Jun 24, 2016 10:33 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 24 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Raja Henry VIII Naik Tahta

 

507 tahun yang lalu, tanggal 24 Juni tahun 1509, setelah meninggalnya Raja Inggris, Henry ke-7, putranya, Henry ke-8 naik tahta.

 

Henry ke-8 terlahir ke dunia tahun 1491. Berbeda dengan gaya ayahnya yang  kokoh dan pendiam, Henry ke-8 lebih senang pergi berburu ke pedesaan dan menyerahkan urusan pemerintahannya kepada pegawai-pegawainya.

 

Sejak tahun 1530-an, Henry ke-8 mulai banyak terlibat dalam pemerintahan dan pada era itulah gereja Inggris memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma. Pemisahan ini terjadi untuk meluluskan kehendak Henry ke-8 untuk menceraikan istrinya Catherine of Aragon dan menikahi Anne Boyle.Karena istrinya tersebut tidak memberikan keturunan laki-laki.

 

Napoleon Serang Rusia

 

204 tahun yang lalu, tanggal 24 Juni tahun 1812, Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte melakukan serangan besar ke wilayah Tzar Rusia.

 

Lima tahun sebelumnya kedua imperium ini menandatangani perjanjian non-agresi namun secara bertahap, hubungan kedua negara menjadi memburuk. Dalam serangan tersebut, pasukan Napoleon berhadapan dengan cuaca yang sangat dingin sehingga akhirnya mengalami kekalahan dari tentara Rusia.

 

Dari 350 ribu tentara Perancis yang dikerahkan Napoleon untuk menyerang Rusia, hanya 30 ribu tentara Perancis yang berhasil kembali dengan selamat ke negara mereka.

 

Perang Solferino Meletus

 

157 tahun yang lalu, tanggal 24 Juni tahun 1859, dalam era perjuangan bangsa Italia untuk mempersatukan wilayahnya, meletuslah perang antara pasukan Raja Sardinia, Victor Emmanuel III yang kelak menjadi raja Italia, dengan dukungan Perancis, melawan Austria.

 

Perang ini terjadi di daerah Solferino, Italia, sehingga dinamakan Perang Solferino.

 

Selama lebih dari lima generasi, Austria telah menduduki wilyah Italia, Lombardy dan Venesia, serta bertindak brutal terhadap rakyat Italia di sana. Di akhir perang, Austria mengalami kekalahan dan Venesia berhasil diambil kembali oleh Italia.

 

Azhim Khan Qarib Lahir

 

141 tahun yang lalu, tanggal 18 Ramadhan 1296 Hq, Mirza Abdul Adzim Khan Qarib, sastrawan dan  peneliti terkemuka Iran, terlahir ke dunia di kota Gorgan, Iran utara.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, dia melakukan penelitian di bidang sharf, nahwu, manthiq, matematika, dan sastra, sampai akhirnya menjadi ahli di bidang sastra.

 

Mirza Qarib banyak menulis buku-buku yang bertujuan untuk mengembangkan dan memperkenalkan bahasa dan sastra Persia, di antaranya berjudul "Qawaid Farsi", yang berisi tata bahasa Persia. Bukunya yang lain berjudul "Bidayatul Adab, Fawaidul Adab", yang memuat karya-karya sastra terbaik Iran dan penjelasan terhadapnya. Selain itu, Mirza Qarib juga melakukan pengoreksian atas teks-teks sastra besar seperti Gulistan dan Bustan karya Sa'di.

 

Siam Berubah Menjadi Monarkhi Konstitusional

 

84 tahun yang lalu, tanggal 24 Juni tahun 1932, sekelompok mahasiswa Siam yang menuntut ilmu di Paris, melangsungkan kudeta damai untuk menerapkan demokrasi di negara mereka.

 

Hasil dari kudeta damai ini adalah diubahnya sistem kerajaan Siam yang semula berupa monarkhi absolut menjadi monarkhi konstitusional. Raja tetap menjadi kepala negara namun pemerintahan dijalankan oleh campuran antara kekuatan sipil dan militer.

 

Raja Siam saat itu, Rama ke-7, pada tahun 1935 turun tahta dan pemerintah menunjuk keponakannya yang berusia 10 tahun, Ananda Mahidol sebagai pengganti. Namun, karena raja muda itu sedang menunut ilmu di Swiss, kepala pemerintahan dipegang seorang militer bernama Phibul Songkhram.

 

Pemerintahan Phibul pada tahun 1939 menukar nama Siam menjadi Thailand. "Thai" berarti "bebas" dan juga merupakan nama etnik mayoritas di Siam.

 

SAVAK Pindahkan Imam Khomeini ke Pangkalan Militer Eshrat Abad

 

53 tahun yang lalu, tanggal 4 Tir 1342 Hs, Imam Khomeini dipindahkan ke pangkalan militer Eshrat Abad dan di tempat ini Imam ditahan selama 40 hari.

 

Selama itu, selain Imam tetap melakukan ibadah kesehariannya, beliau menelaah buku-buku tentang Revolusi Konstitusi, kemerdekaan India, Indonesia dan lain-lain.

 

Selama ditahan di pangkalan militer ini, sejumlah ulama, termasuk kakak Imam berhasil menemui beliau di sana. Dalam pertemuan ini, secara tidak langsung beliau memahami tentang hijrahnya ulama dari kota-kota ke Tehran. Selain itu, setelah mengetahui diliburkannya pasar dan pelajaran hauzah, beliau langsung memerintahkan untuk kembali membuka pasar dan memulai pelajaran hauzah.