Jul 02, 2016 05:15 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 2 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Muhammad khunsari Wafat

 

312 tahun yang lalu, tanggal 26 Ramadhan 1125 Hq, Muhammad Khunsari yang dikenal dengan Jamaluddin, salah seorang ulama besar Iran abad ke 11 dan 12 Hijriah, meninggal dunia.

 

Muhammad Khunsari dilahirkan dalam keluarga relijius dan pencinta ilmu, di kota Isfahan. Dia menguasai ilmu-ilmu di bidang logika, filsafat, teologi, fiqih, ushul fiqih, dan tafsir.

 

Berbekal pengetahuannnya yang luas tersebut, Jamaluddin menulis buku penjelasan atas kitab "as-Syifa" dan "al-Isyarat" karya Ibnu Sina serta kitab "Syarah Lum'ah", "al-Tahzib", dan "Mukhtasarul Ushul".

 

Jean Jacques Rousseau Meninggal

 

238 tahun yang lalu, tanggal 2 Juli 1778, Jean Jacques Rousseau lahir meninggal dunia di Ermenonville, Perancis di usia 66 tahun.

 

Rousseau lahir di Jenewa, Swiss pada 28 Juni 1712. Ia adalah seorang tokoh filsuf besar, penulis dan komposer pada abad pencerahan. Pemikiran filsafatnya memengaruhi revolusi Prancis, perkembangan politika modern dan dasar pemikiran edukasi.

 

Karya novelnya, Emile, atau On Education yang dinilai merupakan karyanya yang terpenting adalah tulisan kunci pada pokok pendidikan kewarganegaraan yang seutuhnya. Julie, ou la nouvelle Héloïse, novel sentimental tulisannya adalah karya penting yang mendorong pengembangan era pre-romanticism dan romanticism di bidang tulisan fiksi. Karya autobiografi Rousseau adalah: 'Confession', yang menginisiasi bentuk tulisan autobiografi modern, dan Reveries of a Solitary Walker (seiring dengan karya Lessing and Goethe in German dan Richardson and Sterne in English), adalah contoh utama gerakan akhir abad ke 18 "Age of Sensibility", yang memfokus pada masalah subjectivitas dan introspeksi yang mengkarakterisasi era modern.

 

Rousseau juga menulis dua drama dan dua opera dan menyumbangkan kontribusi penting dibidang musik sebagai teorist. Pada periode revolusi Prancis, Rousseau adalah filsafat terpopuler di antara anggota Jacobin Club. Dia dimasukan sebagai pahlawan nasional di Panthéon Paris, pada tahun 1794, enam belas tahun setelah kematiannya.

 

Republik Brazil Berdiri

 

127 tahun yang lalu, tanggal 2 Juli 1889, dalam sebuah revolusi damai, sistem kekaisaran di Brazil dibubarkan dan berdirilah Republik Brazil.

 

Negara Brazil dijajah Portugis sejak awal abad  ke-16 dan hasil buminya dikuras oleh bangsa penjajah tersebut. Pada tahun 1808, ketika Napoleon menyerbu Portugis, Raja John VI dari Portugis melarikan diri ke Brazil.

 

Pada tahun 1821, Raja John kembali ke Portugis dan putranya, yaitu Dom  Pedro menjadi penguasa di Brazil. Setelah menobatkan diri sebagai Kaisar Brazil, Dom Pedro melakukan berbagai reformasi, di antaranya, melepaskan Brazil dari  wilayah kekuasaan Portugis dan menghapuskan perbudakan.

 

Rakyat pribumi Brazil kemudian bangkit untuk menggulingkan kekaisaran Dom Pedro dan akhirnya berdirilah Republik Brazil.

 

Presiden Garfield Ditembak

 

135 tahun yang lalu, tanggal 2 Juli 1881 Hs, hanya empat bulan setelah menjabat presiden AS, James A Garfield ditembak saat berjalan melewati rel kereta api di Washington DC oleh Charles J Guiteau, seorang penderita gangguan jiwa yang ingin menjadi pegawai pemerintahan. Pada Januari 1882, Charles Guiteau dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman gantung di penjara Washington.


Selama tiga bulan Garfield dirawat di rumah sakit akibat tembakan tersebut dan akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 19 September 1881. Posisinya sebagai presiden kemudian digantikan wakilnya, yaitu Chester A Arthur.

 

Pesawat Sipil Iran Ditembak AS

 

28 tahun yang lalu, tanggal 12 Tir 1367 Hs, sebuah pesawat sipil Airbus milik Iran dalam perjalanannya dari Iran menuju Dubai ditembak rudal oleh kapal perang AS, USS Vincennes.

 

Seluruh penumpang pesawat bernomor Iran Air 655 itu beserta awak pesawatnya,  yang keseluruhan berjumlah 298 orang, tewas. Peristiwa ini terjadi di akhir perang Irak-Iran.

 

Saat itu, kapal perang AS tersebut tengah berada di perairan Teluk Persia. AS menyatakan bahwa penembakan itu disebabkan karena kelalaian tentaranya. Namun mengingat kapal perang Vincennes milik AS itu memiliki perlengkapan yang sangat canggih, alasan tersebut sulit diterima. Yang lebih aneh lagi, setelah peristiwa itu, komandan kapal perang Vincennes tersebut malah diberi medali kehormatan oleh pemerintah AS.

 

Semua fakta ini, termasuk juga dokumen-dokumen resmi lainnya, menunjukkan bahwa penembakan terhadap pesawat sipil Iran oleh AS adalah sebuah kesengajaan.