Bingung Cari Alasan, AS Sebut JCPOA kesepakatan Sepihak
https://parstoday.ir/id/news/world-i83221-bingung_cari_alasan_as_sebut_jcpoa_kesepakatan_sepihak
Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien membela aksi ilegal Donald Trump keluar dari JCPOA, dengan menyebut perjanjian nuklir internasional yang disahkan Dewan Keamanan PBB ini sebagai perjanjian sepihak.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 15, 2020 07:24 Asia/Jakarta
  • Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O\\\'Brien
    Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O\\\'Brien

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien membela aksi ilegal Donald Trump keluar dari JCPOA, dengan menyebut perjanjian nuklir internasional yang disahkan Dewan Keamanan PBB ini sebagai perjanjian sepihak.

Robert O'Brien dalam sebuah artikel yang dimuat di New York Post membela langkah Donald Trump menarik keluar AS dari JCPOA.

"Pada tahun 2018, presiden Trump mengeluarkan Amerika Serikat dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), dengan pertimbangan kesepakatan nuklir ini tidak bisa menghentikan ambisi nuklir Iran," tulis penasihat keamanan nasional AS.

"Saat ini Iran lebih singkat dari sebelumnya dalam memperkaya uranium yang cukup untuk membuat bom nuklir, dan selama enam tahun terakhir telah menghabiskan waktu untuk mengembangkan program rudal balistiknya sendiri," tegasnya.

Pernyataan penasihat keamanan nasional AS direaksi banyak kalangan di negaranya sendiri. Wendy Sherman, mantan deputi menteri luar negeri AS, menulis dalam pesan Twitternya, "Lima tahun yang lalu, kami setuju dengan JCPOA atau kesepakatan nuklir Iran, tetapi Donald Trump menarik diri darinya, dan hari ini, ia menghadapi lebih banyak sentrifugal dan lebih banyak uranium yang diperkaya." .

Pada 8 Mei 2018, Trump mengumumkan keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA, dan mengembalikan sanksi terhadap Iran. Selain itu, ia juga berjanji untuk mengembalikan Iran menuju apa yang disebutnya sebagai perjanjian lebih baik.

Meskipun demikian, Republik Islam Iran menolak negosiasi untuk perjanjian baru atau perubahan JCPOA, dan mengambil langkah pengurangan komitmennya terhadap JCPOA pada 8 Mei 2019, yang bertepatan setahun setelah AS keluar dari JCPOA, dan pihak Eropa tidak mengambil langkah signifikan terhadap implementasi perjanjian nuklir internasional ini.(PH)