Penolakan Sudan untuk Berdamai dengan Israel
Pemerintah Amerika Serikat melakukan apapun untuk mewujukan keinginan rezim Zionis Israel termasuk mendesak negara-negara Arab dan Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Namun langkah ini ternyata tidak berjalan mulus, sebagian negara seperti Sudan menentangnya.
Menteri Luar Negeri Sudan mengatakan Amerika menekan Sudan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, tapi tidak menjanjikan imbalan apapun kepada negara ini.
Menlu Sudan menegaskan, berdamai atau tidak berdamai dengan Israel, nama Sudan tetap akan dihapus dari daftar negara pendukung terorisme.
Seperti dikutip Sputnik, Omar Qamar al-Din menambahkan, Ketua Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah Al Burhan dalam pertemuan dengan Menlu Amerika bertanya, imbalan ekonomi apa yang akan diberikan kepada Sudan jika berdamai dengan Israel, dan kapan nama Sudan dihapus dari daftar negara pendukung terorisme.
Pompeo menjawab, pemerintah Amerika harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Israel tentang hal ini, setelah itu baru bisa menjawab.
Menlu Amerika pada 23-28 Agustus 2020 melakukan kunjungan ke kawasan termasuk ke wilayah pendudukan, Sudan, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Oman. Tujuan lawatan Pompeo ini mengajak negara-negara Arab untuk mengikuti langkah UEA yang mengakui secara resmi eksistensi Israel.
Cara yang dipakai Menlu Amerika ini masuk dalam kerangka umum pemerintah Donald Trump yang selalu melihat negara-negara lain terutama negara lemah dari atas, dan hanya memerintah mereka untuk melakukan sesuatu atau mengambil sikap yang diinginkan Amerika, namun tidak memberikan imbalan apapun sebagai kompensasi dari kepatuhannya menjalankan perintah Washington.
Akan tetapi protes keras Menlu Sudan terhadap Amerika menunjukkan bahwa Washington sepertinya tidak mudah untuk mewujudkan keinginan ilegalnya itu, terlebih karena mereka memahami dengan baik, biaya politiknya sangat besar bagi negara-negara itu.
Pengamat politik Sudan, Mohammed Al Mobarak mengatakan, sikap rakyat Sudan terkait masalah Palestina adalah sikap yang tetap, untuk selamanya mereka akan selalu bersama rakyat Palestina, dan tidak akan memerima normalisasi dengan Israel.
Menurut Menlu Sudan, Pompeo hanya berbicara soal masuknya beberapa investor Amerika ke Sudan, dan menyebut sejumlah nama perusahaan negara itu.
Stasiun televisi Israel, Kan mengutip pernyataan sejumlah pejabat tinggi Amerika mengabarkan, nama Sudan akan dihapus dari daftar negara pendukung terorisme baik ia berdamai dengan Israel ataupun tidak.
Sepertinya, pemerintah Sudan sudah memahami maksud dan rencana Amerika yang ingin mejerumuskan Sudan dalam bahaya tanpa memberikan kompensasi apapun, maka dari itu dengan memperhatikan statemen Menlu Sudan, secara praktis keinginan Amerika agar negara itu berdamai dengan Israel untuk sementara tertolak. (HS)