Washington Cemas TikTok Tetap Beraktivitas di AS
-
Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS
Menteri Keuangan Amerika Serikat menyatakan, berlanjutnya aktivitas jejaring sosial Cina, TikTok di Amerika Serikat dalam bentuknya yang sekarang tidak dapat ditolerir.
Menurut laporan YJC, Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS mengatakan, "Komite yang mengkaji investasi asing sepakat bahwa aplikasi TikTok Cina, dengan kondisi saat ini tidak dapat melanjutkan aktivitasnya di Amerika. Karena ada risiko bocornya informasi data 100 juta orang Amerika."
"Komite yang mengkaji investasi asing di Amerika kini tengah membahas dokumen aplikasi TikTok," ungkap Mnuchin.
Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat AS berkali-kali mengulangi klaim bahwa aplikasi TikTok adalah alat spionase pemerintah Cina di Amerika Serikat dan mereka mengatakan bahwa informasi yang dipublikasikan di aplikasi ini diberikan kepada dinas intelijen Cina.
Klaim para pejabat Amerika Serikat ini telah dibantah dan ditolak oleh para manajer senior aplikasi TikTok.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina dalam beberapa bulan terakhir mencapai level tertinggi dan para pakar Cina memperingatkan bahwa tensi antara kedua negara bakal berujung pada konfrontasi militer.
Wabah virus Corona, berbagai tuduhan Washington terhadap Beijing terkait publikasi informasi yang tidak benar dan intervensi berkali-kali Washington dalam urusan dalam negeri Cina, khususnya dalam kerusuhan di kawasan otonomi Hongkong, termasuk sejumlah kasus yang menjadi perselisihan dua negara.