Lintasan Sejarah 3 Juli 2016
Hari ini, Ahad tanggal 3 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Ramadan 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Arabi Lahir
877 tahun yang lalu, tanggal 27 Ramadhan 560 Hq, Muhyiddin Abukabar bin Muhammad yang dikenal dengan nama Ibnu Arabi ilmuwan dan sufi besar Muslim, terlahir ke dunia di Andalusia.
Sejak berusia delapan tahun Ibnu Arabi telah belajar al-Quran, fiqih dan hadis. Menginjak usia remaja, beliau mulai terjun ke dunia irfan dan penyucian jiwa. Untuk melanjutkan pendidikannya, Ibnu Arabi melakukan perjalanan ke berbagai negeri muslim.
Sejak tahun 620 Hijriah beliau menetap di Damaskus serta menyibukkan diri dengan aktifitas mengajar dan menulis buku. Kitab al-Futuhat al-Makkiyyah, Fushushul Hikam, dan kitab al-Mabadi wa al-Ghayat adalah tiga karya beliau yang terkenal. Ibnu Arabi wafat tahun 638 Hijriah di Damaskus.
Allamah Majlisi Wafat
327 tahun yang lalu, tanggal 27 Ramadhan 1110 Hq, Allamah Muhammad Baqir al-Majlisi meninggal dunia.
Allamh Majlisi dikenal sebagai ulama besar yang mendedikasikan waktunya untuk mengajar dan mengumpulkan hadis. Beliau meninggalkan banyak karya yang diperkirakan mencapai 600 jilid buku.
itab Biharul Anwar adalah karya terbesar yang ditulis Allamah Majlisi selama bertahun-tahun. Karya lain beliau yang terkenal adalah kitab Zadul Maad, Hayatul Qulub, dan Ainul Hayat.
Theodore Hertzel Meninggal
112 tahun yang lalu, tanggal 3 Juli 1904, Theodore Hertzel, pendiri gerakan Zionisme Internasional, meninggal dunia.
Hertzel dilahirkan pada tahun 1860 di Budapest, Hongaria, dan kemudian ia pindah ke Austria. Di Austria, pemikiran Hertzel mengenai pendirian negara Yahudi yang independen semakin mengkristal. Ia kemudian pada tahun 1895 menuliskan hasil pemikirannya itu dalam sebuah buku berjudul Pemerintahan Yahudi.Dalam buku itu, Hertzel menuliskan pemikiran Zionisme berkenaan dengan perluasan kekuasaan dan keunggulan ras Yahudi di atas ras-ras lainnya.
Pada tahun 1897, Theodore Hertzel dan para pendukungnya mengadakan kongres di Swiss dan terbentuklah Organisasi Zionisme Internasional. Setelah Theodore Hertzel meninggal, gerakan zionisme terus berkembang dan akhirnya pada tahun 1948, gerakan zionis berhasil merealisasikan cita-cita ilegalnya dengan mendirikan rezim Israel di atas tanah air milik bangsa Palestina.
Pengusiran Ulama Syiah dari Irak ke Iran
93 tahun yang lalu, tanggal 13 Tir 1302 Hs, pemerintah Irak mengusir ulama Irak ke Iran.
Pasca berakhirnya Perang Dunia I dan Inggris telah menguasai seluruh Irak, ulama Najaf mengeluarkan fatwa yang mengutuk kehadiran Inggris di Irak. Mereka juga mengeluarkan hukum dan memrotes pemilu formalitas yang diawasi oleh Inggris. Aksi ini membuat geram para pejabat Inggris. Sebagai reaksinya, pada 13 Tir 1302 Hs, mereka menekan penguasa Irak untuk mengeluarkan perintah pengusiran ulama Irak ke Iran.
Pemerintah Iran waktu itu ketika mendapat informasi mengenai keputusan ini, dengan segera memerintahkan para pejabat pemerintah untuk menyambut dan menerima para ulama yang diasingkan itu dengan baik dan menghormati mereka.
Perintah pengasingan ini direaksi keras oleh ulama Iran dan mereka mulai melakukan aksi-aksi protes di Tehran dan di kota-kota lainnya. Setelah beberapa waktu ulama yang diasingkan itu memasuki kota Qom dan disambut dengan hangat oleh warga dan ulama di sana. Akibatnya, pemerintah Irak mengirimkan utusan khusus ke Tehran dan merundingkan soal kembalinya para ulama ke Iran. Dalam perundingan itu diputuskan bahwa siapa saja yang ingin kembali ke Irak dapat mewujudkan niatnya tanpa ada syarat. Akhirnya para ulama kembali ke Irak secara terhormat.
Mohammad Moin Meninggal
45 tahun yang lalu, tanggal 13 Tir 1350 Hs, Doktor Mohammad Moin, cendekiawan sastra Persia terkemuka, meninggal dunia.
Doktor Moin dilahirkan pada tahun 1914 di kota Rasht, Iran utara. Sejak muda, dia mulai mempelajari sastra Arab dan kemudian menuntut ilmu di Darul Funun, sebuah lembaga pendidikan terkemuka di Iran saat itu. Selanjutnya, Mohammad Moin melanjutkan pendidikan ke fakultas sastra dan filsafat di Universitas Teheran.
Pada tahun 1942, Mohammad Moin berhasil menjadi lulusan pertama tingkat doktoral di bidang sastra Persia. Doktor Moin kemudian mengabdikan hidupnya untuk mengajar, melakukan penelitian, dan menulis buku di bidang sastra Persia. Karya penulisan yang ditinggalkan Doktor Moin di antaranya adalah kamus besar bahasa Persia yang terdiri dari enam jilid.