Jan 17, 2017 07:36 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 17 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Muhaqiq Hilli Lahir

 

836 tahun yang lalu, tanggal 18 Rabiul Tsani 602 HQ, Muhaqiq Hilli, seorang ulama dan ahli fiqih Islam termasyhur, terlahir ke dunia di Irak.

 

Selain dikenal memiliki ilmu yang tinggi di bidang agama, Muhaqiq Hilli juga merupakan seorang penyair. Muhaqiq Hilli meninggalkan banyak karya-karya syair dan juga meninggalkan karya penulisan di bidang agama, antara lain berjudul Syara'iul Islam fi Masailul Halal wal Haram.

 

Ilmuwan Islam ini meninggal dunia tahun 676 Hijriah pada usia 74 tahun.

 

Puncak Everest Ditemukan

176 tahun yang lalu, tanggal 17 Januari 1841,  puncak tertinggi di dunia ditemukan oleh Sir George Everest, seorang pendaki asal Inggris.

 

Puncak tertinggi yang  kemudian diberi nama sesuai dengan nama penemunya, yaitu puncak Everest itu, memiliki ketinggian 8800 meter. Namun, George Everest sendiri tidak berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia itu.

Pada tanggal 29 Mei 1953, Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal, menjadi orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest. Mereka anggota ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt. Tim ini berangkat dari Kathmandu, Nepal pada tanggal 10 maret 1953, dan melakukan pendakian dari sisi selatan yang dikenal sebagai lereng yang tidak mungkin dapat didaki.

Pada setiap pendakian yang berhasil mencapai lereng yang landai mereka membuat beberapa buah pos-pos perkemahan, masing-masing pos dijaga oleh beberapa orang anggota, sehingga makin mendekati puncak anggotanya semakin berkurang. Pos perkemahan terakhir hanya berupa sebuah tenda kecil yang berada pada ketinggian 8.504 meter, didirikan oleh Hillary dan Tenzing Norgay, yang berhasil mencapai puncak.

 

Ayatullah Mirza Ali Shirazi Meninggal

 

83 tahun yang lalu, tanggal 18 Rabiul Tsani 1355 HQ, Ayatullah Mirza Ali Shirazi, seorang ulama muslim terkemuka, meninggal dunia pada usia 68 tahun di kota Najaf, Irak.

 

Ayatullah Mirza Ali Shirazi menuntut ilmu dari ulama-ulama besar pada masa itu, antara lain Ayatullah Mirza Muhammad Taqi Shirazi. Karena kecerdasannya dan kemampuannya yang tinggi, Ayatullah Mirza Ali Shirazi berhasil meraih derajat mujtahid pada usia sangat muda, yaitu 22 tahun.

 

Selain berilmu tinggi di bidang agama, Ayatullah Mirza Ali Shirazi juga dikenal menguasai imu kedokteran, sejarah, dan sastra.

 

Penangkapan Anggota Hezb Melal Eslami

 

51 tahun yang lalu, tanggal 28 Dey 1344 HS, para anggota Hezb Melal Eslami ditangkap oleh rezim Shah Pahlevi.

 

Hezb Melal Eslami yang terdiri dari anak-anak muda agamis dibentuk pada 1343 Hs dengan tujuan mempersiapkan dan memotivasi rakyat melawan rezim Pahlevi. Rencananya garis kebijakan partai dimulai dengan gerakan pemikiran dan ideologi dan pada tahapan kedua melakukan operasi militer. Partai yang dibangun dengan cita-cita mulai dengan tiga tahapan; pembentukan, perluasan dan kemenangan di awal koordinasinya telah tercium oleh rezim despotik Pahlevi dan akhirnya bubar.

 

Kondisi di Iran menjadi tegang. Situasi menjadi menakutkan dan penumpasan setiap pergerakan terus berlanjut hingga enam bulan pertama tahun 1344 HS. Tiba-tiba saja terjadi pengejaran dan penangkapan anggota partai Hezb Melal Eslami. Sekitar 55 orang anggota partai ini ditangkap pada 24 Dey dan diumumkan secara resmi di koran-koran pada 28 Dey 1344 HS.

 

Peristiwa ini sendiri menyingkap kebohongan dan klaim rezim Pahlevi bahwa pemerintah menguasai penuh situasi dan Iran di Timur Tengah berada dalam situasi stabil. Karena gerakan-gerakan kebangkitan Islam-Iran kembali merenggut tidur nyaman para pemimpin rezim Pahlevi.

 

Usulan PM Bakhtiari Kepada Imam Khomeini ra

 

38 tahun yang lalu, tanggal 28 Dey 1357 HS, Perdana Menteri Shapour Bakhtiar mengirim usulan kepada Imam Khomeini ra.

 

Shapour Bakhtiar, Perdana Menteri Rezim Pahlevi pada 28 Dey 1357 HS, dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Imam Khomeini ra mengusulkan perubahan pemerintahan menjadi sistem republik. Sementara Dewan Kerajaan diubah menjadi Dewan Pemerintahan Nasional. Setelah itu, wewenangnya akan diserahkan kepada Dewan Islam bentukan Imam Khomeini ra.

 

Menerima usulan PM Bakhtiari dengan sendirinya mengakui Dewan Kerajaan. Oleh karenanya, Imam Khomeini ra menolak usulan itu. Imam dalam sebuah pesan kepada bangsa revolusioner Iran memperingatkan konspirasi musuh untuk menciptakan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.