Jan 05, 2017 09:26 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 4 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Kharaqi Marvazi, Matematikawan Wafat

 

906 tahun yang lalu, tanggal 5 Rabiul Tsani 532 HQ Kharaqi Marvazi, matematikawan muslim meninggal dunia.

 

Kharaqi Marvazi lahir di daerah Kharaqi. Ia seorang matematikawan dan penulis besar di bidang sejarah, geografi dan matematika.

 

Kharaqi Marvazi merupakan ilmuwan istana Kharazmshahian dan memiliki posisi penting. Ia termasuk sejumlah ilmuwan di masa stagnasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam. Karya-karyanya antara lain Muntaha al-Idrak dan at-Tabshirah fi Ilm al-Haiah.

 

Isaac Newton Lahir

375 tahun yang lalu, tanggal 4 Januari 1642,  fisikawan dan matematikawan Inggris, terlahir ke dunia di tengah sebuah keluarga petani.

 

Awalnya, Newton tidak menunjukkan prestasi yang baik di sekolahnya. Namun, setelah ia diterima di Cambrige University, ia menunjukkan kemampuan yang luar biasa di bidang matematika dan fisika.

Penemuan pertama Newton terjadi ketika usianya baru menginjak dua puluhan, yaitu teori pembiasan cahaya. Dalam teori ini, Newton menemukan bahwa warna putih sesungguhnya merupakan gabungan dari warna-warna pelangi. Selanjutnya, Newton berhasil menciptakan teropong refleksi pertama di dunia.

Penemuan Newton yang spektakuler adalah di bidang mekanika. Ada tiga teori besar yang dikemukakan Newton dalam bidang ini. Pertama, teori bahwa suatu benda bergerak karena ada kekuatan dari luar. Kedua, teori bahwa setiap gerak  akan menimbulkan gerak sebanding dengan arah berlawanan. Dan ketiga, teori gravitasi. Semua teori mekanika Newton ini kelak dimanfaatkan manusia untuk menjawab hampir semua masalah alam.

 

Louis Braille, Penemu Huruf Braille Lahir

 

208 tahun yang lalu, tanggal 4 Januari 1809, Louis Braille terlahir ke dunia di Coupvray, 4 Januari 1809 dan meninggal 6 Januari 1852 pada umur 43 tahun.

 

Louis Breille adalah pencipta sistem tulisan Braille yang digunakan oleh orang-orang buta. Ia meninggal pada 6 Januari 1852 di usia 43 tahun. Pada umur 4 tahun, matanya tertusuk jarum, Braille pun mengalami kebutaan. Pada tahun 1821, saat bersekolah khusus untuk penderita tuna netra, seorang prajurit bernama Charles Barbier mengunjungi sekolah tersebut dan menunjukkan suatu kode yang telah ditemukannya. Sistem tersebut dikatakan sebagai "tulisan malam" (night writing).

 

Ini dirancang khusus untuk tentara perang yang menggunakan kombinasi duabelas titik. Braille muda menyadari manfaat sistem ini. Ia pun mengembangkan sistem yang lebih sederhana dengan menggunakan enam titik. Dan tahun 1827, buku yang menggunakan enam titik tersebut, yang kemudian disebut Braille, telah diterbitkan.

 

Sekarang, para penderita buta menggunakan metode tersebut. Pada 6 Januari tahun 1852, Braille meninggal dunia. Sebuah monumen besar dibangun untuknya pada tahun 1867 untuk menghormati dia.

 

Koran Berbahasa Persia Pertama Terbit

 

171 tahun yang lalu, tanggal 5 Rabiul Tsani 1267 HQ, terbitlah koran berbahasa Persia pertama dengan nama Waqayeq-e Ittifaqiye atau Realitas Peristiwa.

 

Koran ini terbit di kota Teheran di masa pemerintahan Shah Naseeruddin dan terbit atas perintah Mirza Amir Kabir, Perdana Menteri Iran kala itu yang sangat reformis. Koran Waqayeq-e Ittifaqiye terbit sebanyak 472 edisi dan kemudian diterbitkan dengan nama lain.

 

Ayatullah Mir Sayid Mohammad Modarres Najafabadi wafat

 

77 tahun yang lalu, tanggal 15 Dey 1318 HS, Mir Sayid Mohammad Modarres Najafabadi meninggal dunia dan dimakamkan di pekuburan umum Takht-e Foulad Esfahan.

 

Ayatullah Mir Sayid Mohammad bin Sayid Mohammad Hossein Modarres Najafabadi lahir di kota Najafabad sekitar tahun 1257 Hs.

 

Beliau mempelajari pendahuluan ilmu-ilmu agama di tempat kelahirannya. Setelah itu, untuk melanjutkan pendidikan agamanya, Ayatullah Najafabadi pergi ke kota Najaf, Irak. Selama di Najaf, beliau belajar kepada guru-guru besar hauzah seperti Allamah Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani, Syeikh as-Syariah Isfahani, Sayid Ismail Sadr dan Agha Reza Hamedani.

 

Setelah beberapa tahun menuntut ilmu di Najaf dan meraih derajat keilmuan yang tinggi, beliau kembali ke kota kelahirannya, Isfahan dan hingga akhir usianya beliau membaktikan diri untuk mengajar dan membimbing masyarakat. Ruang kuliahnya menjadi tempat belajar para ulama dan ilmuan. Sebagian besar ulama kontemporer Isfahan merupakan muridnya.

 

Ayatullah Modarres Najafabadi meninggalkan banyak karya seperti catatan pinggi atas Kifayah al-Ushul dalam dua jilid.