Al Akhbar: Mediasi Iran-Saudi Tergantung Daya Paham Riyadh
https://parstoday.ir/id/news/world-i74676-al_akhbar_mediasi_iran_saudi_tergantung_daya_paham_riyadh
Surat kabar Lebanon, Al Akhbar menilai kesuksesan proses mediasi Iran dan Arab Saudi yang tengah dilakukan Perdana Menteri Pakistan tergantung pada tingkat pemahaman Riyadh atas rekonsiliasi nyata, dan penentangan atau persetujuan Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 13, 2019 15:43 Asia/Jakarta
  • Imran Khan
    Imran Khan

Surat kabar Lebanon, Al Akhbar menilai kesuksesan proses mediasi Iran dan Arab Saudi yang tengah dilakukan Perdana Menteri Pakistan tergantung pada tingkat pemahaman Riyadh atas rekonsiliasi nyata, dan penentangan atau persetujuan Amerika Serikat.

Fars News (13/10/2019) melaporkan, koran Al Akhbar menjelaskan soal solusi komprehensif, syarat dan keberhasilan kunjungan PM Pakistan ke Iran hari ini, Ahad (13/10) dalam upaya mediasi Tehran-Riyadh.

Al Akhbar menulis, manuver PM Pakistan, Imran Khan sepanjang garis Tehran-Riyadh menunjukkan kemajuan positif tentang peluang keberhasilan prakarsanya. Meskipun sampai sekarang masih belum jelas apakah tujuan Saudi adalah mencapai solusi komprehensif atau hanya gencatan senjata keamanan guna menghindari terulangnya serangan ke wilayahnya.

Koran Lebanon itu menambahkan, kedua, apakah Amerika memberikan lampu hijau kepada Saudi untuk berdamai dengan Iran, atau tidak, akan tetapi jika keluar dari dua opsi di atas, maka Islamabad seperti juga Baghdad, harus berhadapan dengan banyak rintangan dalam proses mediasi ini.

Menurut Al Akhbar, prakarsa Pakistan saat ini memiliki sejumlah karakteristik khusus yang dapat meruntuhkan dinding krisis kawasan. Alasannya adalah PM Pakistan pasca serangan ke Aramco, sempat bertemu Putra Mahkota Saudi di Riyadh, kemudian bertemu Presiden Iran di New York, dan mediasi Pakistan di New York membawa pesan Mohammed bin Salman.

Pakistan menjalin hubungan yang sangat baik dengan Iran dan Saudi, pada saat yang sama Islamabad dapat menunjukkan bahwa dirinya tidak berpihak ke salah satu negara. (HS)