Jan 05, 2017 09:29 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 5 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Perang Romawi dan Persia Dimulai

1414 tahun yang lalu, tanggal 5 Januari 603,  dimulailah perang antara Romawi dan Persia yang berlangsung selama 24 tahun.

 

Perang ini terjadi akibat terbunuhnya Maurice, Kaisar Romawi yang merupakan pelindung dan sekutu dekat Khusrou Parvis, raja Iran saat itu. Setelah kematian ayahnya, putra Maurice datang ke Iran untuk meminta pertolongan dari Khusrou Parvis. Khusrou Parvis kemudian mengirimkan pasukannya ke Romawi untuk membalas denddam atas kematian Maurice. Dalam waktu singkat beberapa kota di Romawi berhasil ditaklukkan.

Kaisar baru Romawi, yaitu Fukas, kemudian mengajak Khusrou Parvis berunding. Namun, kemenangan yang diraih Khusrou Parvis  membuatnya merasa kuat dan menolak melakukan perundingan. Akibatnya, perang terus berlangsung hingga 24 tahun dengan kemenangan secara silih-berganti diperoleh Iran dan Romawi.

 

Mir Sayid Syarif Jurjani Wafat

 

622 tahun yang lalu, tanggal 6 Rabiul Tsani 816 HQMir Sayid Syarif Jurjani meninggal dunia dan dikebumikan di Shiraz.

 

Sayid Ali bin Muhammad bin Ali al-Huseini yang lebih dikenal dengan sebutan Mir Sayid Syarif Jurjani Astarabadi lahir di kota Gorgan. Ia termasuk ulama besar Ahli Sunnah dan ahli teolog. Jurjani memiliki pemahaman yang mendalam dan pemikiran yang detil.

 

Mir Sayid Syarif Jurjani merupakan murid dari Quthbuddin ar-Razi dan semasa dengan Mulla Saad Taftazani. Ia meninggalkan banyak karya tulis seperti al-Ushul al-Manthiqiyah, at-Turjuman fi Lughat al-Quran, Ta’rifat dan Sharf Mir.

 

Di akhir masa hidupnya, Sayid Syarif kemudian meninggalkan segala ilmu-ilmu resmi yang pernah dikuasainya dan mulai memasuki dunia sair dan suluk atau tasawuf. Ia ikut kulian Khajah Alauddin untuk membersihkan jiwa.

 

Shah Qajar Menerima Pembatasan atas Kekuasaannya

 

111 tahun yang lalu, tanggal 6 Rabiul Tsani 1327 HQ, Muhamad Ali Shah Qajar, salah seorang raja Dinasti Qajar Iran, menyatakan diri menyerah terhadap tuntutan kelompok-kelompok yang menginginkan kebebasan sekaligus menginginkan pembatasan atas kekuasaan monarki Dinasti Qajar.

 

Langkah itu diambil Shah Qajar setelah tangannya berlumuran darah dengan tindakan represif terhadap para pejuang kebebasan.

 

Ia pada saat itu menginstruksikan penyelenggaraan pemilihan umum dan menjanjikan pembentukan kembali Dewan Nasional. Menyusul pengumuman Shah Qajar tersebut, ratusan orang yang selama ini melakukan aksi mogok massal di kompleks suci Sayid Abdul Azhim, Rey, mengakhiri aksi mereka itu.

 

Perjanjian Dardanela Ditandatangani

208 tahun yang lalu, tanggal 5 Januari1809, perjanjian Dardanela ditandatangani oleh pemerintahan Ottoman dan Inggris.

 

erdasarkan perjanjian ini, Inggris berjanji untuk meninggalkan semua wilayah kekuasaan Ottoman, antara lain Mesir, dan menghentikan pendudukannya atas wilayah-wilayah tersebut. Sebaliknya, pemerintah Ottoman berjanji untuk mengakui secara resmi hak-hak konsuler Inggris di wilayah Ottoman.

Tujuan Inggris untuk menandatangani perjanjian ini adalah untuk menjaga keamanan maritimnya di perairan Mediterania terhadap kemungkinan ancaman serangan angkatan laut Rusia. Tujuan ini bisa dicapai Inggris, karena berdasarkan perjanjian Dardanela, Ottoman berjanji bahwa selama perdamaian antara Inggris dan Ottoman berlangsung, tidak akan ada kapal perang yang diizinkan melintasi selat Bosforus dan Dardanela yang dikuasai oleh Ottoman.

 

Pesan Imam Khomeini Pasca Berkuasanya Bakhtiari
 

38 tahun yang lalu, tanggal 16 Dey 1357 HS, Imam Khomeini ra mengirim pesan pasca berkuasanya Bakhtiari.


Pasca berkuasanya Bakhtiari, Imam Khomeini ra pada 16 Dey 1357 Hs, menyampaikan pesan kepada rakyat Iran yang isinya:

"Saya mengumumkan kepada seluruh bangsa pemberani Iran bahwa rezim monarki adalah ilegal dan parlemen tidak nasionalisdan ilegal serta pemerintahan penjarah ilegal dan pembangkang. Berikut ini ada beberapa hal yang ingin saya ingatkan, para pegawai seluruh kementerian yang ada agar tidak menerima para menteri korup dan ilegal. Jangan menaati mereka dan bila memiliki kekuatan, hendaknya tidak memberikan mereka jalan ke seluruh kementerian yang ada. Rakyat ini hendaknya tidak membayar air, listrik dan telepon secara mutlak dan menolak membantu pemerintah."

Dalam melaksanakan perintah Imam Khomeini ra, sebagian kementerian tidak memberi kesempatan menteri-menteri yang baru ke kantornya dan terus melakukan aksi protesnya lewat demonstrasi.