Guaido dan Pengkhianatan Tingkat Tinggi
https://parstoday.ir/id/news/world-i73594-guaido_dan_pengkhianatan_tingkat_tinggi
Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden negara itu pada 23 Januari 2019, dan pengumuman ini langsung disambut oleh pemerintah AS.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 08, 2019 10:25 Asia/Jakarta
  • Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.
    Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden negara itu pada 23 Januari 2019, dan pengumuman ini langsung disambut oleh pemerintah AS.

Namun, rakyat dan militer Venezuela serta banyak negara lain di dunia menganggap langkah Guaido sebagai kudeta terhadap pemerintahan sah Venezuela dan mereka menentangnya.

Guaido telah mengambil langkah yang lebih jauh dan berusaha memperoleh legitimasi politik dengan cara memberikan konsesi kepada beberapa negara.

Sekarang lembaga kehakiman Venezuela mengumumkan pada Jumat lalu bahwa Juan Guaido akan menghadapi dakwaan pengkhianatan tingkat tinggi dan ia akan dituntut di bawah hukum.

Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab mengumumkan penyelidikan terhadap Guaido karena melakukan negosiasi ilegal dengan kekuatan asing, yang merugikan kepentingan negara.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pada Kamis lalu bahwa Kejaksaan Agung harus mengambil tindakan hukum terhadap Guaido, karena berusaha untuk menyerahkan wilayah Esuguribo kepada perusahaan asing sebagai imbalan atas dukungan politik Inggris.

Presiden Nicolas Maduro bersama petinggi militer Venezuela.

Maduro menuding pemimpin oposisi itu sedang bernegosiasi untuk menyerahkan wilayah kaya minyak yang disengketakan, Esuguribo kepada Guyana.

"Berdasarkan laporan intelijen, pemimpin oposisi Venezuela terlibat negosiasi untuk penyerahan Esuguribo demi mendapatkan dukungan politik bagi pemerintahan yang diklaimnya," tambahnya.

Maduro menekankan Kejaksaan Agung Venezuela harus segera mengambil tindakan dan menuntut Guaido, karena kejahatan ini merupakan pengkhianatan terhadap negara.

Presiden Venezuela sebelum ini berulang kali meminta para pejabat kehakiman untuk menuntut Guaido atas tindakan-tindakannya yang melanggar hukum.

Venezuela dan Guyana terlibat sengketa atas kepemilikan Esuguribo yang terletak di perbatasan kedua negara. Guyana menganggap itu sebagai bagian dari wilayahnya, tetapi Venezuela juga mengklaimnya berdasarkan perjanjian 1966.

Guaido dan para pendukungnya berusaha untuk menyerahkan wilayah Esuguribo kepada perusahaan asing termasuk Exxon Mobil.

Pemerintah AS memperingatkan Maduro atas segala dakwaan terhadap Guaido dan Gedung Putih berjanji akan menunjukkan reaksi jika pemimpin oposisi Venezuela itu diproses secara hukum.

AS telah menggunakan berbagai instrumen termasuk sanksi untuk menekan pemerintah Venezuela dan mendukung Guaido. Washington ingin menghadirkan sebuah pemerintahan yang pro-Amerika di Venezuela.

Namun, semua upaya Guaido untuk merebut kekuasaan tampaknya telah gagal dan ia sekarang melakukan konspirasi baru untuk meraih kekuasaan dengan cara menyerahkan sebuah daerah di Venezuela kepada pihak asing. (RM)