Lintasan Sejarah 23 Juni 2016
Hari ini, Kamis tanggal 23 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Israk Mikraj Rasulullah Saw
1438 tahun yang lalu, tanggal 17 Ramadhan setahun sebelum Hijrah, sebagian riwayat menyebut 12 tahun setelah kenabian, Rasulullah Saw atas perintah Allah, melakukan perjalanan Israk Mikraj.
Israk Mikraj adalah perjalanan dari Mekah ke Baitul Maqdis dan kemudian, dari Baitul Maqdis, Rasulullah naik ke langit. Atas kekuasaan Allah Swt, semua perjalanan ini dilakukan Rasulullah hanya dalam satu malam.
Mukjizat besar yang dimiliki Rasulullah ini tercatat dalam al-Quran surat al-Isra ayat 1 yang artinya, "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Dalam perjalanan Isra Mikraj ini, Rasulullah menyaksikan berbagai rahasia Allah dan kehidupan di alam akhirat."
Peristiwa Perang Badar
1435 tahun yang lalu, tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah, terjadi Perang Badar, salah satu perang termasyhur di zaman Rasulullah Saw.
Badar adalah nama sumur yang terletak 120 kilometer di barat daya Madinah. Dalam perang ini, jumlah pasukan musyrikin adalah 920 orang, sementara pasukan muslim hanya sebanyak 313 dengan senjata dan fasilitas yang sangat terbatas. Meskipun demikian, dengan berbekal keimanan, pasukan muslimin berhasil menang.
Kemenangan di Perang Badar ini tercatat dalam al-Quran surat Ali Imran ayat 123, yang artinya, "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar , padahal kamu adalah orang-orang yang lemah . Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."
Perang Plassey Meletus
259 tahun yang lalu, tanggal 23 Juni tahun 1757, meletuslah perang antara tentara Inggris melawan pasukan Raja Bengal, Sirajud-Daulah.
Perang ini terjadi di kawasan bernama Plassey yang terletak di antara Kalkuta dan Murshidabad sehingga diberi nama Perang Plassey.
Tentara Inggris yang dipimpin oleh Robert Clive terdiri dari 800 orang Eropa dan 2200 pribumi sementara Sirajud-Daulah memiliki 50.000 pasukan yang dibantu oleh Perancis. Perang ini dimenangkan oleh Inggris, dan saingan imperialisnya, Perancis, terpaksa angkat kaki dari India.
Perang Plassey berakhir setelah berlangsung tujuh tahun dan sejak saat itu, hingga dua abad kemudian, India resmi menjadi daerah jajahan Inggris.
Samuel Taylor Colerigde
182 tahun yang lalu, tanggal 23 Juni 1834, Samuel Taylor Coleridge, seorang filsuf dan penyair aliran romantis Inggris, meninggal dunia.
Karya-karya filsafat Colerigde banyak mempengaruhi munculnya aliran transendentalisme di AS. Ia mengembangkan pemikiran transendentalismenya dengan mendapat banyak pengaruh dari filsuf-filsuf Jerman, di antaranya Friedrich Scheling.
Karya Colerigde berjudul Aids to Reflection yang terbit tahun 1829 dianggap sebagai pemicu gerakan transendentalis, melawan aliran John Locke dan meleburkan antara material dan spiritual, serta meningkatkan perbedaan krusial antara alasan dan pemahaman.
Pemberlakuan Situasi Darurat Militer Pasca Pembubaran Parlemen
108 tahun yang lalu, tanggal 3 Tir 1287 Hs, Mohammad Ali Shah Qajar memberlakukan kondisi darurat militer di Tehran pasca pembubaran parlemen.
Sehari pasca pembubaran parlemen Iran, Mohammad Ali Shah Qajar mengumumkan dan memberlakukan kondisi darurat militer di Tehran. Hal ini dilakukannya dengan tujuan menciptakan ketakutan di antara warga dan tidak ada organisasi yang melakukan rapat atau demonstrasi. Berdasarkan perintah ini, tentara Kazakhstan yang dipimpin panglima Rusia mereka diperintahkan untuk menangkap setiap orang yang bersenjata di kota.
Sesuai dengan perintah ini, seluruh bentuk pertemuan dan kumpul-kumpul dilarang dan polisi berhak menembak ke arah warga yang ingin berkumpul. Shah juga bersedia memberikan amnesti massal kepada warga asal tidak melakukan aksi mogok di kedutaan-kedutaan besar atau komplek makam suci Abdolazim di kota Rey.
Apa yang dilakukan Shah ini bertujuan membohongi mereka yang masih menuntut diberlakukannya Revolusi Konstitusi.