Jul 28, 2016 15:14 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 28 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Said Anshari Lahir

 

688 tahun yang lalu, tanggal 23 Syawal tahun 749 Hq, Ibnu Said Anshari, seorang dokter, ahli matematika, dan penulis terkenal asal Mesir, terlahir ke dunia.

 

Ibnu Said Anshari menguasai bidang logika, kedokteran, dan matematika, serta memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah berbagai kejadian dan biografi tokoh-tokoh di zaman kuno maupun zamannya sendiri.

 

Buku-buku yang ditulis Anshari mmencapai 14 buah, yang terpenting di antaranya berjudul "Arsyadul Qashid" yang berisi tentang sejarah ilmu-ilmu.

 

Peru Meraih Kemerdekaan

 

195 tahun yang lalu, tanggal 28 Juli tahun 1821, Peru memerdekakan diri dari penjajahan Spanyol. Peru adalah tempat kediaman asli Suku Indian bernama Inka.

 

Suku ini menguasai kawasan barat laut Amerika latin sejak abad 12 hingga abad 16. Awal abad ke-16, masuklah tentara Spanyol ke kawasan itu dan melakukan pembunuhan massal atas warga kulit merah yang mendiami kawasan Peru itu. Kawasan Peru kemudian dimasukkan ke dalam koloni Spanyol.

 

Cara-cara penjajah Spanyol dalam mengekspolitasi kekayaan Peru membuat rakyat setempat tidak penah berhenti melakukan perlawanan. Akhirnya, saat berlangsung kebangkitan rakyat Amerika latin melawan kaum penjajah di bawah pimpinan Jose San Martin dan Simon Bolivar, rakyat Peru juga ikut bangkit dan negara itu meraih kemerdekaannya.

 

Peru terletak di kawasan barat daya Amerika latin. Negara ini memiliki luas wilayah 1.285.216 kilometer persegi. Peru berbatasan dengan Lautan Teduh, Ekuador, Kolombia, Chili, Brazil, dan Bolivia.

 

Perjanjian Berlin Ditandatangani

 

138 tahun yang lalu, tanggal 28 Juli tahun 1878, "Perjanjian Berlin" ditandatangani oleh lima negara besar Eropa saat itu, yaitu Rusia, Inggris, Perancis, Austria, dan Jerman.

 

Perjanjian itu adalah kesepakatan yang diambil oleh negara-negara tersebut yang sebelumnya telah melakukan perundingan alot beberapa hari di Berlin. Kongres Berlin sendiri diselenggarakan atas permintaan orang kuat jerman bernama Kanselir Bismark.

 

Perjanjian Berlin dicatat oleh para sejarawan sebagai awal mula kebangkitan kekuatan Jerman di kancah Eropa, bahkan dunia. Bagi sebagian ahli sejarah, Perjanjian Berlin diyakini sebagai cikal bakal meletusnya Perang Dunia Pertama.

 

Pernyataan Perang Austria terhadap Serbia

 

102 tahun yang lalu, tanggal 28 Juli tahun 1914, menjelang berkobarnya Perang Dunia Pertama, Austria menyatakan perang kepada Serbia.

 

Austria menyatakan bahwa pernyataan perang ini sebagai akibat dari terbunuhnya putra mahkota kerajaan ini. Akan tetapi, berbagai peristiwa yang terjadi sesudah itu menunjukkan bahwa pernyataan perang itu dimotivasi oleh keberangan Austria karena rakyat Serbia tidak menerima aksi intervensi Austria dalam urusan internal Serbia.

 

Ketika Perang Dunia Pertama meletus, Austria dan Serbia salingberhadapan. Jerman, Austria, dan Imperium Ottoman membentuk kekuatan bersama, sedangkan di pihak lain, Perancis, Inggris, Serbia, dan Rusia beraliansi melawan kekuatan Jerman dan sekutunya.

 

Bani Sadr Melarikan Diri ke Perancis

 

35 tahun yang lalu, tanggal 7 Mordad 1360 Hs, Bani Sadr, mantan Presiden Iran melarikan diri ke Perancis.

 

Bani Sadr, mantan Presiden Iran diimpeachment oleh parlemen akibat kerjasamanya dengan kelompok Munafikin, memprovokasi pertikaian di dalam negeri dan kelalaian dalam membela perbatasan Iran semasa perang serta tidak mencegah ekspansi militer Baath Irak ke perbatasan Iran. Berdasarkan impeachment yang dilakukan parlemen, Imam Khomeini ra kemudian memberhentikannya dari posisi presiden.

 

Pasca pemberhentiannya, Bani Sadr lebih banyak bersembunyi dan lewat surat dan kaset ia memprovokasi rakyat untuk melakukan kekacauan. Namun hidup secara sembunyi-sembunyi yang dilakukannya tidak bertahan lama. Karena rakyat ternyata tidak terprovokasi olehnya, bahkan dalam pemilu presiden, rakyat Iran memilih Syahid Rajai sebagai presiden penggantinya. Akhirnya, melihat situasi yang semakin tidak menguntungkan bagi dirinya, Bani Sadr pada 7 Mordad 1360 Hs dengan menyamar berpakaian wanita bersama Massoud Rajavi, Ketua Kelompok Munafikin (MKO) melarikan diri dari Iran.

 

Bani Sadr menyandera pesawat Boeing 707 dan pesawat itu dibawa ke Siprus. Pesawat ini berhasil keluar dari zona udara Iran, sebelum jet-jet tempur Iran mendekatinya. Ketika Bani Sadr sampai dan tinggal di Paris, para pejabat Perancis menolak permintaan Iran agar ia dikembalikan ke Iran. Bahkan Bani Sadr dengan bekerjasama dengan Rajavi akhirnya membentuk sebuah organisasi dengan nama "Shura Moqavemat" (Dewan Perjuangan) dengan tujuan melawan Republik Islam Iran. Tapi usia organisasi ini tidak bertahan lama, dan setelah itu dibubarkan.