Lintasan Sejarah 25 Juni 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 25 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Pukulan Pedang Terhadap Imam Ali as
1397 tahun yang lalu, tanggal 19 Ramadhan 40 Hq, Ali bin Abi Thalib as, menantu, sepupu, dan orang terdekat Rasululalh Saw, ketika sedang melaksanakan shalat di Masjid Kufah, dipukul dengan pedang oleh seseorang bernama Abdurahman bin Muljam al-Muradi.
Kepala Imam Ali terluka parah akibat pukulan ini dan tiga hari kemudian, beliau gugur syahid. Setelah Rasululah Saw, Ali as adalah orang yang paling besar keberanian, iman, dan zuhudnya, serta paling tinggi ilmu dan keadilannya, dan paling mulia akhlaknya dalam sejarah Islam. Ali dibesarkan dan dididik dengan nilai-nilai Ilahiah oleh Rasulullah Saw.
Imam Ali as memeluk Islam sejak masa kanak-kanaknya dan merupakan lelaki pertama yang memeluk agama Ilahi ini. Dia selalu mendampingi Rasulullah di dalam menjalankan dakwah Islam dan selalu hadir membela Rasulullah dalam berbagai peperangan melawan kaum musyrikin. Selain itu, Imam Ali as dikenal berhati lembut dan amat menyayangi anak-anak yatim.
Imam Ali adalah seorang pemimpin yang sangat adil, sampai-sampai beliau pernah bersabda, "Demi Allah, biarpun aku harus dibaringkan dengan tanpa pakaian di atas duri-duri padang pasir atau diseret dengan rantai di atas tanah, semua itu lebih baik bagiku daripada aku harus menghadap Allah dan rasul-Nya dalam keadaan aku pernah menzalimi hamba-hamba-Nya."
Jamshid Kashani Wafat
605 tahun yang lalu, tanggal 19 Ramadhan 832 Hq, Ghiyatsuddin Jamshid Khashani, matematikawan dan ahli astronomi terkenal Iran, meninggal dunia.
Jamshid Khashani merupakan penemu banyak alat-alat untuk obeservatorium. Kemahirannya dalam ilmu matematika sedemikian tinggi, hingga dia merumuskan perbandingan dari keliling terhadap garis tengah lingkaran.
Jamshid Kashani adalah matematikawan pertama yang meletakkan pecahan desimal. Ilmuwan Iran ini meninggalkan karya-karya penting di bidang matematika dan astronomi, di antaranya berjudul "Kunci Penghitungan" dan "Risalah Alat-Alat Observatorium".
Para Bekas Budak AS Tiba di Liberia
194 tahun yang lalu, tanggal 25 Juni tahun 1822, para budak kulit hitam di Amerika Serikat yang telah dibebaskan, kembali ke tanah air mereka, Afrika.
AS membeli daerah di barat daya pantai Afrika untuk dijadikan tempat penyaluran para budak yang telah dibebaskan dan memberinya nama Monrovia sebagai penghormatan atas presiden AS, James Monroe.
Sejak tahun 1824, nama Liberia mulai digunakan dan Monrovia dijadikan pusat pemerintahan. Awalnya, Liberia berstatus sebagai salah satu negara bagian dari AS. Akhirnya pada tahun 1947, Joseph Roberts, Gubernur Liberia dan bekas budak dari Virginia, memproklamasikan kemerdekaan Liberia dan menjadi presiden pertama.
Mozambik Merdeka
41 tahun yang lalu, tanggal 25 Juni tahun 1975, Mozambik, sebuah negara di Afrika tenggara, memproklamasikan kemerdekaannya.
Pada akhir abad ke-15, sekelompok pelaut Portugis di bawah pimpinan Vasco da Gama tiba di Mozambik dan sejak saat itu dimulailah penjajahan Portugis atas Mozambik yang terus berlangsung hingga lima abad kemudian.
Mozambik merupakan salah satu kawasan dengan hasil bumi terkaya di Afrika, namun kekayaan alam itu habis-habisan dikuras oleh bangsa Portugis.
Sejak tahun 1964, gerakan kemerdekaan rakyat Mozambik menjadi semakin terorganisasi sampai akhirnya pada tahun 1974, Front Pembebasan Mozambik atau "Frelimo" dan Portugis menandatangani kesepakatan untuk mempersiapkan kemerdekaan Mozambik. Setahun kemudian, barulah negara itu meraih kemerdekaannya.
Ayatullah Reza Madani Kashani Wafat
24 tahun yang lalu, tanggal 5 Tir 1371 Hs, Ayatullah Reza Madani Kashani meninggal dunia dalam usia 89 tahun dan dimakamkan di kota Kashan.
Ayatullah Sheikh Reza Madani Kashani anak Ayatullah Mulla Abdurrasul Madani Mojtahed Kashani lahir di kota Kashan pada 1282 Hs. Pada awalnya beliau mempelajari ilmu-ilmu klasik setelah itu baru ilmu-ilmu modern. Setelah Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi ke Qom, beliau ikut dalam kuliah-kuliahnya dan belajar dengan serius, sehingga gurunya sendiri memberikannya ijazah ijtihad.
Di masa itu, beliau juga belajar kepada Ayatullah Sayid Mohammad Taqi Khonsari, Sayid Ahmad Khonsari, Akhond Mulla Ali Hamadani dan Haj Agha Ruhullah Kamalvand. Setelah itu beliau mengikuti nasihat ayahnya untuk mengajar fiqih tingkat tinggi dan perlahan-lahan beliau menjadi marji.
Barahin al-Hajj Lilfuqaha wa al-Hujjaj, al-Qisas Lilfuqaha wa al-Khawas wa al-Khilafah termasuk buku-buku tulisan beliau.