Lintasan Sejarah 25 Juli 2016
Hari ini, Senin tanggal 25 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Harun Ar-Rasyid Perintah Tangkap Imam Kazhim as
1258 tahun yang lalu, tanggal 20 Syawal 179 Hq, Imam Kazhim as ditangkap atas perintah Harun ar-Rasyid.
Harun ar-Rasyid, Khalifah Abbasi yang zalim senantiasa merasa khawatir dengan keberadaan Imam Musa al-Kazhim. Popularitas Imam Kazhim dan pengaruhnya membuat Harun takut hal itu dapat menggerogoti kekuasaannya. Oleh karenanya, Harun ar-Rasyid mengirim utusannya ke Madinah untuk memata-matai gerak-gerik Imam Kazhim as.
Khalifah Harun ar-Rasyid patut mengkhawatirkan pengaruh maknawi Imam Musa al-Kazhim. Karena Ali bin Yaqthin, Perdana Menteri Bani Abbasiah waktu itu merupakan sahabat Imam Musa Kazhim as dan melakukan perintah beliau.
Berita tentang Imam Kazhim as yang disampaikan oleh orang-orang dekatnya membuat kebencian Harun ar-Rasyid semakin memuncak. Pada tahun 179 Hq, Khalifah Harun ar-Rasyid menunaikan ibadah haji dan di sana ia baru memahami betapa masyarakat Muslim begitu menghormati dan mencintai Imam Musa Kazhim as. Menyaksikan kenyataan itu, Harun ar-Rasyid begitu khawatir akan kekuasaannya.
Ketika pergi ke kota Madinah dan menziarahi kuburan Rasulullah Saw, Harun ar-Rasyid memutuskan untuk menangkap dan memenjarakan Imam Kazhim as. Ketika tiba hari penangkapan beliau pada 20 Syawal 179 Hq, Harun ar-Rasyid memerintah agar proses penangkapan Imam Kazhim as dilakukan dengan tidak teratur dan diserahkan dari satu kelompok ke kelompok yang lain agar masyarakat tidak tahu kemana Imam Kazhim di bawa dan oleh siapa yang membawanya. Dengan demikian, perlahan-lahan masyarakat tidak kaget dengan ketiadaan Imam Kazhim di tengah-tengah mereka dan terbiasa dengan kondisi yang ada. Proses ini menunjukkan betapa khawatirnya Bani Abbasiah akan pengaruh Imam Kazhim as
Harun ar-Rasyid berhasil mengasingkan Imam Kazhim as dari Madinah dengan sangat berhati-hati dan selama bertahun-tahun beliau dipindahkan dari satu penjara ke penjara lainnya. Anehnya, Harun ar-Rasyid yang memahami tingginya kepribadian Imam Kazhim as, pasca syahadah beliau memaksa masyarakat Muslim waktu itu agar menerima bahwa Imam Kazhim as meninggal secara alami, bukan karena diracuni.
Tentara Jepang Menyerang Daratan Cina
122 tahun yang lalu, tanggal 25 Juli tahun 1894, serangan tentara Jepang ke kawasan pesisir Cina dimulai.
Alasan serangan Jepang ke kawasan ini adalah untuk mencaplok sejumlah besar kawasan di daratan Cina hingga ke Semenanjung Korea. Perlawanan tentara Cina tidak bisa menahan serbuan tentara Jepang yang memiliki perlengkapan perang lebih hebat. Dalam perjanjian "Shimonoseki" yang ditandatangani oleh kedua pihak, Cina yang kalah perang terpaksa menyerahkan sejumlah pulaunya kepada Jepang. Semenanjung Korea sendiri secara resmi dinyatakan merdeka, akan tetapi, pada prakteknya, kawasan ini berada di bawah kekuasaan Jepang.
Perang Jepang-Cina ini juga tercatat sebagai awal mula pertikaian Jepang dengan Rusia, karena saat terjadi serangan, sejumlah pangkalan militer milik Rusia ikut hancur menjadi sasaran serangan bala tentara Jepang.
SAVAK Pindahkan Imam Khomeini ke Pangkalan Militer Eshrat Abad
53 tahun yang lalu, tanggal 4 Tir 1342 Hs, Imam Khomeini dipindahkan ke pangkalan militer Eshrat Abad dan di tempat ini Imam ditahan selama 40 hari.
Selama itu, selain Imam tetap melakukan ibadah kesehariannya, beliau menelaah buku-buku tentang Revolusi Konstitusi, kemerdekaan India, Indonesia dan lain-lain.
Selama ditahan di pangkalan militer ini, sejumlah ulama, termasuk kakak Imam berhasil menemui beliau di sana. Dalam pertemuan ini, secara tidak langsung beliau memahami tentang hijrahnya ulama dari kota-kota ke Tehran. Selain itu, setelah mengetahui diliburkannya pasar dan pelajaran hauzah, beliau langsung memerintahkan untuk kembali membuka pasar dan memulai pelajaran hauzah.
Zuhair Muhsin Tewas
37 tahun yang lalu, tanggal 25 Juli tahun 1979, Zuhair Muhsin, sekjen organisasi perjuangan Palestina ash-Shaiqah, tewas dibunuh oleh agen Zionis, Mossad, di kota Cannes, Perancis.
Namun demikian, kepolisian Perancis menyatakan tidak ada petunjuk apapun yang ditemukan dalam kasus pembunuhan ini. Meskipun agen Mossad telah berkali-kali membunuh para pemimpin perjuangan Palestina, namun negara-negara Barat masih saja selalu membela kepentingan rezim ilegal ini.
Zionis Serang Lebanon
23 tahun yang lalu, tanggal 25 Juli 1993, tentara rezim Zionis untuk kesekian kalinya melakukan serangan besar-besaran terhadap Lebanon selatan.
Serangan yang dilancarkan dari darat, laut, dan udara itu bertujuan untuk memperluas wilayah kekuasaan rezim Zionis secara ilegal. Dalam serangan ini, 128 warga sipil gugur syahid, 500 orang luka-luka dan lebih dari 400 ribu orang menjadi pengungsi. Selain itu, ladang-ladang pertanian dan infrastrukutur perekonomian pun rusak berat. Namun demikian, pasukan Hizbullah Lebanon pada tahun 2000 berhasil mengusir keluar tentara Zionis dari wilayah Lebanon selatan.