Lintasan Sejarah 20 Juli 2016
Hari ini, Rabu tanggal 20 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Abu Thufail Kanani Lahir
1434 tahun yang lalu, tanggal 15 Syawal tahun 3 Hijriah, Abul Thufail Amir Kanani, seorang penyair dan orator terkenal pada masa awal Islam, terlahir ke dunia.
Ibnu Thufail adalah termasuk sahabat dekat Imam Ali as dan banyak menuntut ilmu dan hikmah dari beliau. Syair-syair Abul Thufail Amir Kanani kebanyakan berupa puji-pujian terhadap Rasulullah Saw.
Abu Dawud Sajestani Meninggal Dunia
1165 tahun yang lalu, tanggal 15 Syawal tahun 272 Hq, Abu Dawud Sajestani salah satu ulama terkemuka muslim, meninggal dunia.
Abu Dawud Sajestani dilahirkan pada tahun 202 Hijriah dan untuk menuntut ilmu, ia pergi ke Khorasan, timur laut Iran. Kemudian, ia pergi ke berbagai kota-kota Islam untuk mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah.
Hasil dari usaha keras Abu Dawud adalah buku kumpulan hadis yang terkenal dengan nama "Sunan Abu Dawud". Karyanya yang lain berjudul "al-Marasil".
Kolombia Merdeka
206 tahun yang lalu, tanggal 20 Juli tahun 1810, Kolombia memproklamasikan kemerdekaannya.
Para imperialis Spanyol mulai menginjakkan kaki di wilayah Kolombia pada akhir abad ke-15 dan sejak itu, Kolombia dijajah oleh Spanyol. Penduduk asli Kolombia adalah bangsa Indian yang telah hidup di sana sejak 5000 tahun sebelum Masehi. Sejak Kolombia dijajah Spanyol, para imigran Eropa berdatangan ke wilayah itu dan penduduk pribumi pun tersingkir.
Pada abad ke 19, Napoleon menyerbu Spanyol dan kesempatan itu digunakan oleh para penduduk imigran di negara-negara Amerika Latin untuk mengusir tentara imperialis Spanyol dan mendirikan pemerintahan sendiri. Hal yang sama terjadi pula di Kolombia, yang merdeka dengan nama republik Kolombia Raya yang meliputi Kolombia, Venezuela, dan Ekuador.
Namun akhirnya pada tahun 1830, Kolombia Raya pecah dan masing-masing anggotanya mendirikan negara terpisah.
Bernard Riemann
150 tahun yang lalu, tanggal 20 Juli 1866, Bernard Riemann, seorang matematikawan terkenal Jerman, meninggal dunia akibat penyakit TBC.
Bernard Riemann melewati pendidikan menengahnya di Johanneum Gymnasium dan pada saat itu, ia menunjukkan minat dan kemampuan yang besar pada bidang matematika dengan mampu menyelesaikan buku teori angka setebal 900 halaman hanya dalam waktu enam hari.
Pada tahun 1846, Riemann masuk universitas Gottingen di jurusan teologi, namun akhirnya pindah ke jurusan filsafat agar bisa lebih banyak mempelajari matematika. Salah satu keberhasilan Reimann adalah menemukan dasar-dasar relativitas umum. Riemann juga membangun teori bentuk kuadrat.
Marconi Meninggal
79 tahun yang lalu, tanggal 20 Juli 1937, Guglielmo Marconi, penemu teknik pengiriman pesan lewat gelombang radio, meninggal dunia.
Marconi dilahirkan tahun 1874 di Bologna Italia. Sejak muda, Marconi telah tertarik pada bidang fisika dan elektronika dan mempelajari karya-karya fisikawan terkenal, seperti Maxwell dan Hertz.
Pada tahun 1895, dia memulai eksperimennya sendiri dan berhasil mengirimkan sinyal melalui gelombang radio dengan jarak satu setengah mil. Selanjutnya, penemuan itu terus dikembangkan Marconi dan pada tahun 1932, ia berhasil menemukan sistem radio-telepon.
Demonstrasi Rakyat Iran Memprotes PM Iran
64 tahun yang lalu, tanggal 30 Tir 1331 Hs, rakyat Iran mengadakan demonstrasi besar-besaran memprotes PM baru Iran, Qiwam al-Salthanah.
Menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mosaddegh atas tekanan rezim Shah, posisinya digantikan oleh Qiwam al-Salthanah yang merupakan perpanjangan tangan Shah Pahlevi dan kekuatan asing.
PM baru ini segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan Islam. Salah seorang ulama besar Iran, Ayatullah Kashani, mengeluarkan pernyataan protes terhadap PM baru Iran itu dan rakyat Iran menyambutnya dengan demonstrasi besar-besaran di berbagai kota.
Meskipun awalnya rezim Shah menghadapi demonstrasi ini dengan kekerasan, namun akhirnya, mereka menyerah dan Mosaddeghkembali diangkat sebagai perdana menteri. Namun 13 bulan kemudian, Mosaddegh digulingkan oleh kudeta yang didalangi AS.