Lintasan Sejarah 18 Januari 2017
Hari ini, Rabu tanggal 18 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Raja Ardavan Kelima Meninggal
1791 tahun yang lalu, tanggal 18 Januari 226, Raja Ardavan Kelima tewas terbunuh dan dengan demikian berakhirlah kekuasaan Dinasti Ashkani di Iran.
Dinasti Ashkani mulai berkuasa di Iran sejak tahun 250 sebelum Masehi dan berkuasa selama hampir 500 tahun.
Sebagian besar periode pemerintahan Ashkani dipenuhi dengan perang melawan Romawi dan bangsa-bangsa Asia Tengah. Konflik internal dan kelemahan pemerintahan Raja Ardavan Kelima membuatnya tidak mampu menghadapi pemberontakan Ardeshir Babakan yang dimulai tahun 223. Setelah Dinasti Ashkani runtuh, kekuasaan di Iran dipegang oleh Dinasti Sasania.
Abhari, Filsuf dan Astronom Iran Wafat
775 tahun yang lalu, tanggal 19 Rabiul Tsani 663 HQ, Atsir ad-Din Abhari, filsuf, astronom dan matematikawan terkenal Iran meninggal dunia.
Abhari merupakan murid Imam Fakhr ar-Razi dan Kamal ad-Din bin Yunus. Ia menyisihkan sebagian besar waktunya untuk mengajar dan menulis buku. Sebagai ilmuwan besar, Abhari menulis dalam sejumlah disiplin ilmu seperti logika, filsafat, matematika dan astronomi.
Sebagian karya tulisnya adalah Ishlah Uhsul Iqlidis dan Hidayah al-Hikmah.
Montesquieu Lahir
328 tahun yang lalu, tanggal 18 Januari 1689, Charles de Montesquieu, seorang penulis dan filsuf terkenal Perancis, terlahir ke dunia.
Montesquieu mulai terkenal setelah menulis "Persian Letters" pada tahun 1721, yang berupa satire atas politik dan kondisi sosial Perancis. Buku ini menjadi salah satu buku yang menggerakkan revolusi di Perancis.
Karya Montesquieu terpenting berjudul "The Spirit of Law". Di dalam buku itu, Montesquieu membagi sistem pemerintahan di dunia menjadi tiga, yaitu republik, monarkhi, dan despotisme. Montesquieu juga menyatakan ada hubungan antara iklim, geografi, dan kondisi sebuah negara dengan bentuk pemerintahan di negara itu. Selain itu, dalam buku ini Montesquieu juga menyampaikan pendapatnya yang amat terkenal, yaitu bahwa kekuasaan dalam pemerintah harus dibagi-bagi agar hak-hak dan kemerdekaan individu dapat terjamin.
Ayatullah Haji Muhammad Khorasani Lahir
258 tahun yang lalu, tanggal 19 Rabiul Tsani 1180 HQ, Ayatullah Haji Muhammad Ibrahim Khorasani, seorang ulama terkemuka Isfahan Iran, terlahir ke dunia.
Ulama yang terkenal dengan nama Karbosi ini memulai pendidikannya di kota Isfahan dan kemudian melanjutkan ke hauzah ilmiah di Najaf, Irak. Seusai menyelesaikan pendidikan di Irak, Ayatullah Karbosi kembali ke tanah kelahirannya dan mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan menulis buku.
Buku-buku karya Ayatullah Karbosi yang juga terkenal atas sikap hidupnya yang zuhud ini, di antaranya berjudul Isyaraat-e Ushul dan Manasik-e Haj. Ayatullah karbosi meninggal dunia tahun 1261 Hijriah.
Iran Adukan Uni Soviet ke PBB
71 tahun yang lalu, tanggal 29 Dey 1324 HS, Iran mengadukan Uni soviet ke PBB.
Kerusuhan Azerbaijan merupakan masalah yang terjadi di Iran akibat berakhirnya Perang Dunia II. Terbentuknya kelompok Demokrat yang dimpimpin oleh Jafar Pishevari yang didukung Uni Soviet dengan tujuan memisahkan provinsi Azerbaijan dari Iran memunculkan reaksi militer Iran.
Militer Iran berniat memasuki Azerbaijan, namun pasukan Uni Soviet yang sejak Perang Dunia II berada di sana mencegah masuknya pasukan Iran. Pada Shahrivar 1324 HS, pemerintah Iran meminta negara-negara yang masih memiliki pasukan di Iran untuk segera menarik mundur pasukannya. Milir Amerika dan Inggris menarik pasukannya, tapi Uni Soviet menolak untuk menarik pasukannya dari Iran.
Menyaksikan sikap Uni Soviet, pada 29 Dey 1324 HS, Wakil Iran di PBB meminta lembaga ini membahas masalah ini. Akhirnya, setelah dikeluarkan resolusi penarikan mundur pasukan Uni Soviet dan tindak lanjut dari resolusi ini, Uni Soviet harus menarik pasukannya dari Iran paling lambag Khordad 1325 HS.
Enam bulan pasca penarikan mundur pasukan Uni Soviet, militer Iran memasuki Azerbaijan dan mengakhiri kerusuhan yang dilakukan oleh partai Demokrat.
Demonstrasi Menentang PM Bakhtiar
38 tahun yang lalu, tanggal 29 Dey 1357 HS (19 januari 1979), rakyat Iran kembali melakukan demonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan Perdana Menteri Shapour Bakhtiar.
Demonstrasi ini terjadi dalam era Revolusi Islam di Iran untuk menentang rezim Shah Pahlevi. Pada hari ini, Imam Khomeini ra dari tempat pengasingannya di Paris, menyampaikan pesan kepada rakyat Iran bahwa beliau akan segera kembali ke Iran dan akan berjuang bersama rakyat Iran untuk menegakkan kemerdekaan dan kebebasan di Iran.