Pemerintah Libya Janji Balas Serangan Drone UEA
-
Fayez al-Sarraj.
Perdana Menteri Pemerintah Persatuan Nasional Libya, mengatakan serangan drone Uni Emirat Arab (UEA) ke kota Zliten dan Msalatta adalah sebuah tindakan kejahatan.
Fayez al-Sarraj dalam sebuah pernyataan, Sabtu (21/12/2019) malam, berjanji akan membalas serangan tersebut. Demikian dikutip kantor berita IRNA.
Tiga orang tewas dalam serangan drone yang dilakukan oleh UEA di kota Zliten dan Msalatta di utara Libya.
Abu Dhabi mendukung pasukan pimpinan Jenderal Khalifa Haftar dalam konflik berdarah di Libya.
Jenderal Haftar pada 4 April 2019 menginstruksikan pasukannya untuk menyerang Tripoli. Tindakan itu mendapat kecaman dari masyarakat internasional.
Sejak serangan itu terjadi, lebih dari 1.090 orang tewas di Tripoli dan setidaknya 5.700 lainnya cidera.
Libya sejak revolusi 2011 yang berujung pada tumbangnya diktator Muammar Gaddafi, mengalami instabilitas politik dan kekerasan akibat intervensi Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa serta kawasan.
Sejak empat tahun lalu, Libya memiliki dua parlemen akibat perselisihan antar-kubu, satu parlemen di kota Tobruk (wilayah timur) dan satu di Tripoli, serta memiliki dua angkatan bersenjata. (RM)