Jun 15, 2016 05:34 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 15 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ologh Beigh Wafat

 

584 tahun yang lalu, tanggal 9 Ramadhan 853 Hijriah, Ologh Beigh, seorang cendekiawan besar di bidang astronomi, meninggal dunia. Dia dilahirkan di Iran dan kemudian diasuh oleh kakeknya, "Timur" yang menjadi pendiri Dinasti "Timurian".

 

Di antara karya Ologh Beigh yang penting adalah pendirian observatorium tiga tingkat di kota Samarkhand, tahun 828 Hijriah dan penyusunan jadwal penghitungan penanggalan dan kondisi perbintangan, yang dikenal dengan nama "Deviasi Ologh Beigh".

 

Penumpasan Gerakan Perlawanan di Skotlandia

 

308 tahun yang lalu, tanggal 15 Juni 1708, kerajaan Inggris melakukan aksi penumpasan terhadap gerakan kemerdekaan Skotlandia.

 

Sejak lama, Inggris berusaha untuk mencaplok wilayah Skotlandia dan memasukkannya ke dalam wilayah Britania. Ambisi ini tercapai setelah Raja James I yang berdarah Skotlandia naik tahta tahun 1603. Sejak saat itulah, Skotlandia secara resmi menjadi bagian dari kerajaan Inggris.

 

Gerakan perlawanan bersenjata luas di Skotlandia menunjukkan bahwa rakyat Skotlandia menolak pendudukan Inggris atas negeri mereka. Tahun 1707, London melakukan penggabungan dua parlemen Inggris dan Skotlandia. Kebijakan ini tak urung memicu protes dan kemarahan rakyat Skotlandia yang berakibat pada munculnya gerakan perlawanan bersenjata.

 

Akhirnya pada tanggal 15 Juni 1708, kerajaan Inggris melakukan penumpasan besar-besaran terhadap gerakan perlawanan rakyat Skotlandia ini. Tahun 1999, menyusul kian meningkatnya tekanan terhadap London, kerajaan Inggris terpaksa menyetujui pemberian hak kepada rakyat Skotlandia untuk membentuk parlemen terpisah.

 

Berlin Dipilih Sebagai Ibukota Jerman

 

168 tahun yang lalu, tanggal 15 Juni tahun 1848, kanselir Jerman Otto von Bismarck meresmikan kota Berlin yang bersejarah sebagai ibukota Jerman.

 

Setelah pecahnya Perang Dunia II dan terpisahnya Jerman menjadi dua bagian, Timur dan Barat, kota Berlin yang indah juga terbagi menjadi dua dengan dibangunnya tembok yang memisahkan dua bagian kota itu.

 

Bulan September 1990, setelah ambruknya tembok Berlin, proses unifikasi Jerman mengemuka. Akhirnya setelah bersatunya kembali dua negara yang terpisah lebih dari 40 tahun itu, Berlin kembali ditetapkan sebagai ibukota Jerman.

 

Ayatullah Syeikh Muhammad Bahari Hamedani Wafat

 

112 tahun yang lalu, tanggal 9 Ramadhan 1325 Hq, Ayatullahy Syeikh Muhammad Bahari Hamedani meninggal dunia dalam usia 70 tahun dan dikebumikan di kota Bahar, Hamedan.

 

Ayatullah Haj Syeikh Muhammad Bahari Hamedani adalah ulama besar dan arif terkenal abad 13 dan 14 Hijriah Qamariah di Iran. Beliau dikenal dengan ketakwaan, keilmuwan dan akhlaknya dalam mendidik murid-muridnya.

 

Ayatullah Bahari Hamedani lahir sekitar tahun 1265 Hq di kota Bahar, Hamedan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agamanya, beliau pergi ke Najaf al-Asyraf, Irak untuk melanjutkan pendidikannya dan setelah mencapai derajat ijtihad, Ayatullah Bahari Hamedani kemudian mengajar.

 

Sejak masa mudanya, Ayatullah Bahari Hamedani dikenal ahli ibadah dan selama di Najaf menjadi murid Mulla Hosseinqoli Hamedani. Setelah gurunya meninggal dunia, para pesuluk banyak yang meminta ijazah darinya. Beliau sendiri lebih banyak mengajar dengan lisan dan sebuah kumpulan buku bernama Tadzkirah al-Muttaqin merupakan hasil karyanya.

 

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi Wafat

 

97 tahun yang lalu, tanggal 26 Khordad 1298 Hs, Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi meninggal dunia di usia 40 tahun dan dimakamkan di kota Najaf.

 

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi lahir dari keluarga ulama pada 1258 Hs di kota Tabriz. Setelah belajar ilmu-ilmu dasar keagamaan di kota kelahirannya di bawah bimbingan ayah dan guru-guru di Tabriz, beliau kemudian pergi ke kota Najaf untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. Ayatullah Mojtahed Tabrizi selama di Najaf belajar kepada ulama besar masa itu seperti Akhond Mulla Mulla Muhammad Kazem Khorasani, Syaikh al-Syari'ah Isfahani, Sayid Muhammad Kazem Yazdi, Mirza Abu al-Qasim Erdoubadi, Muhaqqiq Nahawandi dan lain-lainnya.

 

Bertahun-tahun belajar di Najaf mengantarkankan Ayatullah Mojtahed Tabrizi mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Di antara ribuan murid fiqih dan ushul fiqih Akhond Khorasani, beliau termasuk yang mampu menarik perhatian gurunya. Selama belajar di Najaf, selain belajar fiqih, ushul fiqih, beliau juga menguasai perbintangan, matematika, puisi dan sastra.

 

Beberapa tahun berlalu, beliau pergi ke Mekah dan dalam perjalanan beliau terserang penyakit dan di akhir hidupnya beliau menderita lumpuh. Selama hidupnya beliau meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Urjuzah dalam ilmu ‘Arudh dan Qafiyah, catatan pinggir Kifayah al-Ushul dan catatan pinggir Lisan al-Khawas.