Lintasan Sejarah 28 Juni 2016
Hari ini, Selasa tanggal 28 Juni 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Alexander The Great Meninggal
2339 tahun yang lalu, tanggal 28 Juni tahun 323 SM, Raja Alexander III dari Macedonia, meninggal dunia karena sakit.
Raja Alexander III naik tahta menggantikan ayahnya pada tahun 336 sebelum Masehi, pada usia 20 tahun. Tak lama setelah naik tahta, ia melancarkan perang untuk menguasai Persia atau Iran, Turki, dan Mesir.
Alexander III bahkan berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Punjab, India. Oleh orang-orang Asia, Alexander III dipanggil dengan nama Iskandar. Dia dikenal sebagai raja yang tampan, namun kejam dan dengan mudah mengambil keputusan untuk membunuh orang-orang yang tidak disukainya.
Wilayah yang paling disukai oleh Alexander III adalah Persia dan ia berusaha untuk mengambil hati rakyat negara itu agar mau menerimanya sebagai kaisar. Dalam rangka itu pula, Alexander III bahkan menikahi putri Raja Darius, Raja Persia saat itu. Namun, ia tetap mendapatkan perlawanan dari rakyat Iran. Karena luasnya kekuasaan yang berhasil ditaklukkan Alexander III, ia dijuluki Alexander The Great. Ia meninggal dunia pada usia 32 tahun.
Ibnu Majah Wafat
1164 tahun yang lalu, tanggal 22 Ramadan tahun 273 Hq, Ibnu Majah, ahli hadis dan tafsir terkenal muslim, meninggal dunia.
Ibnu Majah dilahirkan di kota Qazvin, Iran pada tahun 209 Hijriah. Untuk mempelajari ilmu-ilmu Islam, beliau melakukan perjalanan ke berbagai negara.
Setelah menuntut ilmu, Ibnu Majah menulis buku terkenalnya yang berjudul Sunan Ibnu Majah yang merupakan salah satu dari "Kitab Enam" yang diakui di kalangan Ahlus-Sunnah. Karya lain Ibnu Majah adalah "Tafsir Quran" dan "Sejarah Qazvin".
Jean-Jacques Rousseau Lahir
304 tahun yang lalu, tanggal 28 Juni tahun 1712, Jean-Jacques Rousseau, seorang filsuf terkemuka dunia, terlahir ke dunia Geneva, Swiss.
Rousseau melalui masa mudanya dengan kesulitan. Ibunya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan dan pada usia 10 tahun ia ditinggal pergi oleh ayahnya. Pada usia 16 tahun, Rousseau meninggalkan kota kelahirannya dan mengembara ke berbagai tempat, sampai akhirnya tiba di Paris tahun 1742. Di kota itulah Rousseau mulai terjun dalam pembahasan berbagai masalah filsafat dan menuliskan hasil pemikirannya.
Karya Rousseau yang dianggap terpenting adalah buku berjudul The Sosial Contract. Dalam buku ini, Rousseau mendeskripsikan hubungan antara manusia dan masyarakat. Menurut Rousseau, manusia bisa menjawab berbagai kesulitan yang dihadapinya bila ia bergabung bersama manusia lainnya dalam sebuah masyarakat. Untuk mengatur hubungan antara annggota masyarakat itu, Rousseau menawarkan sebuah konsep yang disebutnya "kontrak sosial", yaitu aturan-aturan yang disetujui oleh semua anggota masyarakat yang harus dipatuhi oleh masyarakat itu sendiri. Rousseau meninggal dunia tahun 1778.
Haji Abdul Husain Tehrani
151 tahun yang lalu, tanggal 22 Ramadan 1286 Hq, Haji Abdul Husain Tehrani, yang terkenal dengan nama Syaikhul Iraqain, salah seorang ulama terkemuka Iran, meninggal dunia.
Selain dikenal menguasai bidang fiqih, hadis, dan tafsir Quran, Syaikhul Iraqain juga dikenal sebagai pribadi yang hidup zuhud.
Beliau menulis banyak buku dan memiliki koleksi buku yang sangat banyak di perpustakaanya. Setelah wafatnya, perpustakaan besar tersebut diwakafkan untuk dimanfaatkan oleh para peneliti.
Ayatullah Abolqasem Danesh Ashtiani Wafat
15 tahun yang lalu, tanggal 8 Tir 1380 Hs, Ayatullah Abolqasem Danesh meninggal dunia di usia 90 tahun dan dimakamkan di komplek suci makam Sayidah Maksumah, Qom.
Ayatullah Haj Sheikh Aboqasem Nahesh Ashtiani, lahir pada 1290 Hs dari keluarga ulama di kota Ashtian. Beliau merupakan cucu Akhond Mullah Ahmad Ashtiani. Sejak kecil beliau telah mempelajari ilmu-ilmu agama dan di usia 15 tahun Ayatullah Danesh Ashtiani memasuki hauzah ilmiah Qom. Selama di hauzah ilmiah Qom, beliau melanjutkan pendidikan agamanya di bawah pengawasan Mirza Mohammad Feiz Qommi. Beliau kemudian belajar fiqih dan ushul fiqih untuk tingkatan mujtahid bersama Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi, Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i dan Sayid Mohammad Taqi Khonsari.
Kemudian selama bertahun-tahun beliau kembali ke kampung halamannya untuk berdakwah. Tapi ketika mendapat kabar datangnya Ayatullah Boroujerdi ke kota Qom, Ayatullah Danesh Ashtiani kembali ke Qom dan belajar kepada Ayatullah Boroujerdi. Beliau mendapat perhatian besar dari Ayatullah Boroujerdi, sehingga diangkat menjadi penanggung jawab perpustakaan Masjid Azam, Qom. Dalam menjalankan tugasnya, Ayatullah Danesh Ashtiani berhasil memajukan perpustakaan ini sejajar dengan perpustakaan terkenal Iran dan juga mencetak koran.
Beliau juga meninggal banyak karya tulis seperti Taqriraat Fiqh Ayatullah Boroujerdi, Majmu'ah Maqalaat, terjemah buku Saqifah dan lain-lain.