Jun 14, 2016 05:01 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 14 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ali Dabiran Wafat

 

762 tahun yang lalu, tanggal 8 Ramadhan 675 Hq, Najmuddin Ali Dabiran, yang terkenal dengan nama Katibi, seorang filsuf dan ahli perbintangan terkemuka Iran, meninggal dunia.

 

Informasi mengenai riwayat kehidupan Katibi tidak banyak diperoleh. Namun, diketahui bahwa Nashiruddin Thusi seorang ulama besar masa itu, telah meminta Katibi untuk mendampinginya dalam pekerjaan di observatorium "Maraghe" yang terkenal di zaman itu.

 

Ilmuwan muslim ini dalam waktu yang cukup lama bekerja di observatorium tersebut. Selain itu, Katibi juga banyak meninggalkan karya penulisan di bidang filsafat dan logika, di antaranya berjudul "Jami'ud Daqayiq" dan "Hikmatul Ain".

 

Serangan Mesir ke Sudan

 

196 tahun yang lalu, tanggal 14 Juni 1820, pasukan Mesir yang dipimpin oleh Muhammad Ali Pasha menyerang Sudan dan berhasil menduduki sebagian besar kawasan utara negara ini.

 

Seiring dengan itu, pasukan imperialis Inggris melancarkan invasi ke wilayah selatan Sudan dan berhasil menguasai wilayah tersebut. Tahun 1881, rakyat Sudan di bawah kepemimpinan Mahdi Sudani bangkit melawan pendudukan Mesir dan Inggris.

 

Empat tahun setelah itu, pada tahun 1885, gerakan perlawanan rakyat Sudan berhasil memberikan pukulan telak kepada pasukan Inggris dan Mesir. Namun pada tahun 1898, gerakan perlawanan Mahdi Sudani kalah dari tentara gabungan Inggris-Mesir. Setahun setelah itu, Inggris dan Mesir melalui kesepakatan bersama memegang kendali pemerintahan di Sudan.

 

Sudan berhasil meraih kemerdekaannya pada bulan Januari tahun 1956.

 

Pasukan Perancis mendarat di Aljazair

 

186 tahun yang lalu, tanggal 14 Juni 1830, tentara Perancis mendarat di pantai Aljazair yang mengawali serbuan negara imperialis ini ke Aljazair.

 

Perancis menghadapi perlawanan sengit rakyat Aljazair yang menolak penjajahan atas negeri mereka. Dengan berbagai cara, akhirnya Perancis berhasil menduduki Aljazair secara penuh tahun 1910.

 

Meski demikian perlawanan bersenjata rakyat Aljazair tetap berlanjut dan memuncak seiring dengan berakhirnya perang dunia II.Tahun 1962, dengan semakin meningkatnya perlawanan rakyat dan tekanan dunia, Presiden Perancis saat itu Charles de Gaulle terpaksa menyetujui pemberian status kemerdekaan penuh kepada Aljazair.

 

Mariner 5 Diluncurkan

 

49 tahun yang lalu, tanggal 14 Juni 1967, pesawat ruang angkasa Mariner diluncurkan menuju planet Venus.

 

Pesawat itu membawa perlengkapan eksperimen untuk satelit di atmosfer Venus, mengukur spektrum hydrogen Lyman-alpha (ultraviolet berat), dan contoh partikel Matahari serta fluktuasi medan magnet di atas planet.

 

Mariner 5 sebenarnya dibangun sebagai cadangan Mariner 4. Namun setelah misi Mariner 4 sukses, pesawat tersebut dimodifikasi dengan membalik dan mengurangi ukuran panel Matahari serta menambah perisai panas untuk misi Venus. Pesawat itu diluncurkan menuju Venus pada 14 Juni 1967 dan terbang di atas planet tersebut 19 Oktober tahun yang sama di ketinggian 3.990 kilometer.

 

Dengan peralatan yang lebih sensitif daripada pendahulunya, Mariner 2, Mariner 5 memancarkan cahaya baru dan menutupi planet tersebut dengan awan. Setelah misi selesai, Venus diketahui memiliki permukaan yang panas dan sebuah atmosfer yang bahkan lebih tebal daripada yang diperkirakan. Operasi Mariner 5 berakhir pada November 1967 dan sekarang pesawat tersebut jatuh di orbit heliosentris yang berada di sekitar Matahari.

 

Sidang Pertama Antarparlemen Islam di Tehran

 

17 tahun yang lalu, tanggal 25 Khordad 1378 Hs, parlemen negara-negara Islam melakukan sidang pertamanya di Tehran, Iran.

 

Sidang pertama perwakilan parlemen-parlemen negara-negara Islam diselenggarakan di Tehran, pada 25 Khordad 1378 Hs dengan tujuan mendirikan Uni Antarparlemen Islam. Sidang ini dibuka dengan pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan pidato Hujjatul Islam Sayid Mohammad Khatami, Presiden Iran waktu itu.

 

Dalam sidang tiga hari itu, ketua-ketua dan delegasi parlemen dari 28 negara hadir dalam pertemuan ini. Dalam sidang itu, Iran terpilih sebagai ketua Uni Antarparlemen Islam dan satu dari pekerjaan penting organisasi ini adalah hubungan antarparlemen negara-negara Islam.

 

Dalam sidang ini juga diratifikasi anggaran dasar Uni Antarparlemen Islam dan selama 2 tahun Iran menjadi ketua organisasi ini. Konferensi Uni Antarparlemen melakukan sidangnya di salah satu negara anggota dua tahun sekali. Dewan Konferensi, Komite Pelaksana dan Sekretariat organisasi ini berada di Tehran.