Jun 20, 2016 05:09 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 20 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Maghazali Meninggal Dunia

 

895 tahun yang lalu, tanggal 14 Ramadhan 542 Hq, Ibnu Maghazali, seorang ulama fiqih dan hadis meninggal dunia.

 

Ibnu Maghazali dilahirkan pada tahun 457 Hijriah dan pada masa mudanya, ia menuntut ilmu dari para ulama terkemuka di Irak. Satu-satunya karya Ibnu Maghazali adalah sebuah risalah hadis yang hingga kini masih tersimpan di perpustakaan Zahirian, kota Damaskus, Suriah.

 

Daniel Defoe Lahir

 

356 tahun yang lalu, tanggal 20 Juni tahun 1660, Daniel Defoe, seorang novelis terkenal Inggris, terlahir ke dunia.

 

Selain sebagai penulis novel, Defoe juga terkenal sebagai penulis kritik dan komentar politik pada zamannya. Sebelum zaman Defoe, karya-karya fiksi umumnya ditulis dalam bentuk drama dan Defoe menjadi salah satu perintis penulisan genre novel Inggris, bersama Samuel Richardson. Defoe juga dianggap sebagai salah satu bapak jurnalistik Inggris.

 

Sepanjang hidupnya, ia menulis lebih dari 500 buku dan pamflet. Karya-karya Defoe yang terkenal di antaranya berjudul Robinson Crusoe dan Captain Jack. Daniel Defoe meninggal dunia pada tahun 1731.

 

Syamsuddin Behbahani Wafat

 

189 tahun yang lalu, tanggal 14 Ramadhan 1248 Hq, Syamduddin Behbahani, seorang ahli filsafat dan ulama terkenal Iran abad ke-13 Hijriah meninggal dunia.

 

Behbahani pada usia muda telah menuntut ilmu kepada para ulama besar pada zamannya, di antaranya Muhaqqiq Behbahani. Syamsuddin Behbahani adalah seorang ulama berilmu tinggi yang menjalani hidup zuhud. Ia menghabiskan usianya dengan melakukan penelitian dan penulisan.

 

Syamsuddin Behbahani menulis penjelasan yang mendetail atas kitab "Ma'alimul Ushul", dan menulis beberapa risalah di bidang filsafat dan ushuluddin.

 

Pulau Okinawa Dikuasai Jepang

 

141 tahun yang lalu, tanggal 20 Juni 1875, pulau Okinawa yang terletak di Samudera Teduh di selatan Jepang, diduduki oleh tentara Jepang.

 

Namun pada akhir Perang Dunia II, pulau strategis ini diduduki oleh tentara AS. Setelah melalui berbagai perundingan panjang antara Washington dan Tokyo, akhirnya pada tahun 1972 AS menghentikan pendudukannya atas pulau Okinawa, namun tetap menguasai pangkalan militer yang ada di pulau tersebut.

 

Hingga saat ini pangkalan militer AS di Okinawa masih berdiri dan rakyat Jepang terus melancarkan demonstrasi dan tuntutan untuk dibubarkannya pangkalan militer itu.

 

Doktor Chamran Gugur Syahid

 

35 tahun yang lalu, tanggal 31 Khordad 1360 Hs, Doktor Mostafa Chamran gugur syahid di daerah Dehlaviyeh.

 

Doktor Mustafa Chamran, seorang ilmuwan Iran, gugur syahid dalam perang Irak-Iran. Berbeda dengan para ilmuwan umumnya yang melalui umurnya dalam penelitian dan dunia akademis, Doktor Chamran memilih keluar dari laboratoriumnya dan terjun ke medan tempur untuk membela tanah airnya.

 

Doktor Chamran dilahirkan tahun 1932 di Teheran dan menuntut ilmu di bidang teknik elektro di Universitas Teheran. Ia kemudian meraih beasiswa untuk meneruskan pendidikan ke Universtitas Berkeley, AS dan bahkan sempat diangkat menjadi dosen di Universitas Berkeley.

 

Namun ia kemudian memilih pergi ke Lebanon untuk bergabung dengan pejuang Lebanon, Musa Sadr dan mendirikan "Gerakan Kaum Tertindas" yang bertujuan membela bangsa Lebanon dan para pengungsi Palestina di sana yang ditindas oleh rezim Zionis.

 

Ketika Revolusi Islam Iran mencapai kemenangan tahun 1979, Doktor Chamran kembali ke Iran dan diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Islam Iran. Ketika Irak menginvasi Iran pada tahun 1980, Doktor Chamran bergabung dengan para pejuang Iran untuk melindungi Republik Islam sampai akhirnya gugur syahid.

 

Gempa di Gilan dan Zanjan

 

26 tahun yang lalu, tanggal 31 Khordad 1369 Hs, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang provinsi Gilan dan Zanjan, di sebelah utara dan barat laut  Iran.

 

Gempa yang terjadi pada malam hari itu, telah menelan korban jiwa dan kerugian material yang begitu besar. Pusat gempa tersebut, terjadi di kota Roudbar. Lebih dari 50 ribu orang tewas, 60 ribu lainnya luka-luka dan lebih dari setengah juta orang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan mengungsi.

 

Gempa bumi Roudbar menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar pula. Pasca kejadian gempa, pemerintahan dan rakyat Iran segera membantu para korban gempa, dan melakukan proses rekonstruksi kawasan gempa.