Jan 11, 2017 08:13 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 10 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Abu Ali Khayat Meninggal

 

1218 tahun yang lalu, tanggal 11 Rabiul Tsani 220 HQ, Abu Ali Khayat, seorang astronom dan matematikawan muslim, meninggal dunia.

 

Ilmuwan besar muslim ini meninggalkan berbagai karya  penting, di antaranya berjudul al-Mawalid dan Siirul A'mal. Sebagian dari karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.

 

Ibnu Khallikan Lahir

 

830 tahun yang lalu, tanggal 11 Rabiul Tsani 608 HQ, Ibnu Khallikan, seorang hakim, sejarawan, dan sastrawan muslim terkenal, terlahir ke dunia di kota Mosul, Irak.

 

Ibnu Khallikan banyak mengadakan perjalanan ke berbagai negara muslim untuk menuntut ilmu. Selama beberapa waktu, Ibnu Khallikan diangkat sebagai hakim di kota Damaskus, Suriah. Selain menguasai bidang hukum dan agama, Ibnu Khallikan juga dikenal berilmu tinggi di bidang sastra Arab, terutama syair.

 

Karya terpenting Ibnu Khallikan berjudul Wafayatul A'yaan, yang berisi penjelasan tentang kehidupan para pembesar dan ilmuwan pada zamannya.

 

Carolus Linnaeus, Bapak Taksonomi Modern Meninggal

 

239 tahun yang lalu, tanggal 10 Januari 1778, Carolus Linnaeus meninggal dunia di kota Uppsala.

 

Carolus Linnaeus lahir di Almhult pada 23 Mei 1707 dan seorang ilmuwan Swedia yang meletakkan dasar tatanama biologi. Ia dikenal sebagai "bapak taksonomi modern" dan juga merupakan salah satu bapak ekologi modern. Linnaeus ialah ahli botani yang paling dihormati pada masanya, dan ia juga terkenal dengan kemampuan bahasanya. Selain menjadi ahli botani, Linnaeus juga ahli dalam zoologi dan adalah seorang dokter.

 

Sumbangan utama Linnaeus bagi ilmu taksonomi ialah pembuatan konvensi penamaan organisme hidup yang diterima secara universal dalam dunia ilmiah, karya Linnaeus tersebut menjadi titik awal tatanama biologi. Selain itu, Linnaeus mengembangkan, selama pengembangan besar pengetahuan sejarah alam pada abad ke-18, hal yang sekarang disebut sebagai taksonomi Linnaeus, yaitu sistem klasifikasi ilmiah yang kini digunakan secara luas dalam biologi.

 

Liga Bangsa-Bangsa Berdiri

97 tahun yang lalu, tanggal 10 Januari 1920, Liga Bangsa-Bangsa secara resmi memulai aktivitasnya.

 

Liga Bangsa-Bangsa dibentuk setelah Perang Dunia Pertama dengan tujuan untuk mewadahi kepentingan bangsa-bangsa dan menjaga perdamaian dunia. Pendirian lembaga ini diprakarsai oleh Presiden AS waktu itu Woodrow  Wilson, dalam perjanjian damai di Versailes. Namun, AS sendiri tidak bergabung dalam Liga Bangsa-Bangsa.

Pada awalnya, Afrika dan Uni Soviet juga tidak bergabung ke dalam organisasi ini. Perancis dan Inggris pun hanya bertindak sebagai pendukung, bukan anggota.Ketiadaan jaminan akan terlaksananya keputusan yang dihasilkan Liga Bangsa-Bangsa merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh organisasi ini. Bahkan, kekuatan-kekuatan besar saat itu, seperti Italia dan Jerman menganggap enteng organisasi ini. Berbagai konflik menjelang Perang Dunia Kedua dan kekecewaan sebagian negara-negara anggota membuat organsasi ini akhirnya bubar begitu saja.

Pada tahun 1946, pasca Perang Dunia II, berdirilah PBB yang menggantikan fungsi Liga Bangsa-Bangsa.

 

Wafatnya Ayatullah Syeikh Muhammad Mahdi Syamsuddin
 

20 tahun yang lalu, tanggal  21 Dey 1379 HS Ayatullah Syeikh Muhammad Mahdi Syamsuddin meninggal dunia di usia 67 tahun dan dikebumikan di masjid Imam Shadiq as yang dibangunnya.


Ayatullah Syeikh Mohammad Mahdi Syamsuddin lahir pada 15 Sya'ban 1353 Hq di kota Najaf. Setelah melewati masa kanak-kanak, Ayatullah Mahdi Syamsuddin belajar pendahuluan ilmu-ilmu agama dan setelah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah ilmu agama, beliau mengikuti kuliah para Ayatullah seperti Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Abu al-Qasim al-Khu'i, sehingga mencapai derajat mujtahid.

Bersamaan dengan upayanya menuntut ilmu, Syeikh Mahdi Syamsuddin juga menulis. Beliau terkenal dengan gaya tulisannya yang lugas di sejumlah majalah ilmiah dan sastra di kota Najaf. Begitu juga beliau membentuk lembaga penerbitan bernama Muntada al-Nasyr untuk memperluas budaya Islam, sambil tetap menjadi dosen di Universitas Fiqih Najaf.

Pada usia 36 tahun, Syeikh Mahdi Syamsuddin pergi ke Lebanon untuk membantu rakyat di sana. Dengan bantuan Imam Musa Sadr mereka membangun lembaga-lembaga sosial dan pendidikan. Beliau kemudian terpilih menjadi wakil ketua dan setelah itu menjabat ketua Majelis Tinggi Syiah Lebanon.

Ayatullah Syeikh Muhammad Mahdi Syamsuddin termasuk ulama yang mampu menggabungkan ilmu dan kefaqihan dengan jihad dan kesabaran. Selain pakar ilmu keagamaan, beliau mendukung perjuangan Imam Khomeini ra. Beliau memiliki banyak karya yang ditinggalkan seperti Tsaurah al-Husein, Anshar al-Husein, Syarh ‘Ahd al-Asytar dan al-Ghadir.