitaan kapal tanker Inggris oleh Iran karena melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap undang-undang kelautan Iran mendorong Washington dan London meningkatkan kehadiran militernya dan membangun koalisi maritim.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 04, 2019 16:28 Asia/Jakarta
  • Kapal perang AS
    Kapal perang AS

Naiknya suhu ketegangan di Teluk Persia yang disulut aksi provokatif AS dan juga penyitaan kapal tanker Inggris oleh Iran karena melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap undang-undang kelautan Iran mendorong Washington dan London meningkatkan kehadiran militernya dan membangun koalisi maritim.

Namun, pendekatan militer AS dan Inggris ini menghadapi penentangan langsung dari Uni Eropa. Dalam hal ini, Nathalie Tocci, Penasihat Khusus Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni menentang langkah militer AS dan Inggris di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Penasehat Federica Mogherini mengatakan, "Jelas kiranya operasi militer di Teluk [Persia] akan meningkatkan potensi konflik dengan Iran. Orang Eropa akan memilih rute ini selama ada peluang untuk menjamin kebebasan lalu lintas laut melalui diplomasi dan dialog dengan Iran."

Sikap Uni Eropa tentang pengamanan Teluk Persia, terutama mengenai kebebasan kapal barang sangat kontras dengan pendekatan Washington. Amerika Serikat, sebagai kekuatan interventif transnasional melakukan penyebaran Iranophobia demi menjustifikasi kehadirannya dan menciptakan aliansi regional. Oleh karena itu, masalah penghentian kapal tanker minyak Inggris oleh Iran dijadikan dalih bagi Washington dan sekutu strategisnya, London, untuk membangun aliansi angkatan laut di Teluk Persia.

Pemerintahan Trump telah melakukan upaya besar untuk membangun aliansi maritim ini dengan partisipasi mitra Eropa, tetapi negara-negara penting Uni Eropa seperti Jerman, Prancis dan Spanyol, bersama beberapa mitra Asia seperti Jepang telah merespon negatif usulan Washington tersebut. Spanyol menjadi negara Eropa terbaru yang menentang langkah Washington. Spanyol juga menarik kapal perangnya yang terlibat dalam latihan perang bersama AS di Teluk Persia.

Banyak negara percaya bahwa pembentukan aliansi maritim yang dipimpin AS akan memperburuk ketegangan di kawasan. Analis melihat posisi eksplisit negara-negara utama Eropa dan Uni Eropa sebagai pukulan berat terhadap langkah anti-Iran yang diusung AS. Aksi Washington berkonfrontasi militer dengan Iran berbuah penembakan UAV "Global Hawk" yang canggih dan mahal, tidak secara langsung melibatkan kepentingan sekutunya di Teluk Persia.

 

drone AS, global hawk

 

Tampaknya, Trump berusaha untuk membagi biaya kehadiran militer di Teluk Persia dengan sekutunya. Tapi penolakan Uni Eropa maupun negara-negara Eropa yang berpengaruh menunjukkan bahwa aliansi maritim bentukan AS dan Inggris bukanlah langkah yang bijaksana, karena akan memperkeruh situasi di kawasan.

Pihak Eropa sangat menyadari bahwa masalah perlindungan jalul kapal barang di Teluk Persia hanyalah alasan bagi Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran dalam kerangka implementasi kebijakan tekanan maksimum yang diusung Trump. 

Majalah Foreign Policy menulis, "Iran memiliki pengalaman panjang dalam mengamankan Teluk Persia. Oleh karena itu, Amerika Serikat harus ingat bahwa pembentukan koalisi yang mencurigakan di kawasan lain tidak ada gunanya. Sebab, sebagaimana yang telah berulangkali ditekankan Iran, keamanan wilayah Teluk Persia berada di tangan negara-negara di kawasan itu,".(PH)