Jun 19, 2016 05:13 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 19 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Hajaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi Mati

 

1342 tahun yang lalu, tanggal 13 Ramadan 95 Hq, Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, seorang pejabat negara yang kejam dan haus darah pada masa pemerintahaan Bani Umayah meninggal dunia.

 

Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi menduduki jabatan tinggi pada masa Khalifah Abdul Malik Marwan dan Hisham Marwan. Selama masa kekuasaannya itu, Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqafi melakukan pembunuhan berdarah dingin terhadap para pendukung Imam Ali as dan keluarga Nabi Muhammad Saw.

 

Sebagian sejarawan menyebut jumlah orang yang dibunuh oleh Hajjaj mencapai 120.000 orang. Di antara kejahatan besar Hajjaj yang lain adalah serangan ke Mekah dan perusakan Ka'bah. Di akhir usianya, Hajjaj mengalami gangguan jiwa. Jenazahnya dikuburkan secara diam-diam untuk menghindari kemarahan rakyat banyak.

 

Maximilian Tewas

 

149 tahun yang lalu, tanggal 19 Juni tahun 1867, Maximilian, keturunan Austria yang menjadi raja di Meksiko, tewas dibunuh para pejuang kebebasan negara itu.

 

Meksiko merdeka pada tahun 1821, namun negara itu masih terus dilanda kekacauan politik. Setelah Benito Juarez pada tahun 1855 menjadi presiden, ia melakukan kebijakan liberal dan sekularisasi gereja.

 

Akibatnya, kekuasaan gereja yang merupakan perpanjangan tangan imperialisme negara-negara Eropa menjadi berkurang dan  hal ini menimbulkan kemarahan negara-negara Eropa, terutama Perancis. Pada tahun 1866, Perancis melantik kerajaan boneka di Meksiko dengan Maximilian sebagai raja. Namun perjuangan kemerdekaan yang dilancarkan Benito Juarez  mencapai hasil dengan dibunuhnya Maximilian dan Benito Juarez kembali diangkat sebagai presiden.

 

Mirza Qashqa'iy Wafat

 

109 tahun yang lalu, tanggal 13 Ramadan 1328 Hq, Mirza Jahan-gir Khan Qashqa'iy, seorang ulama dan ahli sufi Iran, meninggal dunia.

 

Mirza Qashqa’iy dilahirkan di kawasan Qashqa'iy, Iran tengah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di bidang ilmu dan makrifat,  Mirza Qashqa'iy pergi ke Isfahan untuk mengajar agama di sana.

 

Beliau mengajar selama 50 tahun dan berhasil mendidik ulama-ulama terkenal, di antaranya Ayatullah Modarres dan Ayatullah Boroujerdi. Pada usianya ke-85 tahun, beliau wafat dan dimakamkan di Isfahan.

 

Jenderal Ahmad Yani Lahir

 

94 tahun yang lalu, tanggal 19 Juni 1922, Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah.

 

Jenderal Ahmad Yani adalah seorang pahlawan revolusi dan nasional Indonesia. Beliau dikenal sebagai seorang tentara yang selalu berseberangan dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Ketika menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat sejak tahun 1962, ia menolak keinginan PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani. Jabatan terakhir sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat(Men/Pangad) sejak tahun 1962.

 

Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran Dibentuk

 

65 tahun yang lalu, tanggal 19 Juni 1951, menyusul disahkannya UU Nasionalisasi minyak Iran, dibentuklah Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran yang terdiri dari para ahli di bidang perminyakan.

 

Setelah dibentuknya dewan ini, Iran melepaskan diri dari segala urusan dengan perusahaan minyak Inggris yang sebelumnya menguasai perminyakan Iran.

 

Pemutusan hubungan ini diikuti dengan keluarnya 450 tenaga kerja asing dari Iran dan sebagai balasan, Inggris melancarkan ancaman militer serta berbagai upaya politik untuk menggagalkan upaya nasionalisasi minyak Iran tersebut. Hari pembentukan Dewan Pelaksana Nasionalisasi Minyak Iran hingga kini diperingati rakyat Iran sebagai "hari pemutusan hubungan dengan perusahaan minyak Inggris."

 

Kelompok Munafik Ledakan Makam Imam Ridha as

 

23 tahun yang lalu, tanggal 30 Khordad 1372 Hs, kelompok munafik meledakkan makam Imam Ridha as.

 

Pada sore hari 30 Khordad 1372 Hs yang bertepatan dengan Asyura 1415 Hq terjadi ledakan dari dalam komplek makam suci Imam Ridha as, Mashad. Saat itu puncak dari acara peringatan Asyura di sana dan ledakan itu terjadi tepat di dekat kuburan beliau. Akibat ledakan itu, puluhan peziarah dan pecinta Imam Ridha as syahid dan cidera.

 

Pasca aksi anti kemanusiaan ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam sebuah pesannya mengatakan, "Kelompok munafikin yang hatinya telah buta menunjukkan bahwa mereka tidak pernah menghormati kemuliaan dan kesuciaan Ahlul Bait. Para musuh munafik yang hatinya sudah keras dengan kejahatan yang mereka lakukan ini menunjukkan bahwa mereka tidak pernah komitmen dengan nilai-nilai kemanusiaan. Permusuhan mereka dengan rakyat mukmin Iran tidak mengenal batasan dan teritorial."