Tarik Ulur Hubungan Uni Eropa dengan Cina
-
Presiden Dewan Eropa Charles Michel.
Tensi ketegangan antara Uni Eropa dan Cina meningkat, terutama setelah Brussels menangguhkan perjanjian investasinya dengan Beijing dan menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat Tiongkok. Tapi pada saat yang sama Uni Eropa memandang Beijing sebagai mitra penting perdagangannya.
Hubungan Uni Eropa dan Cina semakin renggang, karena perdagangan dan ekonomi Tiongkok terus tumbuh, meskipun menghadapi tekanan sanksi Washington. Pada saat yang sama, Cina menjadi mitra dagang Uni Eropa dengan nilai perdagangan mencapai 586 miliar euro di tahun 2020.
Impor utama Uni Eropa dari Cina berupa barang industri dan konsumen dari mesin peralatan, sepatu hingga pakaian. Adapun ekspor utama Uni Eropa ke Tiongkok adalah mesin peralatan, kendaraan bermotor, pesawat terbang, dan bahan kimia.
Terlepas dari hubungan perdagangan dan ekonomi yang luas ini, Brussels telah mengambil sikap pro-Washington terhadap Beijing dalam beberapa bulan terakhir. Uni Eropa mengamini langkah AS terhadap Cina dengan melancarkan berbagai dalih, seperti pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, tempat tinggal warga Uighur.
Selama beberapa tahun terakhir, terutama di era kepresidenan Donald Trump, persaingan perdagangan dan keamanan antara Cina dan Amerika Serikat telah meluas ke titik perang perdagangan antara kedua negara, yang meningkatkan kekhawatiran bagi Washington dan sekutunya.
Pejabat AS prihatin terhadap superioritas Cina di dunia baik dalam hal keamanan maupun perdagangan. Jadi mereka telah mengambil inisiatif untuk menghadapi Cina dan memperluasnya kepada sekutu mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat Cina dengan dalih pelanggaran hak asasi manusia. Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Beijing atas pelanggaran hak asasi manusia di provinsi Xinjiang. Brussels percaya bahwa pemerintah Cina telah secara ilegal menahan orang-orang Uighur di kamp-kamp di wilayah tersebut. Tapi pemerintah Cina membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan mereka menggunakan kamp tersebut sebagai pusat pelatihan militer untuk memerangi terorisme.
Uni Eropa telah menghentikan investasi di Cina dalam sebuah langkah baru. Perjanjian tersebut diselesaikan pada bulan Desember tahun lalu, tetapi belum menerima semua persetujuan yang diperlukan dari lembaga-lembaga Eropa, termasuk Parlemen Eropa, sehingga penangguhan perjanjian tersebut semakin meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Brussels.

Sanksi itu datang ketika pejabat Cina baru-baru ini memperingatkan bahwa tindakan semacam itu dapat menyebabkan lebih banyak konfrontasi antara Cina dan Uni Eropa. Zhang Ming, Duta Besar Cina untuk Uni Eropa mengatakan, "Sanksi adalah konfrontasi. Sanksi dijatuhkan berdasarkan informasi palsu yang dapat dengan sengaja merusak keamanan dan pembangunan Cina, dukungan dan keamanan pemerintah bagi rakyatnya, dan kami menginginkan dialog, bukan konfrontasi,".
Meskipun ada sanksi dan penangguhan perjanjian, para pejabat Eropa selalu bersikeras bahwa mereka ingin melanjutkan hubungannya dengan Cina. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, mengatakan, "Uni Eropa harus berinteraksi dengan Cina meskipun ada perbedaan pandangan keduanya. Faktanya, Uni Eropa mengambil jalan yang salah dengan menjauhkan diri dari Beijing. Pada saat yang sama, Cina adalah mitra, saingan dan lawan secara bersamaan, dan di ketiga sisi tersebut, kita membutuhkan cara komunikasi yang kuat dan stabil dengan Cina, sehingga tidak salah jalan".
Meskipun Uni Eropa tampaknya telah meningkatkan tekanan terhadap Cina untuk bersekutu dengan Amerika Serikat, tapi pada saat yang sama mereka juga mengkhawatirkan reaksi tajam dari para pejabat Cina dan penghentian total hubungan mereka. Menurut pejabat Uni Eropa, Tiongkok adalah mitra strategis dan penting, terutama di bidang pengembangan perdagangan yang tidak boleh ditinggalkan, sebagaimana yang ditekankan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Beijing,Nicolas Chapuis,"Situasi perjanjian ini tidak begitu menyenangkan, kami masih bekerja dekat dengan Kementerian perdagangan Cina,".(PH)