Menanti Aksi Dunia Selamatkan Afghanistan
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani, menyebut perang memberantas narkoba sebagai salah satu masalah nasional di negaranya dan menyeru semua lapisan masyarakat untuk secara serius memerangi momok tersebut.
Berpidato pada upacara peresmian Pusat Rehabilitasi Narkoba di Kabul, Rabu (4/5/2016), Ashraf Ghani mengatakan, kecanduan narkoba merupakan salah satu dari lima masalah nasional di Afghanistan dan semua pihak harus berjuang bersama pemerintah untuk memerangi ancaman itu.
Ia menegaskan bahwa pengedar narkoba dan produsen bertanggung jawab atas kecanduan tiga juta warga Afghan dan mendesak kampanye nasional untuk melawan kecanduan barang haram itu.
Penanaman dan produksi opium di Afghanistan tidak hanya membahayakan keamanan sosial di negara itu, tapi juga menjadi salah satu sumber utama pendapatan kelompok-kelompok militan dan teroris di Afghanistan.
Penjualan opium telah membuat kelompok-kelompok teroris terus eksis di Afghanistan. Padahal, Amerika Serikat dan sekutunya dalam serangannya ke Afghanistan mengaku ingin memberantas terorisme dan mengatasi persoalan di negara tersebut. Akan tetapi, mereka secara praktis tidak berbuat sesuatu untuk memberantas produksi dan penyelundupan narkoba dari Afghanistan dan negara itu masih tetap bergulat dengan fenomena mengerikan ini.
Pemerintah Kabul dihadapkan pada sebuah tantangan serius mengingat tingginya pemakai narkoba di kalangan pemuda Afghan sebagai salah satu dari dampak buruk pendudukan.
Laporan PBB mencatat bahwa produksi dan penyelundupan narkoba dari Afghanistan meningkat setiap tahun dan lahan-lahan bekas penanaman opium selama beberapa tahun lalu sekarang mulai dihidupkan kembali.
Provinsi Balkh merupakan salah satu daerah yang bebas dari keberadaan ladang opium selama beberapa tahun terakhir, tapi laporan terbaru menunjukkan bahwa para petani telah kembali menanam opium.
Menurut data PBB, sekitar 90 persen narkoba yang beredar di dunia diproduksi di Afghanistan dan negara itu berada di posisi teratas di antara negara-negara produsen narkoba.
Padahal, perbatasan dan bandara-bandara Afghanistan selama bertahun-tahun berada di bawah kontrol pasukan AS dan sekutunya. Lalu, bagaimana penyelundupan barang haram itu terus menunjukkan peningkatan? Mengapa AS tidak menghancurkan ladang opium supaya sejalan dengan klaimnya memerangi terorisme?
Pemerintah Afghanistan sekarang menghadapi berbagai tantangan nasional seperti, penggunaan ladang pertanian untuk penanaman opium, produksi dan penyelundupan narkoba, dan masalah kecanduan pemuda.
Ashraf Ghani mencatat bahwa persoalan narkoba merupakan masalah internasional dan pengedar dunia mengambil keuntungan dari bisnis ini. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat dunia untuk membantu pemerintah Afghanistan dalam memberantas produksi dan penyelundupan narkoba di negara itu.
Para pengamat percaya bahwa salah satu cara ampuh adalah memberantas pasar konsumsi di Eropa dan negara-negara lain, di mana sektor produksi di Afghanistan juga menjadi lesu. (RM)