Lintasan Sejarah 18 Juni 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 18 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Al-Jauzi Meninggal
840 tahun yang lalu, tanggal 12 Ramadhan tahun 597 Hijriah, Ibnu Al-Jauzi, seorang ulama fiqih, hadis, dan sejarah abad ke-6 Hijrah, meninggal dunia di kota Bagdad.
Ibnu al-Jauzi dilahirkan pada tahun 510 Hijriah dan menghabiskan sebagian besar umurnya untuk menuntut ilmu dan menulis buku. Selain menguasai bidang fiqih dan hadis, Ibnu Al-Jawzi juga mahir dalam berkhutbah, sehingga menjadi kepercayaan dari para ulama di zamannya.
Karya tulis Ibnu Al-Jawzi mencapai 200 jilid dan yang terkenal di antaranya berjudul "al-Muntazhim" dan "Mawa'izh al-Muluk".
Raja Haji Fisabilillah, Pahlawan Nasional Wafat
232 tahun yang lalu, tanggal 18 Juni 1784, Raja Haji Fisabilillah wafat di Ketapang. Ia adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia.
Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Tanjung Pinang, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Raja Haji Fisabililah atau dikenal juga sebagai Raja Haji Marhum Teluk Ketapang adalah (Raja) Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV.
Ia terkenal dalam melawan pemerintahan Belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau Lama. Karena keberaniannya, Raja Haji Fisabililah juga dijuluki (dipanggil) sebagai Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi. Ia gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784. Jenazahnya dipindahkan dari makam di Melaka (Malaysia) ke Pulau Penyengat oleh Raja Ja'afar (putra mahkotanya pada saat memerintah sebagai Yang Dipertuan Muda).
Perang Waterloo Dimulai
201 tahun yang lalu, tanggal 18 Juni tahun 1815, dimulailah perang Waterloo yang merupakan perang terakhir antara Napoleon Bonaparte melawan negara-negara Eropa lainnya.
Perang ini terjadi di sebuah desa bernama Waterloo di Belgia. Pada saat itu, hujan yang sangat lebat menghalangi gerakan pasukan Perancis sehingga pasukan bantuan tidak sampai ke garis depan tepat pada waktunya. Akibatnya, Napoleon dan pasukannya kalah melawan tentara Prusia dan Inggris serta bertekuk lutut kepada negara-negara Sekutu.
Kekalahan itu sekaligus mengakhiri kejayaan kekaisaran Prancis dan kampanye militer Napoleon di Eropa. Napoleon sebenarnya sudah dipaksa pensiun sebagai kaisar Prancis pada 1814, namun dia berhasil meloloskan diri dari pengasingan di Pulau Elba menuju Prancis pada 1815.
Tak lama kemudian, Napoleon ditangkap dan kembali diasingkan, kali ini ke Pulau St. Helena. Enam tahun kemudian, dia wafat.
Gail Godwin Lahir
79 tahun yang lalu, tanggal 18 Juni tahun 1937, Gail Godwin, seorang novelis terkenal asal AS, terlahir ke dunia di Alabama.
Godwin menuntut ilmu d bidang jurnaslistik di University of North Carolina dan tahun 1966, ia meneruskan di Universitas Iowa untuk meraih gelar doktor di bidang sastra Inggris.Tesis yang diajukan oleh Gail Godwin adalah sebuah novel berjudul The Perfectionist yang diterbitkan tahun 1970. Setelah itu, Godwin menjadi profesor di Universitas Illionis dan terus menulis novel hingga akhir hayatnya.
Novelnya yang paling terkenal berjudul A Mother and Two Daughters yang terbit tahun 1981.
Ali Syariati Wafat
39 tahun yang lalu, tanggal 29 Khordad 1356 Hs, Doktor Ali Syariati, seorang cendekiawan Iran kontemporer, gugur di London akibat dibunuh oleh agen rahasia rezim Shah Pahlevi.
Ali Syariati dilahirkan pada tahun 1933 di Sabzewar, timur laut Iran. Pada saat menuntut ilmu di bidang sastra Persia, Ali Syariati aktif dalam kegiatan politik menentang rezim Shah. Ia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Sorbonne Perancis hingga meraih gelar doktor di bidang sejarah agama-agama.
Setelah kembali ke Iran, Doktor Ali Syariati aktif memberikan ceramah-ceramah kepada kaum muda Iran yang membahas masalah keadilan, perlawanan terhadap kezaliman, dan masalah-masalah agama yang dikaitkan dengan situasi sosial zaman itu. Pidato-pidato Ali Syariati banyak memberikan pencerahan kepada para pemuda Iran dan dia menjadi salah satu penggerak revolusi Islam di Iran.
Pidato-pidato Syariati disampaikan di Husainiah Irsyad, sebuah gedung pertemuan yang menjadi pusat penyebaran pemikiran perjuangan Islam. Di gedung tersebut, cendikiawan-cendekiawan besar lainnya, seperti Murthada Mutahhari dan Syahid Bahonar juga aktif memberikan ceramah-ceramahnya.
Dalam usianya yang pendek, Ali Syariati meninggalkan lebih dari 200 karya penulisan, di antaranya berjudul Islam dan Manusia, Sejarah Peradaban, dan Haji.