Pelanggaran AS terhadap Kedaulatan Irak
https://parstoday.ir/id/news/world-i79519-pelanggaran_as_terhadap_kedaulatan_irak
AS terus mengabaikan keputusan parlemen Irak untuk menarik pasukannya dari negara Arab ini pasca aksi teror terhadap Letjen Qassem Soleimani, komandan brigade Quds Sepah Pasdaran Iran, dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil Ketua Al-Hashd Al-Shaabi bersama sejumlah orang lainnya di sekitar bandara Baghdad.
(last modified 2026-03-28T18:01:20+00:00 )
Mar 14, 2020 10:40 Asia/Jakarta

AS terus mengabaikan keputusan parlemen Irak untuk menarik pasukannya dari negara Arab ini pasca aksi teror terhadap Letjen Qassem Soleimani, komandan brigade Quds Sepah Pasdaran Iran, dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil Ketua Al-Hashd Al-Shaabi bersama sejumlah orang lainnya di sekitar bandara Baghdad.

Departemen pertahanan AS, dalam sebuah pernyataan Jumat, 13 Maret 2020 menyatakan jet-jet tempurnya menyerang lima pangkalan Kataib Hizbullah Irak, yang sebagian besar gudang senjata. Pentagon menuding roket yang digunakan untuk menyerang pangkalan militer al-Taji di wilayah utara Baghdad berasal dari gudang senjata anggota kelompok Al-Hashd Al-Shaabi tersebut.

Dephan AS juga mengklaim serangan yang dilancarkan koalisi internasional yang dipimpinnya bersifat defensif sebagai tanggapan langsung terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran. Menteri Pertahanan AS, Mark Esper dalam sebuah pernyataan mengatakan, "Amerika Serikat tidak akan pernah membiarkan terjadinya serangan terhadap kepentingan bangsa maupun sekutunya."

 

Menhan AS, Mark Esper

 

Klaim Pentagon yang menuding serangan terhadap pangkalan militer AS, Al-Taji dilancarkan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran mengemuka di saat Presiden AS Donald Trump telah mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud menuduh Iran melakukan hal itu.

Amerika Serikat berdalih melancarkan serangan terhadap pangkalan Al-Hashd Al-Shaabi sebagai balasan atas serangan roket Rabu malam ke pangkalan militer al-Taji. Menurut pernyataan resmi koalisi pimpinan AS di Irak, 15 roket menghantam pangkalan militer al-Taji sekitar pukul 8 malam Rabu malam yang menewaskan sedikitnya dua orang tentara Amerika dan satu tentara Inggris. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan 12 orang terluka.

Masalah utama yang sengaja diabaikan oleh Washington mengenai kehadiran militer AS di Irak yang sudah ditetapkan oleh parlemen negara Arab ini sebagai aksi ilegal dan harus ditarik keluar. Tapi AS terus mengabaikan dan melanggarnya.

Selain itu, Pentagon tidak memiliki bukti yang bisa dipertanggungjawabkan mengenai tudingannya terhadap Al-Hashd Al-Shaabi sebagai pelaku serangan terhadap pangkalan militer Al-Taji.  Kataib Hizbullah Irak juga mengatakan pihaknya tidak berperan sama sekali dalam serangan terhadap pangkalan militer Al-Taji.

Pertanyaannya sekarang, atas dasar apa Washington menyerang markas Al-Hashd al-Shaabi di berbagai provinsi Irak, bahkan bandara yang sedang dibangun di Karbala?

Selama ini AS menempatkan pasukannya di Irak dengan dalih memerangi kelompok teroris Daesh. Tapi faktanya, Washington justru menghancurkan pangkalan Al-Hashd Al-Shaabi yang berperan signifikan dalam perang melawan kelompok teroris Daesh di Irak.

Jelas kiranya, kelompok teroris Daesh menjadi pihak yang paling diuntungkan dari serangan terbaru AS ke pangkalan Al-Hashd Al-Shaabi. Sebagaimana pernyataan seorang anggota parlemen Suriah, Mahmoud Jokhdar yang mengatakan, "Serangan berulangkali AS terhadap pasukan Al-Hashd Al-Shaabi ditujukan untuk melayani kepentingan Daesh dan kelompok-kelompok teroris lainnya,".

Tampaknya, AS sengaja merancang serangan ini dengan dua tujuan; mempertahankan kehadiran pasukannya di Irak, sekaligus melindungi Daesh dan kelompok-kelompok teroris lainnya di Irak.(PH)