Jun 28, 2016 06:46 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 27 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ali bin Abi Thalib as Gugur Syahid

 

1397 tahun yang lalu, tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriah, Ali bin Abi Thalib as, gugur syahid.

 

Imam Ali as adalah salah satu Ahlul Bait dan khalifah penerus risalah Rasulullah Saw. Dua hari sebelum gugurnya beliau, di saat sedang menunaikan shalat Subuh di Masjid Kufah, seorang khawarij bernama Ibnu Muljam mengayunkan pedangnya dan melukai kepala suci Imam Ali as. Selama dua hari, Imam Ali terbaring sakit akibat lukanya yang amat parah dan pada tanggal 21 Ramadhan, beliau berpulang ke rahmatullah.

 

Gugurnya Imam Ali as memberikan pukulan besar bagi Islam dan kaum Muslimin. Beliau adalah seorang khalifah yang sangat mulia, memimpin pemerintahan Islam dengan penuh keadilan, dan menjadi orang terdepan dalam melawan kezaliman. Kemuliaan Imam Ali bisa dilihat dalam catatan khutbah-khutbah beliau yang terkumpul dalam Nahjul Balaghah. Ucapan-ucapan Imam Ali selalu penuh hikmah, panduan akhlak, dan makrifat irfani.

 

Di antara isi Nahjul Balaghah adalah wasiat Imam Ali as kepada putra-putranya, sebagai berikut. "Kalian dan keluargaku, serta siapa saja yang mendengar pesanku ini, aku mewasiatkan agar selalu bertakwa dan disiplin dalam setiap pekerjaan kalian. Peliharalah anak-anak yatim, berbuat baiklah kepada tetangga, sebagaimana yang dulu juga dipesankan oleh Rasulullah sampai-sampai beliau mengira para tetangga akan saling mewarisi. Janganlah menjauh dari al-Quran dan jangan biarkan orang lain mendahului kalian dalam mengamalkan al-Quran. Dirikanlah shalat dengan sebaik-baiknya karena shalat adalah tiang agama."

 

Helen Keller Lahir

 

136 tahun yang lalu, tanggal 27 Juni 1880, Helen Keller, seorang penulis dan peneliti buta asal AS, terlahir ke dunia.

 

Helen Keller dianggap sebagai tokoh yang telah membuka mata dunia agar menghormati dan menghargai orang-orang yang buta dan tuli. Hellen Keller terlahir  ke dunia dalam keadaan normal, namun pada usia satu setengah tahun, ia terserang sakit parah yang mengakibatkan ia kehilangan dan pendengarannya.

 

Pada usia ke-7 tahun, Keller diajar oleh seorang guru pribadi bernama Anne Sullivan untuk berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Keller kemudian belajar untuk membaca bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin dalam huruf Braille. Pada usia 20 tahun, Keller berhasil diterima di universitas. Dia kemudian aktif menulis buku dan menggalang dana untuk mmbantu orang-orang buta.

 

Buku pertamanya berjudul The Story of My Life telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Antara tahun 1946 hingga 1957, Hellen Keller melakukan perjalanan ke 39 negara di lima benua untuk berpidato tentang pengalamannya dan menyerukan masyarakat agar menghormati hak-hak orang buta. Hellen Keller meninggal tahun 1968 pada usia 87 tahun.

 

Hari Mahkamah Agung

 

Tanggal 7 Tir di Iran diperingati sebagai Hari Mahkamah Agung sebagai peringatan atas gugur syahidnya Ayatullah Syahid Beheshti yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung.

 

Salah satu tugas penting pemerintahan Islam adalah menegakkan keadilan dan mengembalikan hak kepada pemiliknya. Tugas penting ini membutuhkan lembaga peradilan yang independen, kuat dan adil. Atas dasar ini, Imam Khomeini ra menilai lembaga peradilan sebagai lembaga paling sensitif dan menyebutnya sebagai tempat perlindungan bagi mereka yang tertindas. Oleh karenanya, upaya melemahkannya bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

 

Menurut Imam Khomeini ra, bila hukum yang dikeluarkan oleh lembaga peradilan sesuai dengan prinsi-prinsip Islam, hukum ini dapat menjadi penyelamat dan solusi bagi banyak masalah yang dihadapi negara. Meraih kepuasan rakyat dan keridhaan Allah hanya dapat direalisasikan ketika lembaga peradilan senantiasa berusaha dalam kerangka menegakkan keadilan dan menerapkan hukum Islam.

 

72 Anggota Partai Jomhouri-e Eslami Gugur Syahid

 

35 tahun yang lalu, tanggal 7 Tir 1360 Hs, 72 anggota Partai Jomhouri-e Eslami Iran, termasuk Ayatullah Doktor Syahid Beheshti, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Iran, gugur syahid akibat meledaknya sebuah bom di gedung markas partai tersebut.

 

Peledakan gedung markas Partai Republik Islam itu dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin al-Khalq yang berkonspirasi dengan negara-negara Barat.

 

Gugur syahidnya 72 tokoh garis depan Revolusi Islam Iran  tersebut tak pelak lagi memberikan pukulan keras terhadap Republik Islam Iran yang baru berdiri 2 tahun. Namun, berkat dukungan besar dari rakyat Iran terhadap revolusi, Republik Islam tetap tegak berdiri meskipun berkali-kali didera peristiwa teror, termasuk agresi yang dilakukan oleh negara tetangganya, Irak.