Jun 22, 2016 05:31 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 22 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Dimulainya Perang Qadisiyah antara Pasukan Islam dan Persia

 

1423 tahun yang lalu, tanggal 16 Ramadan 14 Hq, dimulai perang Qadisiyah antara pasukan Islam dan Persia.

 

Sebagai kelanjutan dari perang-perang yang terjadi di permulaan Islam, Khalifah Kedua menugaskan Saad bin Abi Waqqas untuk menguasai imperium Persia. Sementara dari Yazgerd III, Raja Sasanian menunjuk Farrokhzad sebagai komandan perangnya.

 

Setelah melakukan perundingan pertama, Saad bin Abi Waqqas mengusulkan agar Persia menerima Islam atau membayar jizyah, tapi pasukan Persia memilih untuk berperang. Akhirnya perang terjadi antara kedua pihak di daerah Qadisiyah, Irak.

 

Berperang selama beberapa hari membuat pasukan Persia mulai terlihat lemah dan akhirnya mengakui kekelahan. Kemenangan ini berujung pada pembukaan kota Qadisiyah dan sampainya pasukan Islam ke tepi pantai barat Sungai Dajlah menghadap Eyvan Madain, jatuhnya ibukota dan punahnya pemerintahan Sasanian.

 

Shah Wajibkan Pria Iran Pakai Topi Chapeau

 

89 tahun yang lalu, tanggal 2 Tir 1306 Hs, Parlemen Iran meratifikasi RUU yang mewajibkan pria Iran menggunakan topi chapeau.

 

Reza Khan Pahlevi, Shah Iran setelah berkuasa, senantiasa berusaha untuk menghapus simbol-simbol agama dan tradisi rakyat. Ia berusaha menggantikannya dengan budara Barat di Iran. Dalam usahanya, setiap kali ada kesempatan berbicara kepada rakyat, ia selalu menyampaikan draf undang-undang bagi pria Iran wajib menggunakan topi chapeau.

 

Undang-undang ini pada awalnya diterapkan pada menteri-menteri, pengacara, kepala kantor dan pegawai pemerintah. Selain itu, mereka juga dipaksa untuk memakai pakaian yang sama. Setelah itu, peraturan ini akan diterapkan juga di sekolah-sekolah dan mereka harus memakai pakaian seragam.

 

Golongan yang paling menolak perubahan pakaian ini adalah para pedagang dan menentang segala bentuk tekanan dan nasihat polisi. Selain itu, karena belum ada undang-undang yang mengatur soal memakai pakaian pendek dan jas, mayoritas rakyat dari pelbagai kalangan tidak bersedia meninggalkan pakaian turun temurun mereka. Hal ini akhirnya memunculkan benturan sosial.

 

Agar peraturan ini memiliki hukum, Reza Khan Pahlevi meminta parlemen untuk meratifikasi draf soal pemakaian topi chapeau. Parlemenpun melakukan sidang dan menyetujui draf itu pada 2 Tir 1306 Hs. Polisi mendapat tugas agar mensosialisasikan aturan ini dan mereka semakin menekan rakyat agar melakukannya. Sebaliknya, banyak tokoh yang menentang aturan ini. Mereka tidak melakukan aktivitas apa-apa dan hanya tinggal di rumah untuk menyatakan penolakannya atas aturan ini.

 

Nazi Melancarkan Operasi Barbarossa

 

75 tahun yang lalu, tanggal 22 Juni 1941, dalam era Perang Dunia Kedua, tentara Nazi Jerman melancarkan serangan besar ke Uni Soviet.

 

Sebelumnya, Jerman dan Soviet pernah menandatangani Pakta Non-agresi untuk melindungi perbatasan Jerman bagian timur. Namun, setelah Nazi berhasil mengalahkan Perancis, Hitler yang anti komunis itu berambisi untuk memperluas kekuasaannya ke Soviet.

 

Dalam Operasi Barbarossa ini, Hitler mengerahkan 3 juta 50 ribu pasukan, 7184 senjata artileri, 3,350 tank, 2,770 pesawat, 600,000 mobil, dan 625,000 kuda. Serangan dilancarkan dari tiga arah, Finlandia dan Polandia dengan target negara-negara Balkan dan Leningrad, serta dari arah Chekoslovakia dengan target Ukraina dan pegunungan Kaukasus.  Tentara Merah Soviet yang tidak siap dengan serangan ini, awalnya kalah telak dan kehilangan 3 juta tentaranya dan jutaan lainnya tertawan.

 

Namun dalam usaha mencapai ibu kota Soviet, Moskow, yang merupakan pertahanan terakhir Soviet, lumpur menjadi penghalang gerak pasukan Jerman. Selain itu, perlengkapan militer tentara Jerman pun menjadi beku oleh salju yang dahsyat. Tentara Soviet yang menyamar menjadi masyarakat biasa juga melakukan gerilya untuk memotong jalur suplai makanan pasukan Jerman. Akibatnya, Jerman terpaksa menelan kekalahan dalam pertempuran di Moskow, Leningrad, dan Stalingrad, dan akhirnya mundur total dari Soviet.

 

Parlemen Iran Periode Revolusi Konstitusional Dibubarkan

 

61 tahun yang lalu, tanggal 2 Tir 1334 Hs, Parlemen Iran periode Revolusi Konstitusional yang baru saja berdiri, dibubarkan oleh raja Iran saat itu, Shah Muhammad Ali Qajar.

 

Segera setelah Shah Muhammad Ali mengumumkan penentangannya terhadap parlemen itu, tentara Kazakstan di bawah panglima Rusia mereka, mengepung gedung parlemen dan terjadilah bentrokan antara mereka dengan para pejuang revolusi konstitusional yang menyebabkan sejumlah pejuang gugur syahid dan sebagian lainnya dipenjarakan, diasingkan, atau dihukum gantung.

 

Revolusi Konstitusional adalah gerakan perjuangan rakyat Iran di bawah pimpinan para ulama yang berusaha menerapkan kehidupan bernegara yang adil dan demokratis di Iran serta menentang infiltrasi asing di Iran.