Lintasan Sejarah 26 Juni 2016
Hari ini, Ahad tanggal 26 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Peristiwa Fathu Makkah oleh Pasukan Muslimin
1429 tahun yang lalu, tanggal 20 Ramadhan tahun kedelapan Hijriah, pasukan Muslimin yang berjumlah 10 ribu orang dan dipimpin langsung oleh Rasulullah Saw berhasil menaklukkan kota Mekah.
Aksi penalukkan yang kemudian dikenal dengan nama Fathu Makkah itu dilakukan kaum Muslimin menyusul pelanggaran kaum Musyrikin Quraisy atas perjanjian Hudaibiah yang disepakati oleh kedua belah pihak dua tahun sebelumnya.
Setelah terjadinya penaklukkan atas kota Mekah, Rasulullah memberikan jaminan keamanan kepada warga setempat meskipun sebelumnya mereka adalah penentang keras ajaran Islam dan bahkan merekalah yang dulunya menyiksa kaum Muslimin sebelum hijrah ke Madinah. Pada hari yang sama, seluruh patung yang berada di sekitar Kabah dihancurkan. Kemenangan gemilang kaum Muslimin yang diperoleh tanpa pertumpahan darah itu tercatat abadi dalam al-Quran surat an-Nashr.
Ibnu Sa'iy Lahir
763 tahun yang lalu, tanggal 20 Ramadhan tahun 674 Hijriah, Ibnu Sa'iy, seorang sastrawan dan sejarawan muslim, terlahir ke dunia di kota Bagdad.
Selama bertahun-tahun, Ibnu Sa'iy menjadi pustakawan di Madrasah Nizhamiyah, sebuah pusat pendidikan terkemuka di Bagdad pada masa itu. Setelah jatuhnya Bagdad ke tangan pasukan Mongol, oleh Nashirudin Thusi, ulama terkenal masa itu, Ibnu Sa'iy ditunjuk sebagai pengawas perpustakaan-perpustakaan di Bagdad.
Ibnu Sa'iy banyak menulis buku-buku sejarah yang kemudian menjadi bahan rujukan para penulis zaman berikutnya, terutama buku-bukunya seputar sejarah penguasa Dinasti Abbasiah. Di antara buku karya Ibnu Sa'iy berjudul "Akhbarul Khulafa'".
Madagaskar Merdeka
56 tahun yang lalu, tanggal 26 Juni tahun 1960, rakyat penghuni pulau Madagaskar memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Perancis.
Para pelaut Portugis adalah orang Eropa pertama yang datang ke Madagaskar. Sejak tahun 1820-an, pengaruh Inggris mulai kuat di pulau tersebut, namun sejak tahun 1883, British mundur dari Madagaskar dan kekuatan Perancis menguat di sana. Orang-orang Perancis melakukan berbagai tindak represif, di antaranya membubarkan kerajaan Madagaskar dan membuang ratu Ranavalona III ke pengasingan di Aljazair, menghapuskan bahasa pribumi dan menggantinya dengan bahasa Perancis, serta memberlakukan pajak tinggi dan warga pribumi yang tidak mampu membayar pajak dijadikan pekerja paksa.
Setelah Perang Dunia II, rasa nasionalisme rakyat Madagaskar semakin meningkat dan pada tahun 1947, meletuslah revolusi yang menewaskan sekitar 80.000 rakyat Madagaskar. Meskipun revolusi itu gagal, namun menjadi gerakan kemerdekaan terus berlanjut. Pada tahun 1950-an, partai-partai politik mulai bermunculan dan tahun 1958, dalam sebuah referendum, mayoritas rakyat Madagaskar menghendaki diberikannya hak otonomi. Akhirnya, tahun 1960, negara ini mencapai kemerdekaannya.
Ayatullah Khamenei Diteror di Masjid Abu Dzar
35 tahun yang lalu, tanggal 6 Tir 1360 Hs, Ayatullah Khamenei diteror di masjid Abu Dzar, Tehran.
Setelah terbentuknya Republik Islam Iran, kekuatan-kekuatan adidaya dunia semakin meningkatkan aksi-aksi teror dan konspirasinya terhadap Iran. Mereka mulai mempersenjatai dan memperkuat kelompok-kelompok anti revolusi untuk menghancurkan negara Iran. Sekaitan dengan hal ini, anasir-anasir anti revolusi yang sebelum ini memperkenalkan dirinya sebagai kelompok revolusioner wajah hakikinya semakin tampak dengan aksi-aksi teror yang dilakukannya selama ini. Mereka menyalahgunakan situasi yang ada dan mulai menciptakan instabilitas.
Salah satu kelompok teror ini adalah Kelompok Munafikin (MKO) yang berusaha keras meneror tokoh-tokoh Revolusi Islam Iran. Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang waktu itu merupakan wakil Imam Khomeini di Dewan Tinggi Pertahanan dan Imam Jumat Tehran dalam pidato-pidatonya senantiasa menjelaskan substansi kelompok MKO dan tujuan buruk mereka. Hal ini membuat MKO berusaha menyingkirkan beliau.
Akhirnya, pada 6 Tir 1360 Hs, Ayatullah Sayid Ali Khamenei hadir di Masjid Abu Dzar, timur Tehran untuk menyampaikan pidato. Ketika tengah menjawab sejumlah pertanyaan yang hadir, sebuah bom yang diletakkan di dalam sebuah tape meledak dan beliau terluka parah mulai dari pundak, leher dan tangan. Kemudian orang-orang yang hadir dengan sigap membawa beliau ke rumah sakit.
Orang-orang beranggapan beliau pasti meninggal dunia, namun ternyata Allah masih menghendaki lain dan beliau ternyata masih hidup. Sebuah pertolongan Allah untuk menyampaikan khazanah-Nya kepada umat Islam setelah Imam Khomeini ra untuk menuntun mereka.
Kedengkian kelompok teroris MKO tidak berhenti begitu saja, karena keesokan harinya mereka meledakkan kantor pusat Partai Jomhouri-e Eslami.