Des 31, 2016 07:25 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 31 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Wafatnya Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi

 

854 tahun yang lalu, tanggal 1 Rabiul Tsani 584 HQ, Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia.

 

Mulla Ali bin Mulla Fathullah Nahawandi Najafi adalah seorang ulama besar Syiah abad 14 Hijriah. Beliau dikenal menguasai banyak disiplin ilmu mulai dari fiqih, ushul fiqih, rijal hingga sastra.

 

Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi merupakan murid Syeikh Murtadha al-Anshari dan Mirza Abolqasem Kalantari.

 

Tasyrih al-Ushul al-Shagir dan Muqaddimah al-Wajib merupakan sebagian dari karya ilmiah beliau. Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia pada 1 Rabiul Tsani 584 Hq akibat penyakit yang dideritanya dan di makamkan di pekuburan umum Wadi al-Salam, Najaf Asyraf, Irak.

 

Andreas Vesalius Lahir

502 tahun yang lalu, tanggal 31 Desember 1514, Andreas Vesalius seorang dokter dan ahli anatomi Belgia, terlahir ke dunia di Brussel.

 

Andreas Vesalius terkenal karena penemuannya  atas struktur tubuh manusia dan perbaikannya terhadap konsep-konsep anatomi kuno yang salah. Vesalius belajar di University of Louvain dan kemudian pada tahun 1537, ia meraih gelar dokter dari University of Padua dan mengajar ilmu bedah di sana. Vesalius menulis buku revolusioner di bidang anatomi, berjudul "De Humani Corporis Fabrica" yang terdiri dari tujuh jilid.

Buku ini berisi tentang struktur tubuh manusia dan dilengkapi dengan gambar-gambar yang dibuatnya sendiri. Buku karya Vesalius ini dianggap buku anatomi terlengkap saat itu. Kehebatan Vesalius membuatnya diangkat Raja Charles V sebagai dokter kerajaan. Vesalius meninggal pada tahun 1564.

 

Korek Api Pertama Ditemukan

189 tahun yang lalu, tanggal 31 Desember 1827, korek api pertama di dunia ditemukan oleh John Walker, seorang ahli obat-obatan Inggris.

 

Walker menyebut penemuannya itu dengan nama "Friction Light".  Walker menjual korek api buatannya itu dalam sebuah kaleng silinder. Tak lama setelah itu, bermunculanlah korek api hasil produksi ahli-ahli kimia lainnya. Korek api dalam bentuk yang kita temui dewasa ini adalah ciptaan ilmuwan Swedia pada tahun 1855. Korek api masa kini terdiri dari fosfor dan chlorate.

 

Edison Kenalkan Bola Lampu

 

137 tahun yang lalu, tanggal 31 Desember 1879, Thomas Alva Edison untuk pertama kalinya memperkenalkan bola lampu.

 

Penemuan Edison itu berupa sumber cahaya buatan yang dihasilkan lewat penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan foton. Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi oksigen di udara sehingga filamen tidak akan langsung rusak akibat teroksidasi.

 

Salah satu kelebihan bola lampu adalah dapat menghasilkan berbagai ukuran voltase, mulai dari puluhan hingga ratusan volt. Namun, karena jumlah listrik yang diperlukan bola lampu untuk menghasilkan cahaya yang terang lebih besar jika dibandingkan dengan sumber cahaya buatan lainnya, secara bertahap bola lampu mulai digantikan lampu neon, LED dan lain-lain.

 

Muhammad bin Abdurrahman Khorasani Meninggal Dunia

 

116 tahun yang lalu, tanggal 1 Rabiul Tsani 1322 HQ, Muhammad bin Abdurrahman Khorasani meninggal dunia pada usia 62 tahun dan dimakamkan di gunung Kassioun, Damaskus, ibukota Suriah.

 

Muhammad bin Abdurrahman Khorasani yang dikenal dengan Tajuddin termasuk ahli sastra dan juga ahli fiqih mazhab Syafi'i. Selain itu beliau juga dikenal sebagai tokoh sufi.

 

Beliau menulis syarah 5 jilid buku Maqamaat Hariri yang merupakan karya monumentalnya.

 

Agresi Imperium Ottoman ke Iran
 

102 tahun yang lalu, tanggal 11 Dey 1293 HS, Imperium Ottoman menyerangi Iran.


Setelah dimulainya Perang Dunia II, pemerintah Iran menyatakan tidak memihak manapun agar aman dari kerusakan akibat perang. Namun langkah Iran ini tidak diperhatikan oleh pihak-pihak yang berperang dan masing-masih menyerang sebagian teritori Iran.

Pasukan Dinasti Ottoman dengan bantuan etnis Kurdi mulai mengagresi Iran pada 11 Dey 1293 Hs dan menduduki kota-kota yang tidak mampu melawan seperti Tabriz dan Orumieh dan terus merangsek hingga ke utara Iran.

Pasca agresi Dinasti Ottoman, Rusia dengan tentaranya memasuki Iran dan menguasai kota Azerbaijan dan pecahlah perang hebat antara Rusia dan Ottoman. Akibat perang ini, banyak warga Azerbaijan yang tewas dan luka-luka, sementara harta mereka dijarah. Pada akhirnya tentara Rusia menang melawan Ottoman. Kekalahan itu memaksa Ottoman mundur dan Rusia menguasai seluruhnya kota Azerbaijan.

Ketika Inggris memasuki Iran, negara ini menjadi satu dari pihak yang berperang yang membuat Iran menjadi tempat pembantaian rakyat dan kerusakan di sana-sini.