Meski Ditentang, Inggris tetap Lanjutkan Penjualan Senjata kepada Saudi
-
Bendera Inggris
Pemerintah Inggris meski mendapat penentangan luas dari aktivis sosial dan kelompok perdamaian, memulai kembali penjualan senjata kepada Arab Saudi.
Seperti dilaporkan IRNA, Liz Truss, menteri perdagangan internasional Inggris Selasa (7/7/2020) di Majelis Rendah mengklaim bahwa berdasarkan riset yang ada, tidak ada ancaman dari penjualan senjata kepada Arab Saudi dan juga tidak ada potensi penggunaan sejata tersebut di kasus pelanggaran serius HAM.
Menteri perdagangan Inggris mengklaim, hanya di sebagian kecil serangan udara koalisi Saudi di perang Yaman yang melanggar hukum HAM di mana masalah ini akan dapat dihilangkan dengan perbaikan di proses pengeluaran ijin penjualan senjata kepada Arab Saudi.
Mahkamah Agung Inggris tahun 2019 seraya merilis keputusan, menuntut dihentikan dan direvisi ulang ijin penjualan senjata kepada Arab Saudi serta menyatakan bahw proses pengambilan keputusan pemerintah untuk menjual senjata kepada Arab Saudi sebuah kesalahan.
Aktivis hak asasi manusia telah menyebut keputusan baru-baru ini oleh pemerintah Inggris memalukan dan menyerukan agar kasus tersebut diajukan ke pengadilan banding.
Inggris sejak pecahnya perang di Yaman telah merilis ijin penjualan senjata kepada Arab Saudi senilai lima miliar pound sterling serta memainkan peran utama di pelatihan pasukan Saudi.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab (UAE) dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)