Aug 01, 2016 08:02 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 1 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Naisyaburi Meninggal Dunia

 

1056 tahun yang lalu, tanggal 27 Syawal tahun 381 Hq, Abul Hasan Amiri Naisyaburi, seorang filsuf dan ulama terkemuka Iran, meninggal dunia di Khorasan, sebuah provinsi di timur laut Iran.

 

Naisyaburi adalah filsuf yang hidup di antara periode dua filsuf besar, yaitu Farabi dan Ibnu Sina. Naisyaburi dikenal sebagai penyambung aliran filsafat kedua filsuf tersebut. Dia berpendapat bahwa filsafat adalah hasil dari akal dan pemikiran.

 

Menurutnya, akal sama sekali tidak akan pernah bertentangan dengan perintah Tuhan. Selain menguasai bidang filsafat, Naisyaburi juga merupakan seorang ulama akhlak dan agama. Dia banyak melakukan penelitian dalam hal ini dan meninggalkan berbagai karya penulisan. Karya penulisan yang ditinggalkan Naisyaburi antara lain berjudul, "an-Nusukul Aqli" dan "al-Abshar wal Mubshar".

 

Swiss memperoleh kemerdekaan

 

368 tahun yang lalu, tanggal 1 Agustus 1648 Masehi, Swiss memperoleh pengakuan atas kemerdekaannya.

 

Karenanya tanggal 1 Agustus di negara itu diperingati sebagai hari nasional. Swiss memilih sikap netral dalam perang panjang di benua Eropa yang terjadi antara tahun 1618 hingga 1648. Di bawah perjanjian Westfalen, Negara Eropa mengakui kemerdekaan Swiss dari Kekaisaran Romawi Suci dan kenetralannya (ancient Regime).

 

Swiss dengan ibukotanya Bern, memiliki luas wilayah 41,293 kilometer persegi dan terletak di jantung benua Eropa. Negara ini bertetangga dengan Jerman, Perancis, Italia, Austria dan Liechtenstein.

 

Jean Baptiste Lamark Lahir

 

272 tahun yang lalu, tanggal 1 Augustus 1744, Jean Baptiste Lamark, pakar lingkungan hidup dan ilmuan biologi asal Prancis lahir ke dunia di Bazentin, Picardie.

 

Jean Baptiste Lamark dikenal setelah menulis buku berjudul Flore Francoise atau Tumbuh-tumbuhan Perancis yang terbit pada tahun 1779. Pada masa revolusi Perancis ia diangkat menjadi pejabat di Museum Nasional Paris untuk Sejarah Alam. Kajian dan penelitian ilmiahnya menghasilkan teori tentang evolusi kehidupan.

 

Karya besarnya berjudul Filsafat Zoologi yang terbit tahun 1809 mengulas pendapatnya tentang teori hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya(ekologi). Ia memberi dasar klasifikasi baru bagi hewan, dengan pertama-tama memisahkan dalam dua kelompok besar: hewan bertulang belakang (Vertebrata) dan tak bertulang belakang (Avertebrata). Lamark meninggal dunia pada tanggal 18 Desember 1829 saat berusia 85 tahun.

 

Imam Khomeini Menjalani Tahanan Rumah Davoodieh

 

53 tahun yang lalu, tanggal 11 Mordad 1342 Hs, Imam Khomeini ra menjalani tahanan rumah di daerah Davoodieh, Tehran

 

Penahanan Imam Khomeini ra dan penumpasan Kebangkitan 15 Khordad 1342 Hs, Imam pada awal ditahan di Bashgah Afsaran, namun beberapa jam kemudian beliau dipindah ke Garnisun Qasr. Pada 4 Tir 1342 Hs, kembali beliau dipindahkan ke pangkalan militer Eshrat Abad. Setelah berlalu beberapa waktu dan kondisi sudah lebih membaik, rezim Shah Pahlevi berusaha mencari jalan agar dapat meredam demonstrasi rakyat yang menuntut pembebasan Imam, tapi pada saat yang sama Imam tidak diperkenankan hadir di tengah-tengah rakyat. Untuk itu mereka memindahkan beliau dari penjara Eshrat Abad dan menahan beliau di sebuah daerah di bawah pengawasan SAVAK

 

Sesuai dengan keputusan ini, SAVAK kemudian mendatangi Imam Khomeini dan menyatakan pembebasannya dan meminta beliau untuk tidak ikut campur urusan politik. Tapi Imam menjawab dengan singkat permintaan itu. Beliau berkata, "Kami sejak awal tidak pernah ikut campur dengan politik yang kalian artikan sebagai kelicikan dan kebohongan." Akhirnya pada 11 Mordad 1342, setelah dipenjara selama 57 hari, Imam Khomeini ra dipindahkan di sebuah rumah di kawasan Davoodieh, Tehran.

 

Sekalipun pada awalnya maksud rezim Pahlevi dari langkah pemindahan ini untuk mengontrol lebih ketat Imam Khomeini di luar penjara, tapi setelah rakyat mengetahui hal ini tanpa takut mendatangi rumah tempat baru Imam yang dipersiapkan SAVAK. Sehari setelah pemindahan Imam ke Davoodieh, surat-surat kabar Iran oleh SAVAK diperintahkan untuk menyebutkan bahwa pemindahan Imam ini berkat kesepakatan antara beliau dan para pejabat keamanan. Tapi konspirasi ini dengan cepat terbongkar dengan pengumuman dan pernyataan yang dikeluarkan oleh para marji dan ulama.

 

Imam Khomeini ra berada rumah itu hingga bulan Farvardin tahun depannya dan itu berarti beliau menjadi tahanan rumah selama 8 bulan. Beliau akhirnya dibebaskan pada 18 Farvardin 1343 Hs.