Lintasan Sejarah 31 Juli 2016
Hari ini, Ahad tanggal 31 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Alexis Clairaut Terlahir ke Dunia
303 tahun yang lalu, tanggal 31 Juli tahun 1713, Alexis Claude Clairaut, seorang matematikawan Perancis, terlahir ke dunia.
Sejak kecil, Clairaut telah menunjukkan kejeniusannya di bidang matematika. Pada usia 10 tahun, ia telah mempelajari kalkulus dan pada usia 11 tahun ia telah menyusun risalah mengenai kurva tingkat tiga.Kejeniusannya membuat Clairaut diterima sebagai anggota akademi Perancis pada usia 18 tahun.
Clairaut adalah orang pertama yang memperkirakan massa planet Venus dengan sangat mendekati ketepatan. Pada tahun 1736, ia dipilih sebagai anggota ekspedisi pengukuran panjang setiap derajat bujur bumi. Hasil penelitiannya itu ditulisnya dalam buku "Teori Figur Permukaan Bumi". Claude Clairaut meninggal dunia tahun 1765.
Ayatullah Musawi Wafat
144 tahun yang lalu, tanggal 26 Syawal tahun 1293 Hijriah, Ayatullah Sayid Abdul Muhammad Musawi, seorang mujtahid dan marji taklid kaum Muslimin Iran, meninggal dunia.
Ayatullah Musawi sejak usia tujuh tahun telah menghafal al-Quran dan memulai penddikan agamanya.
Pada usia 24 tahun, Sayid Abdul Muhammad Musawi telah mencapai derajat mujtahid dan mulai mengabdikan diri di bidang pengajaran ilmu-ilmu agama. Selain mengajar, mendirikan hauzah-hauzah ilmiah, dan aktif di bidang sosial, Ayatullah Sayid Abdul Muhammad Musawi juga menulis berbagai buku, di antaranya berjudul, "Syarh Istidlali Bar Urwatul Wutsqa".
Antoine de Saint Exupery Tewas
72 tahun yang lalu, tanggal 31 Juli tahun 1944, Antoine de Saint Exupery, seorang penulis terkenal Perancis tewas saat pesawat yang ditumpanginya jatuh.
Peristiwa itu terjadi saat Perang Dunia Kedua berkobar. Exupery terlahir ke dunia pada tahun 1900 di kota Lion, Perancis. Sejak remaja, Exepury telah menunjukkan minat yang besar pada kegiatan pendakian gunung dan penulisan. Ketika Perang Dunia Kedua berkobar, Exupery mendaftarkan diri menjadi tentara yang bertugas untuk urusan pengiriman surat-surat penting.
Pada hari itu, ia melakukan penerbangan dalam rangka menjalankan tugasnya. Akan tetapi, tiba-tiba saja Exupery dan pesawatnya hilang dan beberapa hari kemudian, ia dinyatakan tewas dalam kecelakaan penerbangan.
Exupery dikenal oleh masyarakat Perancis karena kepiawaiannya dalam menulis. Ia selalu melewatkan waktu-waktu senggangnya dengan kegiatan tulis-menulis. Saat meninggal, ia meninggalkan sejumlah karya tulis diantaranya buku-buku berjudul "Pangeran Kecil", "Kurir dari Selatan", dan "Penerbangan Malam Hari".
Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati Wafat
15 tahun yang lalu, tanggal 10 Mordad 1380 Hs, Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati meninggal dunia.
Haj Mir Sayid Ahmad Rouzati Isfahani adalah ulama Tehran. Ayah beliau adalah almarhum Hujjatul Islam Haj Sayid Mohammad Baqer bin Allamah Ayatullah Agha Mirza Jalaluddin Rouzati bin Allamah Ayatullah Agha Sayid Mohammad Masih bin Allah Ayatullah al-Udzma Agha Sayid Mohammad Khonsari penulis buku terkenal Raudhah al-Jannat.
Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati lahir pada 7 Rajab 1347 Hq di Isfahan dan setelah menyelesaikan sekolah dasar, beliau mulai belajar ilmu-ilmu agama.
Pelajaran pendahuluan dan menengah hauzah dipelajarinya di kota Isfahan dan kemudian beliau pindah ke Qom dan belajar buku al-Kifayah kepada Ayatullah al-Udzma Marashi Najafi dan Ayatullah Haj Sheikh Morteza Hairi. Sementara kuliah tingkat mujtahidnya dipelajari kepada Ayatullah Khonsari dan Hojjat.
Di sela-sela kuliah tingkat mujtahid itu, Ayatullah Rouzati juga belajar syarah at-Tajrid dan syarah Syawariq karangan Lahiji kepada Ayatullah al-Udzma Ahmad Khonsari.
Ayatullah Rouzati belajar fiqih tingkat mujtahid dan sebagian ilmu ushul fiqih kepada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan menulis kuliah beliau, khususnya masalah "Libas Masykuk" atau pakaian yang diragukan dalam sebuah risalah tersendiri dengan nama "al-Sabil al-Masluk fi al-Libas al-Masykuk".
Setelah belajar selama 10 tahun di Qom, beliau kembali ke kota Isfahan dan mulai mengajar buku seperti al-Ma'lim dan syarah al-Lum'ah di madrasah Sadr dan memberikan kuliah tafsir bagi para profesional.