Lintasan Sejarah 20 Jamuari 2017
Hari ini, Jumat tanggal 20 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Haji Mula Muhammad Baqir Waidz Tehrani
125 tahun yang lalu, tanggal 21 Rabiul Tsani 1313 HQ, Haji Mulla Muhamamad Baqir Waidz Tehrani, seorang ulama terkemuka Teheran, meninggal dunia.
Haji Mula Muhammad Baqir Waidz Tehrani dilahirkan pada tahun 1255 Hijriah dan sebagian besar umurnya dihabiskan untuk menelaah dan menuntut ilmu.
Beliau juga banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul Jannatun-naim yang berisi tentang riwayat hidup Sayyid Abdul Adzim, ulama besar kaum muslimin yang merupakan salah seorang cucu Rasulullah Saw yang dimakamkan di kota Rey, Iran.
Laos Dijajah Perancis
124 tahun yang lalu, tanggal 20 Januari 1893, dalam periode perluasan imperialisme Perancis di Asia, Laos dimasukkan ke dalam wilayah koloni Perancis.
Penjajahan itu berlangsung selama 52 tahun. Ketika Perang Dunia Kedua akan berakhir, tentara Jepang datang dan menjajah Laos. Akan tetapi, pendudukan tentara Jepang atas Laos hanya berlangsung sebentar karena tentara Perancis kembali datang ke Laos dan berhasil memukul mundur tentara Jepang dari kawasan itu.
Tahun 1949, Laos diberi status otonomi oleh Perancis, sampai akhirnya rakyat kawasan tersebut bangkit melawan penjajah Perancis. Laos akhirnya memperoleh kemerdekaannya tahun 1953.
Adolf Sax Meninggal Dunia
123 tahun yang lalu, tanggal 20 Januari tahun 1894, Adolf Sax, seorang musisi berkebangsaan Jerman meninggal dunia dalam usia 75 tahun.
Sax yang dilahirkan tahun 1819, sejak usia muda telah menunjukkan minatnya yang sangat besar di dunia musik. Ayahnya adalah seorang pembuat dan penjual alat-alat musik.
Menginjak usia dewasa, Sax meneruskan profesi ayahnya, dan bahkan mampu menciptakan sebuah alat musik tiup baru yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya, yaitu Saxophone.
Ayatullah Nahavandi Wafat
67 tahun yang lalu, tanggal 21 Rabiul Tsani 1371 HQ Ayatullah Muhammad Nahavandi wafat dan dimakamkan di kota Tehran.
Ayatullah Nahavandi merupakan anak dari ulama besar Ayatullah Mirza Abdurrahim Nahavandi. Beliau lahir di kota Najaf al-Asyraf, Irak. Seperti ayahnya, beliau melewati tahapan pendidikan dan menjalani suluk akhlak kepada ulama besar abad 14.
Tafsir Mabsuth berbahasa Arab dan Persi yang kemudian dikumpulkan dalam 4 jilid dengan nama Nafahat ar-Rahmah merupakan karya tulis yang ditinggalkan beliau.
Imam Khomeini Mengawali Kuliah Hukumat-e Islami di Najaf
47 tahun yang lalu, tanggal 1 Bahman 1348 HS merupakan hari pertama Imam Khomeini ra mengawali mata kuliah Wilayah Faqih atau Hukumat-e Islami.
Setelah Imam Khomeini ra melewati beberapa tahun dari masa pengasingannya di Najaf al-Asyraf, beliau tetap memimpin gerakan menentukan melawan rezim Shah Pahlevi dengan mengajak para pemuda dan kalangan akademi untuk mengkaji kembali seluruh undang-undang Islam. Di samping itu, beliau kemudian menyampaikan mata kuliah Hukumat-e Islami dalam 12 pertemuan di masjid Syeikh Anshari.
Pembahasan ilmiah mengenai pemerintahan Islam ini tidak hanya membuktikan tidak terpisahnya agama dan politik kepada Hauzah Ilmiyah, tapi juga dapat diterima di lingkungan akademi. Bahkan pembahasan ini menjadi teori sempurna dan ilahi bagi pemerintahan Islam. Dampak dari teori ini juga mampu menepis ketidakpercayaan diri umat Islam di linkungan budaya Barat.
Ucapan Imam Khomeini ra dalam pembahasan ini dikemudian hari dicetak dalam bentuk buku dengan judul Hukumat-e Islami. Sekalipun SAVAK Iran melarang beredarnya buku ini, namun secara sembunyi-sembunyi buku ini sampai juga kepada para pejuang Islam di dalan negeri Iran. Buku ini pada mulanya hanya berada di tangan para pengikut Imam Khomeini ra dan dikaji secara serius, tapi tidak terlalu mendapat perhatian dunia, namun pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, buku ini menjadi rujukan penting terkait teori pemerintahan Islam.
Suasana Kemenangan Revolusi Islam Makin Terasa di Iran
38 tahun yang lalu, tanggal 1 Bahman 1357 HS, terjadi sejumlah peristiwa yang menandai semakin dekatnya kemenangan Revolusi Islam Iran.
Penjara-penjara politik sudah tidak terkontrol lagi sehingga banyak tahanan politik yang berhasil membebaskan diri dari sekapan penjara Rezim Syah.
Pada hari itu juga, sejumlah perwira angkatan udara Iran melakukan aksi turun ke jalan menyatakan solidaritas mereka terhadap gerakan revolusi. Pada hari yang sama, berita-berita utama di koran-koran besar nasional secara serentak dipenuhi dengan laporan tentang akan kembalinya Imam Khomeini dari Paris ke Iran.