Jurus Baru Cina Melawan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i86427-jurus_baru_cina_melawan_amerika
Pemerintah Cina meloloskan undang-undang baru yang membatasi aktivitas ekspor dengan tujuan membalas tindakan negara-negara yang menerapkan kontrol ekspor dan menyerang kepentingan Beijing.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 20, 2020 13:58 Asia/Jakarta
  • Presiden Donald Trump.
    Presiden Donald Trump.

Pemerintah Cina meloloskan undang-undang baru yang membatasi aktivitas ekspor dengan tujuan membalas tindakan negara-negara yang menerapkan kontrol ekspor dan menyerang kepentingan Beijing.

Undang-undang ini akan berlaku untuk semua perusahaan Cina. UU ini disahkan oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional pada Sabtu lalu dan mulai berlaku pada 1 Desember 2020. Media-media Cina mengatakan UU baru ini akan memungkinkan Beijing untuk mengambil tindakan balasan terhadap Washington.

Selama ini, pemerintah AS berulang kali melarang perusahaan teknologi asal Cina, seperti pemasok peralatan telekomunikasi dan informasi serta aplikasi-aplikasi messenger, untuk memasuki pasar AS dan negara lain karena dianggap sebagai ancaman keamanan.

Tentu saja, perseteruan antara kedua negara tidak terbatas pada kasus tersebut, karena Cina dan AS selama ini terlibat perselisihan sengit dalam isu-isu seperti perdagangan, hak asasi manusia, teknologi, dan bahkan virus Corona.

Lalu, mengapa Presiden Donald Trump meningkatkan tekanannya terhadap Beijing dalam beberapa bulan terakhir?

Banyak pengamat politik percaya bahwa Trump telah melakukan provokasi militer untuk memperbesar peluangnya memenangkan pemilu presiden AS pada November mendatang.

Trump dengan meningkatkan tekanan terhadap Cina berusaha untuk menarik pemilih Amerika dan mencitrakan dirinya sebagai penyelamat kelas pekerja Amerika. Dengan cara yang sama, dia menekan sekutu tradisional Washington untuk bergabung dengannya dalam perang ekonomi melawan Beijing.

Ilustrasi perang dagang Amerika dan Iran.

Namun tekanan Trump ini tidak memengaruhi kebijakan Cina di tingkat global. Ketidakpercayaan pada janji-janji Gedung Putih telah membuat sekutu AS di Asia Tenggara tidak sepenuhnya mendukung seruan Trump dalam merespons persaingan AS dan Cina.

Dengan memperhatikan kemajuannya, Cina selalu mampu menarik perhatian negara lain lewat penawaran yang tetap dan hal ini terlihat mendapat sambutan di wilayah Asia Tenggara.

Tentu saja, Beijing juga mengambil tindakan pembalasan terhadap Washington dan tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan apapun demi unjuk kekuatan di Asia Tenggara. Untuk melawan intervensi AS, Cina telah meningkatkan latihan militer di kawasan, menerapkan tekanan lebih besar pada Taiwan, dan memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.

Menurut banyak pakar, Cina sedang membuka gerbang kekuasaan di dunia dan memasuki arena persaingan dengan AS, di mana persaingan geopolitik antara kedua kekuatan ini semakin meningkat. Oleh sebab itu, AS menerapkan kebijakan membendung pengaruh Cina di tingkat regional dan global.

Faktanya, seluruh rangkaian kebijakan AS mulai dari perang dagang hingga penjualan senjata ke Taiwan, adalah tentang membendung pengaruh Cina. Perilaku tidak diplomatis Trump dan kekhawatiran para pemimpin Asia tentang komitmen AS terhadap janji-janjinya telah mengubah situasi yang menguntungkan Cina. (RM)