Jul 01, 2016 09:08 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 1 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Athiyyah Wafat

 

896 tahun yang lalu, tanggal 25 Ramadhan 541 Hq, Ibnu Athiyah, seorang ulama hadis dan tafsir terkenal asal Andalusia, meninggal dunia.

 

Ibnu Athiyah berasal dari keluarga berpendidikan dan hampir semua anggota keluarga itu adalah ilmuwan dan sastrawan. Meskipun Ibnu Athiyah terkenal sebagai ahli tafsir dan hadis, namun banyak penulis sejarah yang mencatat bahwa dia juga menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, dan sastra.

 

Karya terpenting Ibnu Athiyah adalah kitab tafsir dengan mukadimah yang dianggap sebagai karya terbaik dalam ilmu Quran. Karya lain Ibnu Athiyah berjudul "al-Barnamij".

 

Fakhrur Razi Lahir

 

893 tahun yang lalu, tanggal 25 Ramadhan 544 Hq, Fakhrur-Razi, yang terkenal dengan nama Ibnu al-Khatib, ulama dan filsuf terkemuka asal Iran, terlahir ke dunia di kota Rey.

 

Fakhrur Razi menguasai sebagian besar ilmu yang berkembang pada zaman itu dan banyak melakukan penelitian di berbagai bidang ilmu. Dia pun dikenal sebagai teolog terkemuka di zamannya. Karena penguasaannya di berbagai bidang ilmu, Fakhrur-Razi berhasil menyusun berbagai buku kritik dan penelitian atas karya-karya ilmuwan di zaman itu.

 

Karya-karya Fakhrur-Razi di antaranya berjudul "Tibb al-Kabir" dan "Asrarut-Tanzil". Karyanya yang paling terkenal adalah ensiklopedia ilmu-ilmu yang berkembang di zamannya, yaitu berjudul "Talkhis asy-Syifa".

 

Kanada Merdeka dari Inggris

 

149 tahun yang lalu, tanggal 1 Juli 1867, Kanada meraih kemerdekaannya dari Inggris. Kanada adalah sebuah kawasan di ujung timur benua Amerika dan berbatasan dengan AS.

 

Bangsa Inggris sejak abad ke-15 mengklaim kawasan itu sebagai wilayah kekuasaannya dan terjadilah migrasi besar-besaran orang-orang Inggris ke sana.

Pada abad ke-16, bangsa Perancis juga datang ke Kanada dan mengklaimnya sebagai  bagian dari kekuasaan Perancis. Akibatnya, pecah perang antara adalah kedua bangsa imperialis tersebut yang berlangsung selama 75 tahun dan berakhir dengan kekalahan Perancis.

 

Kanada akhirnya menjadi koloni Inggris secara penuh. Sementara itu, penduduk asli Kanada, yaitu suku Maori, ditekan dan tersingkir. Sejak awal abad ke-19, bangsa Eropa penghuni Kanada mulai menghendaki didirikannya pemerintahan sendiri yang terpisah dari Inggris. Akhirnya pada tahun 1867, Inggris menyetujui didirikannya Dominion Kanada.

 

Akhond Mulla Mohammad Kashani Wafat

 

101 tahun yang lalu, tanggal 11 Tir 1294 Hs, Akhond Mulla Mohammad Kashani meninggal dunia di di usia 81 tahun dan dikebumikan di kota Isfahan.

 

Akhond Mulla Mohammad Kashani, seorang arif, filsuf dan faqih terlahir ke dunia pada 1213 Hs di kota Kashan. Beliau belajar pendahuluan ilmu-ilmu agama di tanah kelahirannya dan setelah itu pergi ke Isfahan untuk lebih mendalami ilmu-ilmu agama. Di sana beliau belajar filsafat kepada Mirza Hassan Nouri dan Mohammad Reza Sahbai Ghomshei, hingga benar-benar menguasai ilmu-ilmu rasional.

 

Akhon Mulla Mohammad Kashani kemudian mengajar ilmu-ilmu rasional di madrasah Jaddeh Kochak dan madrasah Sadr Isfahan. Satu kelebihan beliau adalah kemampuannya menggabungkan filsafat dengan irfan. Hal itu membuat mereka yang menggandrungi filsafat Mulla Sadra berdatangan dari kota-kota Iran ke Isfahan.

 

Akhond Kashani selama puluhan tahun mengajar berhasil mendidik banyak murid seperti Ayatullah Sayid Hossein Boroujerdi, Sheikh Mohammad Hakim Khorasani, Haj Agha Rahim Arbab, Sayid Mohammadreza Khorasani, Agha Dhiya ad-Din Iraqi, Tarab Isfahani, Agha Najafi Qouchani, Sheikh Hashem Qazvini dan Mirza Abolqasem Mohammad Naseer Shirazi.

 

Ayatullah Saduqi Gugur Syahid

 

34 tahun yang lalu, tanggal 11 Tir 1361 Hs, Ayatullah Muhammad Saduqi, seorang ulama pejuang Iran, gugur syahid akibat teror dari kelompok teroris, Mujahidin al-Khalq.

 

Ayatullah Saduqi menuntut ilmu di hauzah ilmiah Qom dan bersamaan dengan itu, beliau juga aktif dalam perjuangan untuk menentang rezim Shah Pahlevi yang despotik.

 

Ayatullah Saduqi kemudian menjadi salah satu tokoh garis depan Revolusi Islam dan merupakan salah satu pendukung utama Imam Khomeini. Setelah kemenangan Revolusi Islam, Ayatullah Saduqi diangkat sebagai anggota Dewan Kepemimpinandan berperan besar dalam penyusunan UUD Republik Islam Iran. Beliau juga ditunjuk sebagai wakil Imam Khomeini dalam memimpin shalat Jumat di kota Yazd dan di saat memimpin shalat Jumat itulah beliau gugur syahid.