Ketika Ilhan Omar Protes Keras Larangan Memasuki Palestina Pendudukan
https://parstoday.ir/id/news/world-i72915-ketika_ilhan_omar_protes_keras_larangan_memasuki_palestina_pendudukan
Rezim Zionis Israel dalam beberapa tahun terakhir menghadapi Gerakan Boikot Israel atau DSB (Boycott, Divestment and Sanctions) yang semakin menguat dan kini telah meluncurkan upaya mati-matian untuk menghadapi pendukungnya dan melarang mereka masuk ke Palestina pendudukan.
(last modified 2026-02-17T10:03:26+00:00 )
Aug 17, 2019 08:10 Asia/Jakarta
  • Rashida Tlaib dan Ilham Omar
    Rashida Tlaib dan Ilham Omar

Rezim Zionis Israel dalam beberapa tahun terakhir menghadapi Gerakan Boikot Israel atau DSB (Boycott, Divestment and Sanctions) yang semakin menguat dan kini telah meluncurkan upaya mati-matian untuk menghadapi pendukungnya dan melarang mereka masuk ke Palestina pendudukan.

Sekaitan dengan hal ini, kementerian luar negeri Zionis Israel pada hari Kamis, 15 Agustus, mengumumkan bahwa kabinet rezim ini akan mencegah masuknya dua anggota muslim Kongres AS "Ilham Omar" dan "Rashida Tlaib" ke wilayah-wilayah pendudukan, dengan mengutip undang-undang anti pendukung Gerakan Boikot Israel.

Rezim Zionis pada 2007, mengeluarkan undang-undang yang melarang siapa pun yang mendukung gerakan DSB untuk memasuki wilayah pendudukan. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada penasihatnya bahwa Tel Aviv harus menggunakan undang-undang anti-sanksi Israel untuk mencegah dua anggota kongres Muslim memasuki wilayah pendudukan.

Rashida Tlaib dan Ilham Omar

Dalam sebuah pernyataan hari Kamis, 15 Agustus, sebagai tanggapan atas keputusan rezim Zionis Israel, Ilham Omar mengatakan, "Perdana Menteri Netanyahu telah mendapat tekanan Presiden Trump dan mencegah masuknya dua anggota muslim DPR Amerika ke Zionis Israel dan ini merupakan penghinaan yang jelas. Sungguh ironis bahwa Zionis Israel menganggap dirinya sebagai satu-satunya demokrasi di Asia Barat tetapi membuat keputusan yang menistakan nilai-nilai demokrasi dan merupakan respons dingin para pejabat satu negara."

Ternyata langkah Zionis Israel itu disambut oleh Donald Trump. Di laman Twitternya, Trump menulis, "Jika Israel tidak mencegah masuknya Omar dan Tlaib, pada dasarnya telah menunjukkan dirinya hebat. Karena dua orang ini membenci Israel dan orang-orang Yahudi dan mentalitas mereka tidak akan pernah berubah."

Faktanya, Trump, yang sangat rasis dan baru-baru ini mengecam kedua anggota muslim dari Kongres AS ini bersama dengan dua wakil Latin lainnya mendapat serangan dari retorikanya yang rasis, sekarang menampakkan sikap anti-Islam dan kebencian terhadap muslim lalu menyambut langkah rezim Zionis melarang masuknya Ilhan Omar dan Rashida Tlaib ke Palestina pendudukan. Trump telah terlibat secara verbal dengan Ilhan Omar berkali-kali di dunia maya dan media.

Terlepas dari upaya rezim Zionis untuk menghentikan penyebaran Gerakan Boikot Israel (DSB), gerakan ini dalam praktiknya telah tumbuh dan meluas dari tahun ke tahun. Ini adalah kampanye internasional untuk menekan rezim Zionis karena telah menduduki tanah Palestina dan membangun pemukiman di sana. 

Gerakan ini dibentuk pada 2005 dengan dukungan 171 warga Palestina. Sejain ini, gerakan DSB telah memperoleh banyak pendukung di seluruh dunia, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan niat gerakan itu untuk "menghancurkan Israel".

Kedatangan dua anggota Kongres wanita Muslim AS telah menyebabkan pukulan politik yang parah ke Zionis Israel. Dalam hal ini, Ilham Omar dan Rashida Tlaib, dua kandidat Demokrat, meluncurkan kampanye "Boikot Israel" di dalam partai dengan dukungan gerakan BDS.

Gerakan Boikot Israel

Rashida Tlaib, 42 tahun, kelahiran Palestina dan menjadi perwakilan negara bagian Michigan di DPR AS mengatakan dia ingin fokus pada isu-isu seperti rasisme dan pelanggaran hak asasi manusia Zionis Israel. Sementara Ilhan Omar, seorang wanita berjilbab di Dewan Perwakilan Rakyat AS dari Minnesota, juga mengatakan dia berusaha menyeimbangkan posisi Amerika yang selama ini memberikan prioritas kepada Zionis Israel.

Ilhan Omar, yang sebelumnya mengkritik peran lobi-lobi Zionis di Amerika Serikat, telah mendapat tekanan kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya dari lobi ini dalam struktur politik Amerika, masih bertekad untuk melanjutkan pendekatannya saat ini untuk mengkritik rezim Zionis dan kebijakan dukungan tanpa syarat dari pemerintah Trump.