Gerakan Rakyat Iran Melawan Rezim Tirani
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i10825-gerakan_rakyat_iran_melawan_rezim_tirani
Kebangkitan 15 Khordad merupakan titik pangkal sejarah dan permulaan Revolusi Islam Iran. Kebangkitan ini adalah sebuah gerakan politik, sosial, pemikiran, dan budaya yang unik sebagai sarana untuk merealisasikan kemenangan Revolusi Islam. Salah satu karakteristik Kebangkitan 15 Khordad adalah peran vital kepemimpinan Syiah sebagai poros utama kekuatan politik.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 04, 2016 15:20 Asia/Jakarta

Kebangkitan 15 Khordad merupakan titik pangkal sejarah dan permulaan Revolusi Islam Iran. Kebangkitan ini adalah sebuah gerakan politik, sosial, pemikiran, dan budaya yang unik sebagai sarana untuk merealisasikan kemenangan Revolusi Islam. Salah satu karakteristik Kebangkitan 15 Khordad adalah peran vital kepemimpinan Syiah sebagai poros utama kekuatan politik.

Rezim Shah adalah rezim anti-Islam dan politik sekuler telah mengusai Iran pada saat mayoritas masyarakat cenderung menghendaki terwujudnya pemerintahan Islam. Sebelum 15 Khordad, tidak ada marja taklid yang berjuang dan aktif di kancah politik seperti Imam Khomeini yang dengan gigih dan tak mengenal lelah melawan rezim despotik Pahlevi. Beliau adalah tipikal ulama yang memimpin gerakan besar rakyat Iran pada 15 Khordad.

 

Menyusul diusulkannya draf negara federal di Majelis Dewan Nasional pada tahun 1341 Hijriah Syamsiah, Imam Khomeini ra memulai perjuangannya melawan rezim Pahlevi. Puncak perjuangan ini terjadi ketika pasukan rezim pada 2 Farvardin menyerang Madrasah Feizieh, Qom yang mengakibatkan para pelajar agama dan ulama yang berada di sana cidera dan gugur syahid. Mereaksi perbuatan terkutuk rezim Pahlevi, Imam Khomeini ra pada hari Asyura tahun 1342 HS menyampaikan pidato historis menentang rezim Shah Pahlevi dan Israel.

 

Akibat pidato yang membongkar konspirasi rezim Shah dan Israel, pasukan keamanan rezim menahan Imam Khomeini ra. Berita penahanan Imam Khomeini ra dengan cepat menyebar di Qom, Tehran dan setelah itu di daerah-daerah lainnya. Menyaksikan kemarahan rakyat atas penahanan Imam, Shah kemudian dengan bantuan Amerika Serikat pada 15 Khordad 1342 HS (5 Juni 1963) membantai warga Qom, Tehran, Shiraz, Mashad, Tabriz dan daerah-daerah lainnya.

 

Tidak ada angka yang pasti mengenai berapa jumlah sebenarnya warga yang syahid akibat pembantaian itu, tapi diperkirakan antara 5 hingga 15 ribu orang. Meski diterapkan sensor berita yang ketat, tapi kabar mengenai penahanan Imam Khomeini ra dan Kebangkitan 15 Khordad dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru negeri dan membangkitkan gelombang kemarahan rakyat terhadap Shah Pahlevi.

 

Akhirnya, setelah ditahan selama 10 bulan, Imam Khomeini ra dibebaskan pada 18 Farvardin 1343 HS dan setelah itu, beliau kembali melanjutkan perjuangannya melawan rezim Shah. Kebangkitan 15 Khordad merupakan titik perubahan dalam sejarah perjuangan bangsa Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra.

 

Kebangkitan 15 Khordad sekilas tampak menguntungkan Shah Pahlevi dengan aksi brutalnya, namun gerakan itu justru berujung pada kemenangan Revolusi Islam. Para analis percaya bahwa sejarah kontemporer Iran memiliki banyak titik balik dan momen sensitif, tetapi Kebangkitan 15 Khordad menempati kedudukan istimewa. Menurut mereka, Revolusi Islam merupakan kristalisasi dari gerakan-gerakan besar historis seperti, gerakan anti monopoli tembakau, gerakan nasionalisasi minyak Iran, dan Kebangkitan 15 Khordad, silsilah terakhir dari peristiwa besar itu sebelum Revolusi Islam.

 

Pada dasarnya, Kebangkitan 15 Khordad telah mengungkap esensi rezim despotik Shah lebih dari sebelumnya dan titik dimulainya badai besar Revolusi Islam. Oleh karena itu, Kebangkitan 15 Khordad tidak boleh dijelaskan hanya berdasarkan teori-teori atau istilah-istilah politik. Istilah kebangkitan biasanya dipakai untuk menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap penguasa dan bertujuan untuk mengganti rezim tanpa mengubah struktur dan nilai-nilai politik dan sosial yang berlaku. Sementara Kebangkitan 15 Khordad memiliki tujuan ideologis, nilai, dan posisi sejarah. Gerakan ini tidak semata-mata ingin merekonstruksi politik dan sosial, tapi merupakan sebuah awal kebangkitan besar.

 

Oleh sebab itu, Kebangkitan 15 Khordad sejak awal mengusung tujuan-tujuan revolusioner yang memiliki beragam karakteristik. Sebenarnya, esensi ideologis kebangkitan ini merupakan kumpulan dari akidah dan cita-cita yang berorientasi pada masa depan, di mana ingin mengakhiri dominasi imperialis dan despotisme di Iran. Gerakan ini bukan untuk mengejar ambisi-ambisi pribadi, tapi tujuan luhurnya adalah untuk mengembalikan indepensensi politik, ekonomi, pemikiran, budaya, sosial, militer, dan identitas bangsa serta agama sebagai landasan hak-hak rakyat Iran.

 

Menurut perspektif politik dan sosial, faktor yang mendorong lahirnya kebangkitan dan revolusi serta penggulingan rezim Shah adalah serangkaian perkembangan politik dan sosial di tahun-tahun sebelumnya. Transformasi itu memiliki peran signifikan pecahnya kebangkitan. Secara umum, dukungan penuh Amerika Serikat dan situasi politik yang mencekam, memiliki peran mendasar dalam dominasi menyeluruh rezim Shah di Iran. Meski situasinya mengerikan, kebangkitan Imam Khomeini ra merupakan satu-satunya gerakan politik-agama yang bertanggung jawab untuk mengarahkan revolusi.

 

Kurang dari 10 tahun pasca kudeta AS dan Inggris, pada Juni 1963 berlangsung demonstrasi berdarah melawan rezim despotik di berbagai kota di Iran, terutama di Tehran dan Qom. Shah tidak berhasil menumpas perlawanan bangsa Muslim Iran, meski ia mengerahkan seluruh militernya. Pada Juni 1963, rakyat Iran berhasil mengibarkan bendera perlawanan Islam di bawah pimpinan Imam Khomeini ra. Dengan keimanannya yang dalam dan suluk politiknya, Imam Khomeini ra menganalisis dan memprediksi sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di kawasan dan dunia.

 

Sejarah menjadi saksi bahwa pemikiran politik dan revolusi Imam Khomeini ra, tidak hanya berdampak besar pada kemenangan Revolusi Islam di Iran, tapi juga berperan dalam lahirnya Kebangkitan Islam di kawasan. Kebangkitan Islam termasuk salah satu bukti dari keyakinan dan nilai-nilai spiritual di dunia Islam. Perkembangan yang dimulai dari Afrika Utara dan Timur Tengah ini, sekarang telah menjadi sebuah keyakinan politik pada tingkat regional dan internasional. Gerakan Kebangkitan Islam praktis menyusahkan Barat dan mereka gagal membendung usaha untuk meletakkan nilai-nilai kemanusiaan dan agama di tengah komunitas Muslim.

 

Tanpa syak bahwa Kebangkitan Islam dan gerakan pembebasan gaya Imam Khomeini ra memiliki pengaruh besar dalam membentuk gerakan-gerakan Islam masa kini. Kebangkitan Islam pada dasarnya ingin mewujudkan gerakan melawan sistem hegemoni di dunia modern, sebuah gerakan yang sudah didengungkan oleh Imam Khomeini ra jauh-jauh hari. Pemikiran-pemikiran Imam Khomeini ra telah menghidupkan identitas sejati bangsa-bangsa dan menemukan kembali nilai-nilai yang hilang dari mereka. Sekarang, dampak-dampak pemikiran itu bahkan dapat disaksikan di negara-negara Barat mulai dari AS hingga Eropa.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyebut Kebangkitan Islam sebagai fenomena mengagumkan yang akan menjadi landasan bagi lahirnya peradaban Islam dalam kurun waktu yang tidak begitu lama. Menurut beliau, Kebangkitan Islam sekarang sudah menjadi fakta yang tanda-tandanya bisa disaksikan di seluruh pelosok Dunia Islam. Bukti paling mencolok adalah kecenderungan besar opini publik dunia, khususnya pemuda untuk menghidupkan kembali kebesaran dan keagungan Islam serta menguak wajah rezim-rezim hegemoni yang bengis, keji dan congkak.

 

Revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra merupakan bukti paling nyata dari gerakan-gerakan ini. Kini gerakan Kebangkitan Islam tidak dapat menutup mata dari kebutuhannya akan kehadiran ulama. Kewajiban penting ulama dan cendekiawan dunia Islam dalam kondisi saat ini adalah menjelaskan dimensi teoritis dan landasan Qurani, hadis dan fiqih dari Kebangkitan Islam, menjelaskan tujuan dan cita-cita utama Kebangkitan Islam serta menghadapi segala bentuk pemikiran ekstrim yang berusaha mendistorsi gerakan rakyat ini.