Jul 18, 2016 07:02 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 18 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Galaksi Bimasakti Ditemukan

 

233 tahuun yang lalu, tanggal 18 Juli 1783, William Hershel, seorang astronom Inggris, berhasil mengidentifikasi Galaksi Bimasakti atau Milky-way.

 

Dengan teleskop hasil buatannya sendiri, Hershel berhasil menemukan bahwa Galaksi Bimasakti tersusun dari milyaran bintang, sedangkan  tata surya, yaitu matahari dan planet-planet yang mengelilinginya hanya satu bagian yang sangat kecil dari galaksi tersebut.

 

Penelitian selanjutnya menemukan bahwa Galaksi Bimasakti terdiri dari 400 milyar bintang dengan garis tengah sekitar 130.000 tahun cahaya, sementara satu tahun cahaya sama dengan 9500 milyar kilometer. Galaksi Bimasakti jika dilihat dari samping berbentuk seperti cakram dan dari atas seperti spiral. Matahari yang menjadi pusat peredaran bumi dan planet-planet lain di tata surya, letaknya sekitar 40.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti.

 

Ayatullah Muhammad Thaha Meninggal Dunia

 

114 tahun yang lalu, tanggal 13 Syawal tahun 1323 Hijrah, Ayatullah Syaikh Muhammad Thaha seorang ulama besar muslim, meninggal dunia pada usia 83 tahun.

 

Ayatullah Muhammad Thaha dilahirkan di kota Najaf dari sebuah keluarga ulama terkemuka pada zaman itu. Beliau menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama besar pada zaman itu, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari. Ayatullah Syaikh Muhammad Thaha meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul "Syarhi bar Ma'alimil Ushul".

 

Perang Saudara di Spanyol Dimulai

 

80 tahun yang lalu, tanggal 18 Juli 1936, perang saudara di Spanyol meletus antara kelompok kanan melawan pemerintahan yang beraliran sosialis.

 

Perang itu dimulai setelah Jenderal Franco menyerukan seluruh tentara Spanyol untuk bergabung menggulingkan pemerintahan Spanyol saat itu. Jerman dan Italia mendukung Franco dengan pesawat, tank, dan persenjataan, sedangkan Uni Soviet mendukung pemerintah dan kelompok sosialis.

 

Pada bulan Januari 1939, ibu kota Spanyol, Barcelona, berhasil direbut pasukan pemberontak dan tak lama kemudian, seluruh Spanyol jatuh ke tangan mereka. Pada tanggal 28 Maret 1939, perang berakhir dengan menyerahnya kubu pemerintah, atau yang disebut juga sebagai kubu Republik. Perang ini mengorbankan lebih dari sejuta nyawa dan Jenderal Franco berkuasa di Spanyol dengan tangan besi sampai ia meninggal pada tahun 1975.

 

Ayatullah Muhammad Husein Kasyif Al-Ghita Wafat

 

61 tahun yang lalu, tanggal 28 Tir 1334 Hs, Ayatullah Mohammad Hossein Kasyif al-Ghita meninggal dunia di usia 77 tahun dan dikebumikan di Najaf al-Asyraf, Irak.

 

Ayatullah Muhammad Husein Kasyif al-Ghita lahir dari keluarga ulama sekitar 1255 Hs di kota Najaf, Irak. Di masa remaja, beliau mempelajari tingkat dasar ilmu-ilmu agama dan setelah itu belajar pada guru-guru besar seperti Akhond Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi dan Mirza Hossein Nouri. Beliau dengan cepa melalui semua tingkat keilmuan dan pasca wafatnya Allamah Yazdi, beliau menjadi marji yang ditaklidi banyak Muslimin.

 

Ayatullah Kasyif al-Ghita sepanjang hidupnya mendidik para pelajar agama. Selain itu, demi menyebarkan ajaran Islam, beliau juga mengunjungi negara-negara Islam dan berpidato di universitas dan pusati ilmu Mesir, Iran dan Palestina. Beliau termasuk ulama yang mewajibkan partisipasi ulama dan rakyat dalam urusan politik dan sangat memperhatikan masalah yang ada hubungannya dengan pemerintahan. Itulah mengapa beliau punya peran penting dalam gerakan-gerakan nasional Irak. Dengan dimulainya Perang Dua I, beliau pro aktif dalam gerakan perjuangan rakyat Irak melawan penjajah Inggris.

 

Sekalipun Ayatullah Kasyif al-Ghita memiliki banyak aktivitas sosial dan politik, tapi beliau tidak lupa menuliskan pikiran-pikirannya. Beliau menulis Tahrir al-Majallah dalam 5 jilid, al-Murajat al-Raihaniyah dalam 2 jilid, catatan pinggir Ain al-Hayat dan al-Siasah al-Huseiniah.

 

Jalaluddin Humai Meninggal

 

36 tahun yang lalu, tanggal 28 Tir 1359 Hs, Jalaluddin Humai, cendikiawan dan sastrawan Iran terkenal, meninggal dunia.

 

Humai dilahirkan pada tahun1899 di kota Isfahan, Iran. Sejak usia lima tahun, Humai mulai menuntut ilmu-ilmu agama dari ayahnya sendiri, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.

 

Selain itu, Humai menguasai ilmu sastra, filsafat, dan astronomi. Selanjutnya, Jalaluddin Huma'i mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan menulis buku. Karya-karya penulisan yang ditinggalkan Jalaluddin Humai antara lain berjudul "Sejarah Kesusastraan Iran".