Diancam Serangan Militer oleh Mesir, Libya Minta Kairo Tutup Perbatasan
-
Mohammed Gununu
Juru bicara angkatan bersenjata pemerintah persatuan nasional Libya merespon statemen Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi terkait Libya.
Seperti dilaporkan Sputnik, Mohammed Gununu di akun Twitternya saat merespon ancaman militer Abdel Fattah el-Sisi, kepada presiden Mesir ini mengatakan, "Mereka yang menganggap Libya sebagai ancaman bagi negara dan keamanan nasionalnya, maka harus menutup perbatasannya, serta mengendalikan senjata, pesawat dan pasukan bayarannya."
"Libya tidak pernah menimbulkan ancaman bagi tetangganya," tulis Gununu di cuitan Twitternya.
Presiden Mesir Sabtu (20/6/2020) saat mengunjungi sebuah pangkalan angkatan laut di dekat perbatasan Libya mengatakan bahwa intervensi langsung Mesir di Libya legal dan sah.
Bentrokan antara Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah komando Khalifa Haftar dan pasukan pro pemerintah persatuan nasional di sekitar Tripoli selama beberapa hari terakhir semakin sengit.
Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi termasuk pendukung utama pasukan Haftar. (MF)