Pengurangan Tentara di Pangkalan Militer Terbesar AS di Logar, Afghanistan
Militer AS telah mengurangi jumlah pasukannya di pangkalan militer terbesarnya di provinsi Logar, di selatan ibukota Afghanistan, Kabul.
Pejabat lokal di provinsi Logar mengatakan pasukan AS telah meninggalkan pangkalan Fob Shank, pangkalan militer AS terbesar di provinsi itu, dan pangkalan itu sekarang di bawah kendali pasukan pemerintah Afghanistan.
Menurut pejabat militer di Logar, sebelum kesepakatan AS-Taliban tercapai, sekitar 600 pasukan khusus AS telah hadir di pangkalan Fob Shank, tetapi sekarang jumlahnya telah berkurang menjadi 300. Pangkalan itu, yang dalam beberapa tahun terakhir sempat menampung hingga 18.000 tentara asing.
Pengurangan tentara di pangkalan militer AS terbesar di provinsi Logar Afghanistan akan menurunkan jumlah penyebaran kehadiran militer AS, tetapi masih harus dilihat apa efeknya penarikan pasukan dari pangkalan tersebut.
Ada dua kemungkinan skenario bagi militer AS dalam mengosongkan dan mengevakuasi pangkalan Fob Shank di provinsi Logar.
Dalam skenario pertama, militer AS telah menyerahkan pangkalan Fob Shank kepada pasukan pemerintah Afghanistan untuk mengurangi sebagian pengeluarannya di negara itu. Apalagi di pangkalan Fob Shank ketika diserahkan kepada pasukan pemerintah Afghanistan, hanya menampung 300 tentara AS. Militer AS telah memutuskan untuk mengurangi pengeluarannya di Afghanistan dengan memindahkan pasukan dari Fob Shank ke pangkalan lain.
Dalam skenario kedua, militer AS bermaksud menarik pasukannya secara bertahap dari Afghanistan dengan menarik pasukannya dari pangkalan Fob Shank di Logar.
Dalam menganalisa kebijakan dan tindakan para pejabat politik dan militer AS serta tanda-tanda yang ada dari respon negara tersebut terhadap perkembangan di Afghanistan, skenario pertama mengenai evakuasi markas "Fob Shank" lebih tepat.
Meskipun Amerika Serikat berjanji untuk menarik semua tentaranya dari Afghanistan pada akhir tahun 2020 dalam perjanjian damai dengan Taliban pada Februari 2020, Amerika Serikat tetap tidak memperhatikan masalah ini dan kurangnya komitmen Gedung Putih terhadap proses perdamaian Afghanistan-Afghanistan di Qatar juga memberikan dampak yang sangat negatif.
Persyaratan gencatan senjata dan kemajuan dalam pembicaraan damai dengan penarikan penuh pasukan AS dari Afghanistan menunjukkan bahwa desakan Gedung Putih untuk mempertahankan kehadiran militernya di Afghanistan merupakan hambatan utama bagi perdamaian di Afghanistan.
Mengingat bahwa Amerika Serikat baru saja memindahkan pasukannya dari pangkalan Fob Shank ke pangkalan lain di Afghanistan, langkah ini tidak bisa menjadi langkah untuk memenuhi tuntutan rakyat negara ini bagi penarikan pasukan penjajah dan memperlancar pembicaraan damai.
Kunjungan Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad ke Kabul pada malam putaran kedua pembicaraan antar-Afghanistan yang bertepatan dengan evakuasi Fob Shank oleh pasukan AS dapat menjadi kesempatan bagi para pejabat Kabul untuk memperingatkannya sekali lagi tentang konsekuensi dari sikap Gedung Putih yang tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian damai dengan Taliban.
Jika Amerika Serikat melanjutkan kehadiran militernya di Afghanistan dengan hanya memindahkan pasukannya di Afghanistan, hasil dari pembicaraan damai putaran kedua dengan Taliban, yang akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang dengan kembalinya tim perunding Afghanistan ke Qatar, akan serupa dengan putaran pertama yang hanya menghilangkan kesempatan untuk membangun perdamaian di negara itu.